Pencarian Global

Desa Wisata Pesona Gunung Prau Patakbanteng Raih Juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 Kategori Resiliensi
Informasi Setiap Saat
admin 18 Nov 2024
39

Desa Wisata Pesona Gunung Prau Patakbanteng Raih Juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 Kategori Resiliensi

WONOSOBO – Plt Bupati Wonosobo Muhammad Albar M.M mengapresiasi perolehan juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 Kategori Resiliensi yang di raih oleh Desa Wisata Pesona Gunung Prau, Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Malam puncak Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 digelar di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Minggu 17 November 2024, acara tersebut turut menghadirkan Bupati/Wali Kota, Kepala Dinas Pariwisata dan perwakilan Pengelola Desa Wisata dari 50 besar peserta ADWI 2024. Plt Bupati Wonosobo, Muhammad Albar M.M didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, turut meyampaikan apresiasi dan mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang diraih oleh Desa Wisata Pesona Gunung Prau, Patakbanteng, Wonosobo. "Alhamdulillah, Kabupaten Wonosobo kembali meraih penghargaan Desa Wisata, dimana, Desa Patakbanteng tahun 2024 ini meraih penghargaan juara 1 kategori resiliensi. Tentu akan menjadi motivasi bagi teman-teman. Tidak hanya Patakbanteng, saya kira nanti ada desa-desa wisata yang mulai tumbuh mulai berkembang bisa belajar banyak ke Desa Patakbanteng," ujar Albar saat menghadiri malam penganugerahan di TMII. Albar menambahkan, pada tahun sebelumnya pada ajang yang sama, Desa Wisata Sembungan dengan potensi alam Sikunir dan Telaga Cebong, juga meraih juara 1 kategori Desa Wisata Rintisan Nasional. "Hari ini Desa Wisata Patakbanteng, meraih juara 1 kategori resiliansi nasional juga, dan ini saya kira membanggakan bagi kita semua masyarakat Wonosobo yang hari ini mulai tumbuh desa-desa wisata dengan bebagai potensinya, baik alam, budaya, kuliner, dan sebagainya, yang saya kira kedepan harus terus didorong untuk lebih berdaya, karena ke depan tentu desa-desa wisata akan terus menjadi salah satu daya dorong daya dukung bagi perekonomian dan juga kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Wonosono," tambahnya. Plt Bupati Wonosobo juga turut menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, yang selalu intens dengan jerih payah yang luar biasa, selalu memberikan pembinaan serta mendedikasikan waktunya untuk desa-desa wisata untuk tampil maksimal di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia setiap tahunnya. "Alhamdulillah sudah 2 tahun berturut-turut ini Kabupaten Wonosobo mendapatkan penghargaan yang sangat membanggakan bagi kita semua. Untuk itu, mari terus kita sinergikan kolaborasikan dari semua aspek, semua unsur dan elemen kepariwisataan agar ke depan lebih baik lagi, lebih berdaya saing lagi, tentu harus ada sinergi kolaborasi sesarengan dalam rangka membangun desa-desa wisata yang unggul yang bisa menjadi salah satu daya tarik desa wisata di Indonesia, desa wisata yang akan memberikan harapan kemajuan pariwisata di Wonosobo dan masyarakat secara umum bisa menikmati suasana alam di Wonosobo ini dengan bergembira, saya kira nuansa seperti ini harus terus dibangun untuk mewujudkan cita-cita Kabupaten Wonosobo menjadi tujuan pariwisata nasional bahkan internasional," harap Plt Bupati Wonosobo, Muhammad Albar. Ditambahkan, dengan penghargaan ini juga diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan lokal dan mancanegara untuk mengunjungi Wonosobo, sekaligus mendukung peningkatan ekonomi masyarakat setempat. "Dengan keberhasilan ini, Desa Wisata Pesona Gunung Prau bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Wonosobo, tetapi juga inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk terus melestarikan alam dan budaya mereka sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan," pungkas Plt Bupati Wonosobo, Muhammad Albar M.M. Sebagai tambahan informasi, Desa Wisata Pesona Gunung Prau yang terletak di Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Desa ini berhasil menyabet gelar juara 1 dalam kategori Resiliensi pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.  Prestasi ini merupakan bukti nyata dari semangat dan dedikasi masyarakat setempat dalam mengelola potensi wisata, meskipun menghadapi berbagai tantangan. Desa Wisata Pesona Gunung Prau dikenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Berada di dataran tinggi dengan pemandangan menakjubkan Gunung Sindoro, Sumbing, dan deretan pegunungan Dieng, desa ini menawarkan pengalaman yang memikat hati wisatawan. Desa ini juga menjadi pintu gerbang menuju jalur pendakian Gunung Prau, yang terkenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunrise di Indonesia. Selain keindahan alam, desa ini juga mengembangkan potensi ekonomi kreatif melalui produk lokal seperti kerajinan tangan, kuliner khas, dan hasil pertanian organik. Hal ini tidak hanya meningkatkan perekonomian warga tetapi juga menambah daya tarik desa sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan. Penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) ADWI merupakan program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI). Program ini bertujuan untuk mendorong pengembangan desa wisata di seluruh Indonesia melalui pembinaan, penilaian, dan penghargaan kepada desa-desa yang berhasil menunjukkan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dalam memajukan pariwisata lokal. Pada malam puncak ADWI 2024 yang digelar di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu, 17 November 2024, Desa Wisata Pesona Gunung Prau berhasil meraih juara 1 dalam kategori Resiliensi. Penghargaan ini diberikan kepada desa wisata yang mampu mempertahankan keberlanjutan wisata, menghadapi tantangan ekonomi, sosial, maupun lingkungan dengan solusi inovatif. Selain Desa Wisata Pesona Gunung Prau Wonosobo, masih ada kategori lain yang juga merupakan pemenang. Berikut daftar pemenang ADWI 2024: 1. kategori Daya Tarik Desa Wisata, juara pertama Desa Wisata Batulintang (Kalimantan Barat), juara kedua Desa Wisata Natuna Tengah (Kepulauan Riau), juara ketiga Desa Wisata Tiworiwu (Bajara, Nusa Tenggara Timur)  2. kategori Amenitas Desa Wisata, juara pertama Desa Wisata Wanurejo (Magelang, Jawa Tengah), juara kedua Desa Wisata Aik Berik (Lombok, Nusa Tenggara Barat), juara ketiga Desa Wisata Landorundun (Toraja Utara, Sulawesi Selatan). 3. kategori Digital Desa Wisata, juara pertama Desa Wisata Gunungsari (Madiun, Jawa Timur), juara kedua Desa Wisata Alahan Panjang (Solok, Sumatera Barat), juara ketiga diraih Desa Wisata Pulau Derawan (Berau, Kalimantan Timur). 4. kategori Resiliensi Desa Wisata, juara pertama Desa Wisata Pesona Gunung Prau (Wonosobo, Jawa Tengah), juara kedua Desa Wisata Pulau Pramuka (DKI Jakarta), juara ketiga Desa Wisata Amping Parak (Sumatera Barat) 5. kategori Kelembagaan dan SDM Desa Wisata yakni juara pertama Desa Wisata Krebet (Bantul, DI Yogyakarta), juara kedua Desa Wisata Adat Osing Kemiren (Banyuwangi, Jawa Timur), juara ketiga Desa Wisata Kawasan Pulau Sibanding (Kabupaten Tapanuli, Sumatera Utara) 6. Kategori Desa Wisata Rintisan, juara pertama Desa Wisata Masaligi (Sorong, Papua Barat Daya), juara kedua Desa Wisata Bangowan (Blora, Jawa Tengah), juara ketiga Desa Wisata Edukasi Cisaat (Subang, Jawa Barat) 7. Kategori Desa Wisata Berkembang, jara pertama Desa Wisata Labengki (Konawe Utara, Sulawesi Tenggara), juara kedua Desa Wisata Namatota (Kaimana, Papua Barat), juara ketiga Desa Wisata Laha (Ambon, Maluku) 8. Kategori Desa Wisata Maju, juara pertama Desa Wisata Jatimulyo (Kulonprogo, DI Yogyakarta), juara kedua Desa Wisata Dewi Anom (Malang, Jawa Timur), Desa Wisata Keciput (Belitung, Bangka Belitung) Selain kejuaraan untuk kategori diatas, juga panitia juga mengumumkan Desa Wisata Les di Kabupaten Buleleng, Bali, sebagai Desa Wisata Terbaik. Sementara, Desa Wisata Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat meraih gelar Desa Wisata Terfavorit. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. Demikian informasi mengenai Desa Wisata Pesona Gunung Prau Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo, berhasil meraih desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2024 kategori Resiliensi. ***(Dimas D. Pradikta)

Bubur Ayam Mas Agan di Pertigaan Longkrang Wonosobo, Cocok untuk Sarapan Pagi yang Wajib Dicoba
Informasi Setiap Saat
admin 06 Nov 2024
139

Bubur Ayam Mas Agan di Pertigaan Longkrang Wonosobo, Cocok untuk Sarapan Pagi yang Wajib Dicoba

WONOSOBO - Menikmati pagi yang sejuk di Wonosobo tidak lengkap tanpa mencicipi kuliner khas sarapan yang bisa menghangatkan tubuh. Jika kalian berkunjung ke Wonosobo, Jawa Tengah, ada satu rekomendasi menu sarapan pagi yang harus dicoba, yaitu bubur ayam Jakarta di pertigaan Longkrang.  Kehangatan bubur ini bukan hanya dari hidangannya, tetapi juga dari suasana khas Wonosobo yang dingin dan tenang. Mas Agan pedagang bubur ayam yang berjualan di Pertigaan Longkrang ini menyebutkan jika dirinya sudah berjualan bubur ayam sejak tahun 2010. Bubur ayam menjadi pilihan sempurna untuk memulai hari di Wonosobo. Perpaduan bubur yang lembut, gurihnya kaldu ayam, serta aneka topping yang melimpah mampu memberikan kenyamanan tersendiri, terutama saat dinikmati di bawah udara sejuk khas pegunungan.  Bubur ayam Jakarta yang terletak di pertigaan Longkrang ini bisa dibilang adalah salah satu yang terbaik di Wonosobo. Kenapa? Berikut artikel selengkapnya. Lokasi Strategis dan Mudah Dijangkau Gerobak bubur ayam ini mudah ditemukan karena berada di tepi jalan utama menuju Dieng, tepatnya sekitar 500 meter ke arah utara dari Alun-Alun Wonosobo ke utara, berada di sisi kiri jalan, persis di pertigaan Longkrang.  Suasana khas pinggir jalan dengan lalu lalang kendaraan menjadi pelengkap tersendiri saat menikmati bubur. Selain menikmati bubur di tempat, kalian juga bisa membungkusnya untuk sarapan di lokasi wisata terdekat. Keistimewaan Bubur Ayam Longkrang yang Tidak Boleh Dilewatkan Bubur ayam di sini disajikan dengan bahan-bahan yang lengkap dan menggugah selera. Seporsi bubur terdiri dari nasi bubur yang lembut, potongan ayam suwir yang gurih, taburan kerupuk renyah, kedelai goreng, bawang goreng, dan daun seledri segar.  Yang membuatnya lebih istimewa, bubur ini juga ditambahkan setengah telur rebus yang membuat hidangan semakin mengenyangkan dan kaya rasa. Tidak hanya itu, di gerobak bubur ayam ini ini juga tersedia berbagai pilihan sate jeroan, seperti sate hati dan sate usus, yang bisa kalian tambahkan sesuai selera.  Sambil menikmati bubur, kalian dapat menambahkan sambal, kecap manis, atau kecap asin untuk menyesuaikan cita rasa bubur sesuai selera masing-masing. Menikmati bubur hangat di udara dingin, ditemani pemandangan sungai dan jalan utama Wonosobo-Dieng, pasti membuat pengalaman makan semakin tak terlupakan. Harga Terjangkau dan Pelayanan yang Ramah Selain rasanya yang enak, kelebihan lain dari bubur ayam di pertigaan Longkrang ini adalah harganya yang terjangkau. Dengan porsi yang cukup besar, kalian bisa mendapatkan seporsi bubur ini dengan harga yang bersahabat. Ini menjadikan bubur ayam Longkrang sebagai pilihan sarapan yang pas, baik untuk warga lokal maupun wisatawan yang ingin mencicipi kuliner pagi khas Wonosobo. Penjual bubur ayam ini, Mas Agan, sudah berjualan bubur ayam sejak tahun 2010, namun di lokasi yang sekarang ini sekitar 3 tahun lalu.  Dengan ramah, ia melayani pelanggannya setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Menurutnya, pelanggan setia dan wisatawan selalu ramai, terutama di akhir pekan atau musim liburan. "Sudah 3 tahunan dilokasi sekarang ini, kalau berjualan bubur ayam sudah sejak tahun 2010, sehari-harinya berjualan mulai jam 6 sampai jam 9 atau jam 10 pagi," jelas Mas Agan. Nikmati Suasana Pagi yang Hangat di Wonosobo dengan Semangkuk Bubur Ayam Jadi, jika kalian berencana mengunjungi Wonosobo dan mencari rekomendasi sarapan yang lezat dan mengenyangkan, jangan lupa mampir ke pertigaan Longkrang untuk menikmati bubur ayam Jakarta ini.  Dengan harga yang terjangkau, porsi yang besar, dan cita rasa yang autentik, bubur ayam ini bisa jadi awal yang sempurna untuk menjelajahi pesona alam Wonosobo, termasuk kawasan Dieng yang terkenal. Kombinasi kelezatan dan suasana pagi di Wonosobo pasti akan membuat pengalaman sarapan kalian semakin spesial.***  

Informasi Serta Merta
admin 06 Nov 2024
110

Soto Ayam Semarang Pak Lis Cabang Kretek Pindah Lokasi, Dekat Bundaran Bugangan Kalianget Wonosobo

WONOSOBO - Bagi Anda para penggemar kuliner, terutama Soto Ayam Semarang Pak Lis, ada kabar gembira yang patut untuk disambut dengan antusias. Setelah sekian lama beroperasi di lokasi sebelumnya, Soto Ayam Semarang Pak Lis kini telah pindah ke tempat yang lebih luas dan nyaman, yang beralamat Bugangan, Wonosobo.  Lokasi baru ini berada sekitar 200 meter dari lokasi sebelumnya yang terletak di dekat bundaran Bugangan, Kalianget, Wonosobo. Dengan perpindahan ini, para pelanggan kini dapat menikmati hidangan favorit mereka di tempat yang lebih strategis dan tentunya lebih nyaman. Keunggulan Lokasi Baru Salah satu keuntungan utama dari perpindahan ini adalah area parkir yang lebih luas dan mudah diakses oleh para pelanggan.  Hal ini tentu memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung yang datang, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun yang berkelompok.  Sebagai salah satu tempat makan yang banyak digemari di Wonosobo, kenyamanan dalam berkunjung menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh pihak pengelola Soto Ayam Semarang Pak Lis. Nikmati Kelezatan Soto Ayam Semarang yang Khas Meskipun pindah ke lokasi baru, Soto Ayam Semarang Pak Lis tetap mempertahankan cita rasa khas yang telah lama dikenal di kalangan pecinta kuliner, baik warga Wonosobo maupun wisatawan.  Soto Ayam Semarang ini terkenal dengan kuah bening yang gurih dan segar, dipadu dengan potongan ayam yang empuk, serta tambahan taburan bawang goreng dan seledri yang menambah cita rasa dan aroma yang menggugah selera.  Soto Ayam Pak Lis juga memberikan pilihan tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan dengan selera masing-masing pengunjung, membuat hidangan ini semakin nikmat bagi yang suka pedas ataupun yang lebih suka rasa soto yang ringan. Pilihan Ideal untuk Sarapan atau Makan Siang Soto Ayam Semarang Pak Lis sangat cocok dijadikan pilihan untuk sarapan pagi ataupun makan siang. Hidangan yang kaya rasa ini memberikan kepuasan tersendiri, apalagi ketika disantap dalam suasana yang nyaman bersama teman atau keluarga.  Apalagi, Soto Ayam Semarang yang disajikan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menawarkan sensasi rasa yang segar dan lezat, sehingga bisa menjadi pilihan tepat untuk mengawali hari Anda atau menikmati waktu makan siang. Ayo, Kunjungi Lokasi Baru Soto Ayam Semarang Pak Lis Bagi Anda yang ingin merasakan kembali kelezatan Soto Ayam Semarang Pak Lis, kini saatnya untuk mengunjungi cabang baru yang terletak di Kretek, Wonosobo. Jangan sampai ketinggalan kesempatan untuk menikmati hidangan soto ayam yang sudah sangat dikenal ini di tempat yang lebih nyaman dan lebih strategis. Segera kunjungi Soto Ayam Semarang Pak Lis di lokasi baru dan rasakan kenikmatan yang telah menjadi favorit banyak orang. Dukung kuliner lokal yang terus berkembang dan jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati sensasi soto yang tiada duanya.***

Jadilah Bagian dari Calendar of Event Wonosobo 2025
Informasi Berkala
admin 06 Nov 2024
68

Jadilah Bagian dari Calendar of Event Wonosobo 2025

WONOSOBO – Menyongsong tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Wonosobo kembali membuka kesempatan bagi para pelaku kreatif, pegiat budaya, dan masyarakat umum untuk bergabung dalam Calendar of Event (CoE) Wonosobo 2025. Ini adalah peluang istimewa bagi Anda yang memiliki gagasan untuk menyelenggarakan acara yang mengangkat keindahan seni, budaya, serta alam Wonosobo. Dukunglah pariwisata Wonosobo dengan memperkenalkan keunikan daerah kita ke khalayak yang lebih luas! Mengapa Bergabung di Calendar of Event Wonosobo 2025? Dengan menjadi bagian dari CoE Wonosobo 2025, acara Anda akan memperoleh berbagai manfaat strategis, termasuk: Promosi Berskala Luas Acara Anda akan dipromosikan ke audiens yang lebih luas, dari wisatawan lokal hingga mancanegara. Ini adalah kesempatan ideal untuk memperkenalkan potensi wisata Wonosobo, yang penuh pesona dan keunikan, kepada dunia. Dukungan Promosi dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo CoE Wonosobo memberikan dukungan promosi langsung dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo, membantu acara Anda dalam mencapai target audiens yang lebih luas serta meningkatkan minat masyarakat. Kolaborasi dengan Para Pelaku Pariwisata Menjadi bagian dari CoE juga berarti Anda berkesempatan untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai pelaku pariwisata. Jaringan ini akan memperkaya acara Anda, menjadikannya semakin menarik dan berkesan bagi pengunjung. Kami membuka kesempatan bagi berbagai jenis acara, mulai dari festival budaya, pameran seni, olahraga, hingga acara kuliner, demi menggali kreativitas dan inovasi Anda. Jangan ragu lagi—ini adalah panggilan untuk bergabung dalam kalender pariwisata Kabupaten Wonosobo yang penuh warna dan daya tarik di tahun 2025! Daftarkan segera acara Anda dan jadikan event Anda bagian dari destinasi wisata unggulan di Wonosobo!

Dua Bangunan Bersejarah Wonosobo Ditetakan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi
Informasi Serta Merta
admin 04 Nov 2024
179

Dua Bangunan Bersejarah Wonosobo Ditetakan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi

WONOSOBO — Dua bangunan bersejarah di Wonosobo, Gedung Rumah Dinas Bupati Wonosobo (nDalem Katumenggungan) dan Gedung Kantor UPPD/Samsat Wonosobo, kini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Jawa Tengah.  Keputusan ini resmi dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah melalui Surat Keputusan nomor 430/27/2024 dan 430/91/2024, yang memperkuat status cagar budaya keduanya setelah sebelumnya diakui sebagai Cagar Budaya tingkat Kabupaten pada 2019 dan 2020. nDalem Katumenggungan: Jejak Neo Klasik yang Bersejarah Dibangun pada 1861 setelah gempa besar Wonosobo tahun 1860, nDalem Katumenggungan adalah satu-satunya bangunan pemerintah di Wonosobo dengan arsitektur Neo Klasik.  Bangunan ini berfungsi sebagai "living monument" yang menyimpan banyak kenangan sejarah penting.  Di sinilah, pada tahun 1974, berlangsung pertemuan antara Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Australia, Gough Whitlam.  Selain itu, gedung ini pernah menjadi tempat singgah bagi enam Presiden Indonesia, sejumlah Gubernur Jenderal Hindia Belanda, dan Paku Buwono X dari Surakarta. Gedung Kantor UPPD/Samsat Wonosobo Gedung Kantor UPPD/Samsat Wonosobo, meski berfungsi sebagai kantor administrasi modern, tetap mempertahankan arsitektur khasnya dan kini juga diakui sebagai bagian dari warisan budaya provinsi.  Penetapannya menegaskan pentingnya melestarikan bangunan-bangunan bersejarah yang tetap digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua bangunan ini kini menjadi ikon sejarah yang memperkuat identitas Wonosobo dan diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata baru yang melengkapi kekayaan budaya daerah.***

Disporapar Jateng Gelar Rapat Monitoring Bantuan Pengembangan Desa Wisata di Wonosobo
Informasi Serta Merta
admin 23 Oct 2024
39

Disporapar Jateng Gelar Rapat Monitoring Bantuan Pengembangan Desa Wisata di Wonosobo

WONOSOBO – Tim dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah mengadakan rapat monitoring terkait percepatan pencairan dan pelaporan bantuan keuangan kepada pemerintah desa untuk pengembangan desa wisata tahun anggaran 2024 di Kabupaten Wonosobo.  Rapat berlangsung di Aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo pada Rabu 23 Oktober 2024, dan dihadiri oleh perwakilan 13 desa penerima bantuan, bersama pihak kecamatan masing-masing. Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Moh Burhanuddin, berkesempatan membuka acara tersebut, Ia turut menyampaikan bahwa Kabupaten Wonosobo pada tahun 2024 ini mendapatkan alokasi bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Tengah melalui Disporapar sebesar Rp 1,5 miliar.  Bantuan tersebut ditujukan untuk pengembangan 15 desa wisata, namun pada pelaksanaannya, 2 desa membatalkan diri dari penerimaan, sehingga bantuan akhirnya dialokasikan untuk 13 desa, yang masing-masing menerima bantuan pengembangan desa wisata sebesar Rp 100 juta. Berikut 13 desa penerima bantuan pengembangan desa wisata tahun 2024: 1. Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar. 2. Desa Tambi, Kecamatan Kejajar. 3. Desa Kreo, Kecamatan Kejajar. 4. Desa Tegalsari, Kecamatan Garung. 5. Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek. 6. Desa Tlogomulyo, Kecamatan Kertek. 7. Desa Pulosaren, Kecamatan Kepil. 8. Desa Candirejo, Kecamatan Mojotengah. 9. Desa Karangsari, Kecamatan Sapuran. 10. Desa Mergosari, Kecamatan Sukoharjo. 11. Desa Kumejing, Kecamatan Wadaslintang. 12. Desa Sumbersari, Kecamatan Wadaslintang. 13. Desa Kalidesel, Kecamatan Watumalang. Dalam rapat ini, Ari Purnawan dari tim Disporapar Provinsi Jawa Tengah menjelaskan bahwa hingga Oktober 2024, dari 13 desa penerima bantuan, 6 desa telah menyelesaikan proses pengajuan proposal dan dana sudah masuk ke rekening kas desa.  "Saat ini, 6 desa sudah menerima dana bantuan, sementara desa lainnya masih dalam proses. Kami harap seluruh desa dapat segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan agar dana bisa segera diproses dan disusun pertanggungjawabannya," ungkapnya. Ari juga menekankan pentingnya desa-desa penerima bantuan untuk segera menindaklanjuti pelaksanaan sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang tertuang dalam Pergub Jateng No. 1 Tahun 2022 dan Pergub Jateng No. 34 Tahun 2023.  "Kami berharap kegiatan desk ini bisa mempercepat proses realisasi di lapangan, sehingga pengembangan desa wisata di Wonosobo bisa berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," tambahnya. Dengan adanya percepatan ini, diharapkan desa-desa wisata di Wonosobo dapat memanfaatkan bantuan keuangan tersebut secara optimal untuk meningkatkan daya tarik wisata, memperbaiki fasilitas, dan mengembangkan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat sekitar.  

Ayo Ikut Berpartisipasi! Disparbud Wonosobo Luncurkan Survei Wisatawan Akhir Tahun 2024
Informasi Berkala
admin 23 Oct 2024
26

Ayo Ikut Berpartisipasi! Disparbud Wonosobo Luncurkan Survei Wisatawan Akhir Tahun 2024

WONOSOBO – Sebentar lagi kita akan menutup tahun 2024, dan ini saatnya bagi Anda untuk berkontribusi dalam pengembangan pariwisata Wonosobo! Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo mengajak seluruh wisatawan untuk ikut serta dalam Survei Wisatawan Wonosobo 2024. Mengisi survei ini hanya butuh 10 menit waktu Anda, namun dampaknya besar bagi kemajuan pariwisata Wonosobo! Dengan berpartisipasi, Anda ikut membantu menentukan arah kebijakan pariwisata yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan. Semua jawaban Anda dijamin kerahasiaannya, sesuai dengan Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, jadi jangan ragu untuk memberikan tanggapan yang jujur. Kami sangat menghargai waktu dan kontribusi Anda! Mari jadi bagian dari perubahan dan kemajuan pariwisata Wonosobo! Link Isi Survei Wisatawan Wonosobo 2024: [KLIK DI SINI] Terima kasih atas partisipasi Anda!

Disparbud Wonosobo Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM untuk Pengelolaan Daya Tarik Wisata
Informasi Setiap Saat
admin 21 Oct 2024
26

Disparbud Wonosobo Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM untuk Pengelolaan Daya Tarik Wisata

WONOSOBO – Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan daya tarik wisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo menggelar program pelatihan dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Taman Rekreasi.  Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dengan berbagai agenda penting yang bertujuan untuk menyusun dan menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) bagi daya tarik wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam hal ini UPTD Pengelolaan Obyek Wisata. Pemetaan Potensi dan FGD Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada Pemetaan Potensi serta Forum Group Discussion (FGD) Pra Penyusunan SOP untuk daya tarik wisata yang berada di bawah pengelolaan Dinas.  Diskusi ini bertujuan untuk mengidentifikasi keunggulan, tantangan, serta kebutuhan dari setiap objek wisata yang ada. Dengan pemetaan yang tepat, langkah-langkah strategis bisa diambil untuk memperkuat daya saing pariwisata Wonosobo. Penyusunan Dokumen SOP Di hari kedua, agenda berlanjut dengan Penyusunan Dokumen Standard Operating Procedure (SOP) bagi daya tarik wisata yang dikelola oleh UPTD Pengelolaan Obyek Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo.  Dokumen SOP ini akan menjadi acuan bagi pengelolaan yang profesional dan konsisten, memastikan standar layanan dan operasional di setiap destinasi wisata terpenuhi. Simulasi dan Implementasi SOP Kegiatan pada hari ketiga ditujukan untuk melakukan Simulasi dan Check List SOP yang sudah disusun sebelumnya. Lokasi yang menjadi fokus simulasi adalah Taman Rekreasi Kalianget dan Kolam Renang Mangli.  Melalui simulasi ini, peserta pelatihan diajak untuk menerapkan SOP secara langsung, memeriksa kesiapan fasilitas, serta memastikan bahwa semua aspek operasional berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kegiatan peningkatan kapasitas ini menghadirkan Aris Vertical sebagai pemateri utama. Dengan pengalaman yang luas di bidang pariwisata, Aris memberikan wawasan serta panduan praktis dalam penerapan SOP di objek wisata, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan serta daya tarik pariwisata Kabupaten Wonosobo. Melalui pelatihan ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo berupaya memperkuat pengelolaan wisata agar lebih profesional dan mampu bersaing, sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan yang berkunjung. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Dinas untuk memajukan sektor pariwisata di Wonosobo melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan berbasis standar operasional.***