Kadisparbud Wonosobo Apresiasi Sarasehan Kopi Slukatan, Dorong Potensi Lokal Jadi Daya Tarik Wisata
WONOSOBO – Sarasehan Kopi Slukatan dalam rangka Slametan Pascapanen Penggiat Kopi Slukatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan di Sumber Mata Air Mudal, Desa Slukatan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Senin 31 Agustus 2026.Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tersebut menjadi momentum untuk mengangkat potensi kopi lokal sekaligus memperkenalkan beragam potensi Desa Wisata Slukatan.Sepanjang kegiatan, masyarakat dan wisatawan yang hadir disuguhkan kopi Slukatan secara gratis. Selain menikmati kopi, pengunjung juga dapat berinteraksi dengan masyarakat, para penggiat kopi, serta menikmati suasana alam pedesaan di sekitar Sumber Mata Air Mudal.Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, turut hadir langsung pada siang hari untuk melihat kegiatan tersebut. Fahmi hadir didampingi Sri Rejeki Kepala UPTD Objek Wisata serta Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disparbud Wonosobo, Dimas D. Pradikta dan Rohmat Syahru R.Dalam kunjungannya, Fahmi turut menikmati kopi lokal yang disajikan para penggiat kopi Slukatan. Ia juga berdialog dengan pengelola desa wisata, masyarakat, dan penggiat kopi untuk mendengarkan perkembangan, potensi, serta berbagai upaya yang telah dilakukan dalam mengembangkan Desa Wisata Slukatan.Fahmi mengapresiasi terselenggaranya Sarasehan Kopi Slukatan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk syukur atas hasil panen kopi, tetapi juga dapat menjadi ruang promosi potensi desa sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.“Kegiatan seperti ini sangat positif. Kopi bukan hanya tentang rasa, tetapi ada cerita petani, alam, dan masyarakat di dalamnya. Ketika dikemas menjadi bagian dari aktivitas wisata, tentu dapat memberikan pengalaman yang menarik bagi wisatawan,” ujar Fahmi.Ia juga memberikan sejumlah saran dan masukan kepada pengelola desa wisata maupun penggiat kopi Slukatan. Fahmi mendorong agar potensi kopi lokal terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas produk, penyajian, pelayanan, maupun promosi melalui media digital.Selain memberikan masukan, Fahmi juga memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Desa Wisata Slukatan.“Kami memberikan apresiasi sekaligus semangat kepada pengelola desa wisata, masyarakat dan para penggiat kopi Slukatan. Terus dikembangkan, terus berinovasi dan dikemas dengan baik. Jangan berhenti pada event-nya saja, tetapi bagaimana potensi yang ada bisa berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.Survei Potensi Curug yang Belum TereksposTidak hanya mengunjungi lokasi Sarasehan Kopi, dalam kesempatan tersebut Fahmi juga turut meninjau potensi wisata alam lain yang berada di wilayah Desa Wisata Slukatan.Salah satunya adalah lokasi curug atau air terjun yang hingga saat ini masih belum banyak terekspos kepada masyarakat maupun wisatawan.Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung potensi yang dapat dikembangkan dan dikemas menjadi daya tarik wisata baru di Desa Wisata Slukatan.Fahmi mengapresiasi berbagai potensi alam yang dimiliki Slukatan dan mendorong agar pengembangannya dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kelestarian lingkungan, kesiapan masyarakat, serta konsep pengelolaan wisata yang berkelanjutan.Menurutnya, keberadaan potensi alam seperti curug dapat menjadi tambahan pilihan bagi wisatawan, terlebih jika nantinya dapat diintegrasikan dengan potensi lain yang sudah berkembang, termasuk kopi, budaya, serta kehidupan masyarakat desa.Golek Tholo Dihidupkan Kembali Jadi Paket Wisata EdukasiSelain potensi alam dan kopi, Fahmi juga mengapresiasi upaya masyarakat dan pengelola Desa Wisata Slukatan dalam menggeliatkan kembali salah satu objek pemajuan kebudayaan, yakni Golek Tholo.Upaya menghidupkan kembali Golek Tholo dinilai menjadi langkah positif dalam menjaga keberadaan budaya lokal sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda dan wisatawan.Menariknya, Golek Tholo tidak hanya dilestarikan sebagai kesenian atau tradisi, tetapi juga mulai dikemas menjadi bagian dari paket wisata edukasi. Dengan konsep tersebut, wisatawan dapat memperoleh pengalaman mengenal budaya lokal secara lebih dekat sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.Fahmi menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, pengembangan desa wisata akan semakin kuat apabila mampu menggabungkan potensi alam, budaya, produk lokal, serta aktivitas masyarakat menjadi sebuah pengalaman wisata yang utuh.“Ini yang menarik, bagaimana potensi budaya yang ada tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikemas menjadi pengalaman edukasi bagi wisatawan. Golek Tholo bisa menjadi bagian dari cerita Desa Wisata Slukatan dan dikenalkan kepada generasi muda maupun wisatawan,” jelasnya.Fahmi berharap berbagai potensi tersebut dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara masyarakat, pengelola desa wisata, pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, serta berbagai pihak lainnya.Sementara itu, Pengelola Desa Wisata Slukatan, Ahmad Hafid, mengatakan pihaknya terus berupaya mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki desa, mulai dari wisata alam, kopi, hingga budaya.Bagi wisatawan dari luar daerah, Desa Wisata Slukatan juga menyediakan homestay dengan konsep live in, sehingga wisatawan dapat merasakan langsung suasana dan aktivitas keseharian masyarakat desa.Informasi mengenai paket wisata, homestay, maupun berbagai kegiatan Desa Wisata Slukatan dapat diperoleh melalui akun Instagram dan TikTok @desawisataslukatan.***