Pencarian Global

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan - Yuk Ke Wonosobo Aja

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Berita & Informasi

Postingan Terbaru Dari Kami

Terhubung dengan setiap perkembangan pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Wonosobo.

Lihat Semua Berita
‎Disparbud dan DPMPTSP Wonosobo Perkuat Pengawasan Usaha Pariwisata, Sasar Event Organizer dan Pondok Wisata
Berita
Dimas D. Pradikta 07 Nov 2026
2

‎Disparbud dan DPMPTSP Wonosobo Perkuat Pengawasan Usaha Pariwisata, Sasar Event Organizer dan Pondok Wisata

‎WONOSOBO – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha pariwisata.‎Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring rutin yang dilaksanakan pada Jumat (6/11/2026), dengan menyasar dua pelaku usaha, yakni CV. Sekitar Kita Kreativa dan CV. Ardana Widhatara Pratama atau Sakanti Inn.‎Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pengawasan usaha pariwisata untuk memastikan kesesuaian perizinan berusaha, pemenuhan standar kegiatan usaha, serta peningkatan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat dan wisatawan.‎CV. Sekitar Kita Kreativa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyelenggaraan kegiatan atau Event Organizer (EO), dengan kegiatan usaha utama berupa Jasa Penyelenggara Event Khusus.‎Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan koordinasi dan pembinaan terkait kesesuaian perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS), serta pemahaman terhadap standar penyelenggaraan kegiatan.‎Aspek yang menjadi perhatian meliputi tata kelola penyelenggaraan event, kesiapan sumber daya manusia, perencanaan kegiatan, pengelolaan risiko dan keselamatan peserta, hingga kualitas pelayanan dalam pelaksanaan acara.‎Hal tersebut penting untuk memastikan setiap kegiatan dapat terselenggara secara profesional, aman, dan sesuai ketentuan.‎Sementara itu, monitoring di CV. Ardana Widhatara Pratama atau Sakanti Inn difokuskan pada kegiatan usaha akomodasi dengan klasifikasi KBLI Pondok Wisata.‎Pembinaan diarahkan pada pemenuhan standar penyelenggaraan usaha pondok wisata, termasuk aspek kebersihan, kenyamanan fasilitas, kualitas pelayanan, keselamatan dan keamanan tamu, serta pengelolaan lingkungan.‎Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa pembinaan dan pengawasan secara rutin merupakan langkah penting untuk mendorong pelaku usaha pariwisata agar semakin tertib dalam menjalankan kegiatan usahanya sekaligus meningkatkan kualitas layanan.‎“Pengawasan ini bukan semata-mata untuk memastikan kelengkapan perizinan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan agar pelaku usaha memahami dan menerapkan standar usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setiap jenis usaha pariwisata memiliki karakteristik dan standar yang perlu diperhatikan, baik usaha penyelenggaraan event maupun usaha akomodasi seperti pondok wisata,” ungkap Fahmi.‎Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong terbangunnya sinergi dengan para pelaku usaha agar perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Wonosobo diikuti dengan peningkatan profesionalisme, kualitas pelayanan, serta perlindungan terhadap wisatawan.‎Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 5 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha, Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan, dan Sanksi Administratif pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata.‎Melalui monitoring rutin yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama DPMPTSP, Disparbud Wonosobo berharap para pelaku usaha semakin memahami kewajiban perizinan dan standar operasional sesuai bidang usahanya.‎Dengan demikian, ekosistem usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo dapat tumbuh secara tertib, profesional, berkualitas, dan berdaya saing.***

Disparbud Wonosobo Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Sekda dan 37 Pejabat, Dorong Penguatan Kolaborasi Pembangunan
Berita
Dimas D. Pradikta 06 Nov 2026
9

Disparbud Wonosobo Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Sekda dan 37 Pejabat, Dorong Penguatan Kolaborasi Pembangunan

WONOSOBO – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, Drs. Mohamad Kristijadi, M.Si., bersama 37 pejabat lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jumat (6/11/2026).Pelantikan yang dilaksanakan oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, tersebut meliputi 32 Pejabat Administrator dan Pengawas, terdiri atas 20 pejabat promosi dan 12 pejabat rotasi, serta 5 Pejabat Fungsional. Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan SK pengangkatan satu CPNS menjadi PNS dan tiga SK CPNS lulusan sekolah kedinasan IPDN.Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang telah menerima amanah dan kepercayaan untuk mengemban tugas baru. Ia berharap pelantikan tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi antar perangkat daerah dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Wonosobo.Menurutnya, penguatan koordinasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pembangunan daerah, termasuk pengembangan sektor pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif yang membutuhkan dukungan serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan."Atas nama keluarga besar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Drs. Mohamad Kristijadi, M.Si. atas pelantikan sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, serta seluruh pejabat yang hari ini menerima amanah jabatan baru. Semoga senantiasa diberikan kelancaran, kekuatan, dan integritas dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab," ungkap Fahmi.Ia juga berharap kepemimpinan Sekretaris Daerah yang baru dapat semakin memperkuat koordinasi dan komunikasi antar perangkat daerah, sehingga berbagai program prioritas pembangunan dapat berjalan secara terpadu, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Lebih lanjut, Fahmi menegaskan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bidang pembangunan lainnya. Mulai dari infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, investasi, kebudayaan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan komitmen bersama untuk mengoptimalkan potensi daerah serta mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat."Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas perangkat daerah, dukungan kebijakan, serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap ke depan koordinasi dan kerja sama yang telah terbangun dapat semakin kuat, sehingga potensi pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif Wonosobo dapat terus berkembang," tambahnya.Disparbud Wonosobo berkomitmen untuk terus mendukung arah kebijakan dan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui penguatan sektor pariwisata, pelestarian kebudayaan, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, diharapkan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Wonosobo dapat terus meningkatkan kinerja, menghadirkan inovasi, serta memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas demi terwujudnya Wonosobo yang sejahtera, adil, dan makmur.Selamat mengemban amanah dan selamat bertugas. Bersama, kita perkuat sinergi untuk Wonosobo yang semakin maju dan berdaya saing.***

‎Disparbud dan DPMPTSP Wonosobo Perkuat Pembinaan dan Pengawasan Usaha Pariwisata di Kecamatan Kejajar
Berita
Dimas D. Pradikta 05 Nov 2026
13

‎Disparbud dan DPMPTSP Wonosobo Perkuat Pembinaan dan Pengawasan Usaha Pariwisata di Kecamatan Kejajar

WONOSOBO – Upaya meningkatkan kualitas dan kepatuhan penyelenggaraan usaha pariwisata terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pemerintah daerah melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Usaha Pariwisata Kabupaten Wonosobo Tahun 2026 secara tersistem melalui Online Single Submission (OSS), Kamis (5/11/2026).Kegiatan yang menyasar pelaku usaha pariwisata di Kecamatan Kejajar tersebut dilaksanakan pada tiga lokasi, yakni Homestay Pakuwaja View Dieng milik Laela Agustina, Resort Pintu Langit milik Hanafi, dan Napoleon Villa milik Kurniati.Tim Disparbud Wonosobo dipimpin Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Hapipi, didampingi Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Eniyati, Dimas D. Pradikta, dan Rohmat S. Romadlon.Sementara itu, tim DPMPTSP Kabupaten Wonosobo terdiri atas Dian Rusdiyana selaku Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya, Diah Nissa Prihatini selaku Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Pertama, Lies Diana Mutiara Dewi selaku Penelaah Teknis Kebijakan, serta Eko Supriyatno selaku Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Pertama.Pembinaan dan pengawasan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 5 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha, Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan, dan Sanksi Administratif pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata. Melalui regulasi tersebut, pelaku usaha didorong untuk memenuhi standar kegiatan usaha sekaligus memastikan kesesuaian antara perizinan yang dimiliki dengan aktivitas usaha yang dijalankan.Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparbud Wonosobo, Hapipi, menyampaikan bahwa pembinaan dan pengawasan merupakan bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan usaha pariwisata.Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga harus diimbangi dengan kualitas pengelolaan destinasi dan usaha pariwisata."Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan para pelaku usaha pariwisata memahami dan menerapkan standar usaha sesuai ketentuan yang berlaku. Pembinaan tidak semata-mata berkaitan dengan kelengkapan perizinan, tetapi juga mencakup kualitas fasilitas, kebersihan, keselamatan wisatawan, pengelolaan lingkungan, hingga perlindungan tenaga kerja. Harapannya, usaha pariwisata di Wonosobo semakin profesional, berkualitas, dan mampu memberikan rasa aman serta nyaman bagi wisatawan," ungkap Hapipi.Dalam pelaksanaan di lapangan, tim melakukan pemeriksaan dan pendampingan terhadap aspek administrasi perizinan maupun standar teknis penyelenggaraan usaha.Pada Homestay Pakuwaja View Dieng, tim memberikan pembinaan terkait pemenuhan standar fasilitas akomodasi, kebersihan dan kenyamanan kamar, penyediaan tempat sampah tertutup, informasi arah kiblat, serta pemasangan nomor telepon darurat pada setiap kamar.Pengelola juga didorong menyediakan fasilitas pembayaran digital melalui QRIS untuk memberikan kemudahan transaksi bagi wisatawan.Sementara itu, di Resort Pintu Langit, pembinaan diarahkan pada penerapan standar kebersihan dan sanitasi lingkungan, pemeliharaan fasilitas kamar, serta peningkatan kenyamanan wisatawan.Dari aspek administrasi perizinan, pengelola mendapatkan arahan mengenai penyesuaian dan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), termasuk KBLI Daya Tarik Wisata dan Restoran apabila aktivitas tersebut diselenggarakan.Adapun di Napoleon Villa, pembinaan mencakup penyesuaian KBLI dengan aktivitas usaha yang dijalankan, termasuk kemungkinan penambahan KBLI Restoran.Tim juga merekomendasikan bagi pengelola untuk mencetak tata tertib dan Standar Operasional Prosedur (SOP), penyediaan informasi nomor darurat.‎Hasil pembinaan dan pengawasan terhadap ketiga pelaku usaha tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut melalui pendampingan sesuai dengan aspek pemenuhan standar usaha masing-masing.Sinergi antara Disparbud dan DPMPTSP ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman pelaku usaha terhadap regulasi perizinan berusaha berbasis risiko, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan dan tata kelola usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo.Dengan pembinaan yang berkelanjutan, usaha pariwisata diharapkan tidak hanya semakin tertib secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, aman, nyaman, dan berkelanjutan.‎Disparbud Wonosobo, Bersama Membangun Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif.***

Layanan Aplikasi

Jelajahi Layanan Digital Kabupaten Wonosobo

Akses cepat ke berbagai platform layanan publik digital resmi Pemkab Wonosobo.

Tanya Jawab

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Butuh informasi cepat? Temukan jawaban langsung untuk berbagai pertanyaan umum seputar layanan, pembinaan seni, and kepariwisataan Wonosobo.

Apa tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo?

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, pengembangan destinasi wisata, pemasaran pariwisata, pelestarian budaya, serta pembinaan pelaku usaha dan masyarakat pariwisata.

Bagaimana cara memperoleh informasi destinasi wisata di Wonosobo?

Informasi mengenai destinasi wisata, kalender event, berita, statistik, dan informasi lainnya dapat diakses melalui website resmi Disparbud Wonosobo.

Bagaimana cara mengajukan kerja sama atau kemitraan dengan Disparbud?

Masyarakat, komunitas, pelaku usaha, maupun instansi dapat mengirimkan surat permohonan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo melalui email resmi ([email protected]) atau datang langsung ke kantor pada jam kerja.

Bagaimana cara mendaftarkan event agar masuk Kalender Event Wonosobo?

Penyelenggara dapat mengajukan usulan kegiatan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan melampirkan proposal kegiatan, jadwal pelaksanaan, lokasi, serta informasi pendukung lainnya untuk dilakukan verifikasi.

Bagaimana cara mendaftarkan desa menjadi Desa Wisata?

Pemerintah Desa dapat mengajukan usulan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui kecamatan atau langsung kepada Disparbud dengan melampirkan profil desa, potensi wisata, kelembagaan, dan dokumen pendukung sesuai ketentuan. Link Tautan Self Assesment: w-sb.org/AsesmenDesaWisata

Bagaimana cara mendaftarkan objek budaya menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb)?

Usulan dapat diajukan oleh masyarakat, komunitas budaya, atau pemerintah desa kepada Disparbud dengan melengkapi data sejarah, dokumentasi, narasi budaya, dan bukti pendukung lainnya. Selanjutnya akan dilakukan proses inventarisasi, verifikasi, hingga pengusulan ke tingkat provinsi maupun nasional.

Apakah Disparbud melayani permohonan liputan media?

Ya. Media dapat mengajukan permohonan peliputan, wawancara, maupun data melalui Bidang Pemasaran atau Humas Disparbud dengan menyampaikan surat atau konfirmasi terlebih dahulu.

Apakah Disparbud menyediakan layanan perizinan usaha pariwisata?

Perizinan usaha pariwisata dilakukan melalui sistem OSS (Online Single Submission). Disparbud memberikan pendampingan, pembinaan, dan rekomendasi teknis sesuai kewenangannya.

Di mana lokasi kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo?

Kantor Disparbud beralamat di Jl. KH. Abdurrahman Wahid No.104 KM 2, Bugangan, Kalianget, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Jam layanan adalah Senin–Kamis pukul 07.00–16.00 WIB dan Jumat pukul 07.00–11.00 WIB.

Di mana saya dapat melihat berita terbaru dan agenda kegiatan Disparbud?

Seluruh berita, pengumuman, kalender kegiatan, informasi pariwisata, dan dokumentasi kegiatan dipublikasikan secara berkala di Website Resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo.

Bagaimana cara mengajukan Surat Pengesahan Kelompok Kesenian?

Pemohon dapat mengunduh formulir sesuai kebutuhan, melengkapi persyaratan yang diminta, kemudian mengajukan permohonan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo untuk dilakukan proses verifikasi. Permohonan Surat Pengesahan Baru: www.w-sb.org/FormPengesahanBaru Permohonan Perubahan Data Surat Pengesahan: www.w-sb.org/FormPerubahanSuratPengesahan

Bagaimana cara menghubungi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan?

Telepon: (0286) 321194 Email: [email protected] Website resmi Disparbud pada laman https://disparbud.wonosobokab.go.id/