Pencarian Global

Berita & Informasi

Postingan Terbaru Dari Kami

Terhubung dengan setiap perkembangan pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Wonosobo.

Lihat Semua Berita
Kunjungan Lapangan Penataan Kawasan Dieng dan Akselerasi Kegiatan Strategis di Kawasan Dieng
Berita
admin 07 Aug 2026
17

Kunjungan Lapangan Penataan Kawasan Dieng dan Akselerasi Kegiatan Strategis di Kawasan Dieng

Pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melaksanakan Kunjungan Lapangan Penataan Kawasan Dieng dan Akselerasi Kegiatan Strategis di Kawasan Dieng sebagai tindak lanjut Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 500.13/1921 tanggal 4 Agustus 2026.‎‎Kegiatan dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo dan diikuti oleh perangkat daerah terkait, meliputi Bappeda, BPKPAD, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, DPUPR, Dinsos PMD, Satpol PP, Bagian Administrasi Pembangunan, Bagian Hukum, Bagian Pemerintahan, Bagian Perekonomian dan SDA Setda, Camat Kejajar, UPTD Pengelola Objek Wisata, serta pemerintah desa Sembungan.‎‎Kegiatan diawali dengan briefing di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, kemudian rombongan bergerak menuju Gardu Pandang Tieng untuk meninjau kondisi eksisting lokasi yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Daerah (PSD) Revitalisasi Gardu Pandang Tieng. Pada kesempatan tersebut dilakukan identifikasi kondisi lapangan, aksesibilitas, serta kesiapan lokasi sebagai dasar percepatan pelaksanaan pekerjaan revitalisasi agar dapat berjalan sesuai perencanaan.‎‎Selanjutnya rombongan menuju kawasan lahan parkir Syailendra/embung 1 dieng (kawasan telaga warna) untuk meninjau hasil Penataan Kawasan Dieng Tahap (RPIP lokasi 1) yang telah diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo, melalui BASTO. Pada lokasi ini dibahas tindak lanjut pengelolaan aset hasil penataan, khususnya terkait pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN), sehingga diperlukan kejelasan regulasi dan mekanisme pengelolaan agar aset yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan kepariwisataan.‎‎Kunjungan berikutnya dilaksanakan di Dieng Plateau Theater sebagai lokasi rencana Revitalisasi Dieng Plateau Theater. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi bangunan dan kawasan, mengidentifikasi kebutuhan penanganan teknis, serta menyelaraskan rencana pelaksanaan pekerjaan dengan kondisi lapangan agar proses revitalisasi dapat berjalan secara efektif.‎‎Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke lokasi Tanah Putar DPT, menindaklanjuti rencana pemanfaatan lahan oleh PT Wonosobo Konstruksi Indonesia (Cebong Group) sebagai lokasi batching plant pendukung pembangunan Geothermal Power Plant Dieng Unit 2. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pembahasan mengenai kesesuaian pemanfaatan lahan, aspek administrasi, serta koordinasi antarinstansi guna memastikan rencana tersebut tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku dan tidak mengganggu pengelolaan kawasan.‎‎Kunjungan lapangan dilanjutkan menuju Kawasan Sikadang, Dusun Siterus, Desa Sikunang, yang merupakan lokasi hasil BASTO Penataan Kawasan Dieng lokasi 2, kegiatan turun di hadiri oleh Perhutani dan PT Palawi sebagai pemilik aset (lahan) dan pengelola. Tim meninjau kondisi infrastruktur yang telah dibangun sekaligus mengevaluasi kesiapan pengelolaan pasca serah terima.‎‎Selanjutnya rombongan menuju Kawasan Parkir Sikunir, Desa Sembungan, sebagai lokasi BASTO Penataan Kawasan Dieng lokasi 3, untuk memastikan hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal serta mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut dalam pengelolaan kawasan wisata, yang akan di serah terimakan pengelolaan nya kepada Pemerintah Desa.‎‎Melalui rangkaian kunjungan lapangan tersebut diperoleh berbagai masukan dan rekomendasi teknis yang akan menjadi bahan tindak lanjut bagi masing-masing perangkat daerah sesuai kewenangannya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar instansi dalam mendukung percepatan penataan Kawasan Dieng sehingga pembangunan infrastruktur pariwisata dapat berjalan optimal, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta meningkatkan kualitas destinasi wisata Kabupaten Wonosobo.‎

Balon Udara Wonosobo Go International, Jadi Wakil Indonesia di Festival del Globo Tahmek Yucatan 2026, Meksiko
Berita
Dimas D. Pradikta 03 Aug 2026
73

Balon Udara Wonosobo Go International, Jadi Wakil Indonesia di Festival del Globo Tahmek Yucatan 2026, Meksiko

‎WONOSOBO – Tradisi Balon Udara Wonosobo kembali mencatatkan capaian membanggakan di tingkat internasional. Untuk pertama kalinya, komunitas Balon Udara Wonosobo dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang Festival del Globo Tahmek Yucatán 2026 yang akan berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 di Yucatán, Meksiko.‎Keikutsertaan tersebut menjadi istimewa karena bukan melalui mekanisme pendaftaran, melainkan berdasarkan undangan resmi dari penyelenggara festival. Undangan itu diberikan sebagai bentuk pengakuan atas eksistensi serta reputasi Balon Udara Wonosobo yang telah dikenal oleh komunitas balon udara di berbagai negara.‎Festival del Globo Tahmek tahun ini akan menghadirkan peserta dari enam negara, yakni Meksiko sebagai tuan rumah, Prancis, Brasil, Kolombia, El Salvador, serta Indonesia yang diwakili secara eksklusif oleh Komunitas Balon Udara Wonosobo.‎Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut merupakan kebanggaan sekaligus peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi wisata Wonosobo kepada masyarakat internasional.‎"Keikutsertaan Balon Udara Wonosobo dalam Festival del Globo Tahmek merupakan kehormatan bagi daerah kami. Momentum ini menjadi kesempatan untuk mengenalkan budaya, kreativitas masyarakat, serta berbagai potensi pariwisata Wonosobo kepada dunia," ujarnya Senin 3 Agustus 2026.‎Menurut Fahmi, Balon Udara Wonosobo kini tidak sekadar menjadi tradisi masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi telah berkembang sebagai ikon budaya sekaligus atraksi wisata yang memiliki daya tarik kuat.‎Sebagai representasi daerah, Wonosobo akan membawa dua balon udara tradisional dengan desain khusus. Kedua balon tersebut akan menampilkan berbagai unsur budaya serta destinasi unggulan Kabupaten Wonosobo sebagai media promosi di hadapan masyarakat internasional.‎"Melalui desain balon yang diterbangkan nanti, kami ingin memperkenalkan kekayaan wisata dan budaya Wonosobo kepada masyarakat dari berbagai negara, termasuk kawasan Amerika Latin. Ini merupakan bagian dari strategi promosi daerah di tingkat global," lanjutnya.‎Membawa Semangat Persahabatan Antarbangsa‎Dalam festival tersebut, Indonesia akan diwakili oleh Ketua Komunitas Balon Udara Wonosobo, Agam Setyobudi, bersama Arma Deni Kurniawandari dari Around Me. Selain mendampingi seluruh rangkaian kegiatan, Arma juga akan mendokumentasikan perjalanan tersebut sebagai bagian dari upaya promosi Balon Udara Wonosobo kepada masyarakat yang lebih luas.‎Salah satu balon yang diterbangkan dirancang dengan memadukan unsur budaya Indonesia dan Meksiko sebagai simbol persahabatan kedua negara. Sementara balon lainnya mengangkat identitas budaya serta kekayaan destinasi wisata Kabupaten Wonosobo.‎Agam Setyobudi menyebut undangan tersebut sebagai bentuk pengakuan dunia terhadap tradisi Balon Udara Wonosobo.‎"Indonesia hanya diwakili oleh Wonosobo. Ini merupakan kebanggaan sekaligus amanah bagi kami untuk menunjukkan bahwa Balon Udara Wonosobo memiliki kualitas, kreativitas, dan nilai budaya yang layak diperkenalkan di tingkat internasional," katanya.‎Ia menjelaskan, undangan dari panitia Festival del Globo Tahmek bermula dari rekomendasi peserta asal Brasil yang pernah mengikuti Festival Mudik Balon Wonosobo pada tahun 2025. Melalui jejaring tersebut, penyelenggara di Meksiko kemudian menghubungi Komunitas Balon Udara Wonosobo dan mengundangnya secara langsung.‎"Kami tidak mengajukan pendaftaran. Panitia menghubungi langsung setelah mengenal tradisi Balon Udara Wonosobo melalui jaringan internasional. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi masyarakat Wonosobo telah mendapatkan perhatian dari dunia," jelas Agam.‎Persiapan balon dilakukan secara gotong royong oleh sekitar 20 pegiat balon dari berbagai komunitas di Wonosobo. Seluruh proses produksi dikerjakan bersama sebagai wujud semangat kolektif dalam membawa nama Indonesia di forum internasional.‎Walaupun delegasi Indonesia hanya terdiri atas dua orang, proses penerbangan balon selama festival akan didukung oleh kru lokal yang telah disiapkan penyelenggara.‎Agam juga menjelaskan adanya perbedaan konsep antara festival balon di Meksiko dan Wonosobo. Apabila di Wonosobo balon diterbangkan dengan sistem ditambatkan sesuai ketentuan keselamatan penerbangan di Indonesia, maka di Meksiko balon akan diterbangkan secara bebas menggunakan metode modern pada sore hingga malam hari sesuai kondisi cuaca setempat.‎"Semoga kesempatan ini semakin memperluas pengenalan Balon Udara Wonosobo di mata dunia sekaligus menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus melestarikan tradisi warisan leluhur," ujarnya.‎‎Memperluas Jejaring dan Promosi Daerah‎Bagi Pemerintah Kabupaten Wonosobo, partisipasi dalam Festival del Globo Tahmek tidak hanya dimaknai sebagai promosi budaya, tetapi juga menjadi langkah strategis memperkuat posisi Wonosobo sebagai destinasi wisata budaya yang mampu bersaing di tingkat global.‎Fahmi menilai keikutsertaan tersebut akan memperkaya portofolio Pemerintah Kabupaten Wonosobo maupun Komunitas Balon Udara Wonosobo dalam kegiatan balon udara berskala internasional.‎Selain memperkenalkan daerah kepada masyarakat dunia, festival tersebut juga membuka peluang bertukar pengalaman dengan komunitas balon dari berbagai negara, memperluas jejaring kerja sama, sekaligus mendorong inovasi pengembangan wisata balon di Wonosobo.‎"Kami berharap partisipasi ini memberikan dampak positif bagi pengembangan Balon Udara Wonosobo sebagai salah satu daya tarik wisata berkelas dunia," tuturnya.‎Ia menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir berbagai agenda wisata Wonosobo mulai mendapat perhatian masyarakat internasional. ‎Selain tradisi Balon Udara Wonosobo, sejumlah event seperti Festival Mudik Balon, Java Balloon Attraction, dan Dieng Caldera Race juga semakin dikenal dan menarik minat wisatawan maupun peserta dari luar negeri.‎Dukungan Pemerintah untuk Misi Budaya‎Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan delegasi ke Meksiko, baik melalui fasilitasi maupun dukungan pendanaan sesuai kemampuan daerah.‎Selain itu, Bupati Wonosobo turut membangun komunikasi dengan berbagai kementerian, lembaga pemerintah, serta badan usaha, di antaranya Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, dan PT Pertamina (Persero), guna mendukung pelaksanaan misi budaya tersebut.‎"Kami terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak agar keberangkatan delegasi dapat terlaksana dengan baik. Mereka tidak hanya membawa nama Wonosobo, tetapi juga mewakili Indonesia di ajang internasional," ujar Fahmi.‎Warisan Budaya yang Terus Mendunia‎Keikutsertaan Balon Udara Wonosobo di Festival del Globo Tahmek semakin bermakna karena berlangsung pada tahun yang sama ketika Budaya Balon Udara Tradisional Wonosobo resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. ‎Tradisi tersebut juga telah memperoleh pengakuan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK), yang semakin mengukuhkan identitas budaya masyarakat Wonosobo.‎Pengakuan tersebut menjadi landasan penting dalam upaya pelestarian sekaligus pengembangan Balon Udara Wonosobo sebagai atraksi wisata budaya yang aman, kreatif, dan memiliki daya saing di tingkat internasional.‎Melalui partisipasi di Festival del Globo Tahmek Yucatán 2026, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap Balon Udara Wonosobo semakin dikenal sebagai ikon budaya Indonesia yang mampu menjadi sarana diplomasi budaya, memperkuat promosi pariwisata daerah, memperluas jejaring kerja sama internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya.‎Keikutsertaan ini membuktikan bahwa tradisi yang lahir dari masyarakat Wonosobo tidak hanya mampu bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang hingga mendapat pengakuan di panggung dunia. ‎Berbekal semangat gotong royong, kreativitas masyarakat, dan dukungan berbagai pemangku kepentingan, Balon Udara Wonosobo diharapkan terus mengharumkan nama Wonosobo dan Indonesia di kancah internasional.***‎‎

‎Paragliding Culture Festival 2026 Sukses Sedot Ribuan Pengunjung, Padukan Olahraga Dirgantara dan Budaya di Wonosobo
Berita
Dimas D. Pradikta 29 Jul 2026
55

‎Paragliding Culture Festival 2026 Sukses Sedot Ribuan Pengunjung, Padukan Olahraga Dirgantara dan Budaya di Wonosobo

‎WONOSOBO – Paragliding Culture Festival 2026 berlangsung meriah dan sukses menjadi magnet wisata dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo.‎‎Kegiatan ini digelar selama dua hari, 25–26 Juli 2026 di Bukit Kekeb dan Lapangan Desa Lengkong, Kecamatan Garung, Wonosobo.‎‎Paragliding Culture Festival 2026 ini diikuti sekitar 50 atlet paralayang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, serta berhasil menarik ribuan pengunjung.‎‎Mengusung konsep perpaduan olahraga dirgantara dengan kekayaan budaya lokal, festival tahun ini menghadirkan pengalaman berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya.‎‎Selain menyuguhkan aksi para atlet menaklukkan langit Wonosobo, pengunjung juga disuguhi berbagai atraksi kreatif yang memadukan keindahan alam dengan seni dan budaya.‎‎Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Sri Fatonah W. Ismangil, menjelaskan bahwa Paragliding Culture Festival 2026 menjadi salah satu agenda unggulan untuk memperkenalkan potensi wisata Wonosobo melalui olahraga kedirgantaraan.‎‎"Sebanyak 50 atlet turut ambil bagian dalam festival ini. Mereka berasal dari Jakarta, Semarang, Purworejo, Temanggung, Banjarnegara, Kendal, Wonosobo, hingga peserta mancanegara asal China. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Bukit Kekeb semakin dikenal sebagai destinasi paralayang yang memiliki daya tarik dan potensi bertaraf internasional," ujarnya.‎‎Menurut Fatonah, salah satu daya tarik utama festival tahun ini adalah hadirnya kompetisi terbang dengan penilaian kreativitas kostum.‎‎Para peserta menampilkan beragam busana saat mengudara, mulai dari kostum tradisional yang mengangkat identitas budaya Nusantara hingga kostum unik dan atraktif yang mengundang gelak tawa para penonton.‎‎"Kompetisi kostum menjadi pembeda tahun ini. Tidak hanya mengedepankan kemampuan terbang, tetapi juga kreativitas peserta dalam menampilkan kostum yang menarik. Hal ini memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan," tambahnya.‎‎Selain kompetisi kostum, pengunjung juga berkesempatan merasakan sensasi terbang melalui atraksi tandem bersama pilot-pilot profesional berlisensi.‎‎Sejumlah pilot berasal dari Kalimantan, Jakarta, Yogyakarta, hingga pilot berpengalaman yang pernah meraih predikat juara dunia paralayang, turut memeriahkan festival tersebut.‎‎Fatonah menegaskan bahwa Paragliding Culture Festival tidak hanya dirancang sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai media promosi pariwisata yang mampu memperkenalkan keindahan alam Wonosobo kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.‎‎"Kami ingin menghadirkan sebuah festival yang menggabungkan olahraga, budaya, dan keindahan alam. Melalui kegiatan ini, Bukit Kekeb diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Wonosobo," jelasnya.‎Semarak festival tidak berhenti saat matahari terbenam. Pada Sabtu malam, ribuan masyarakat dari Wonosobo dan daerah sekitarnya memadati kawasan Lapangan Desa Lengkong untuk menikmati hiburan panggung dangdut campursari yang menghadirkan penyanyi Silvy Kumalasari.‎Suasana semakin memukau ketika ribuan lampion diterbangkan secara bersamaan, menghiasi langit Desa Lengkong dengan cahaya yang indah dan menciptakan panorama malam yang memikat.‎‎Momen tersebut menjadi salah satu atraksi paling dinantikan sekaligus menutup rangkaian hari pertama festival dengan penuh kemeriahan.‎‎Melalui penyelenggaraan Paragliding Culture Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap event ini dapat terus berkembang menjadi agenda wisata unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan perekonomian masyarakat, sekaligus memperkuat citra Wonosobo sebagai destinasi yang memadukan pesona alam, budaya, dan olahraga dalam satu pengalaman yang berkesan.***

Layanan Aplikasi

Jelajahi Layanan Digital Kabupaten Wonosobo

Akses cepat ke berbagai platform layanan publik digital resmi Pemkab Wonosobo.

Tanya Jawab

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Butuh informasi cepat? Temukan jawaban langsung untuk berbagai pertanyaan umum seputar layanan, pembinaan seni, and kepariwisataan Wonosobo.

Apa tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo?

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, pengembangan destinasi wisata, pemasaran pariwisata, pelestarian budaya, serta pembinaan pelaku usaha dan masyarakat pariwisata.

Bagaimana cara memperoleh informasi destinasi wisata di Wonosobo?

Informasi mengenai destinasi wisata, kalender event, berita, statistik, dan informasi lainnya dapat diakses melalui website resmi Disparbud Wonosobo.

Bagaimana cara mengajukan kerja sama atau kemitraan dengan Disparbud?

Masyarakat, komunitas, pelaku usaha, maupun instansi dapat mengirimkan surat permohonan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo melalui email resmi (disparbud@wonosobokab.go.id) atau datang langsung ke kantor pada jam kerja.

Bagaimana cara mendaftarkan event agar masuk Kalender Event Wonosobo?

Penyelenggara dapat mengajukan usulan kegiatan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan melampirkan proposal kegiatan, jadwal pelaksanaan, lokasi, serta informasi pendukung lainnya untuk dilakukan verifikasi.

Bagaimana cara mendaftarkan desa menjadi Desa Wisata?

Pemerintah Desa dapat mengajukan usulan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui kecamatan atau langsung kepada Disparbud dengan melampirkan profil desa, potensi wisata, kelembagaan, dan dokumen pendukung sesuai ketentuan. Link Tautan Self Assesment: w-sb.org/AsesmenDesaWisata

Bagaimana cara mendaftarkan objek budaya menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb)?

Usulan dapat diajukan oleh masyarakat, komunitas budaya, atau pemerintah desa kepada Disparbud dengan melengkapi data sejarah, dokumentasi, narasi budaya, dan bukti pendukung lainnya. Selanjutnya akan dilakukan proses inventarisasi, verifikasi, hingga pengusulan ke tingkat provinsi maupun nasional.

Apakah Disparbud melayani permohonan liputan media?

Ya. Media dapat mengajukan permohonan peliputan, wawancara, maupun data melalui Bidang Pemasaran atau Humas Disparbud dengan menyampaikan surat atau konfirmasi terlebih dahulu.

Apakah Disparbud menyediakan layanan perizinan usaha pariwisata?

Perizinan usaha pariwisata dilakukan melalui sistem OSS (Online Single Submission). Disparbud memberikan pendampingan, pembinaan, dan rekomendasi teknis sesuai kewenangannya.

Di mana lokasi kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo?

Kantor Disparbud beralamat di Jl. KH. Abdurrahman Wahid No.104 KM 2, Bugangan, Kalianget, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Jam layanan adalah Senin–Kamis pukul 07.00–16.00 WIB dan Jumat pukul 07.00–11.00 WIB.

Di mana saya dapat melihat berita terbaru dan agenda kegiatan Disparbud?

Seluruh berita, pengumuman, kalender kegiatan, informasi pariwisata, dan dokumentasi kegiatan dipublikasikan secara berkala di Website Resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo.

Bagaimana cara mengajukan Surat Pengesahan Kelompok Kesenian?

Pemohon dapat mengunduh formulir sesuai kebutuhan, melengkapi persyaratan yang diminta, kemudian mengajukan permohonan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo untuk dilakukan proses verifikasi. Permohonan Surat Pengesahan Baru: www.w-sb.org/FormPengesahanBaru Permohonan Perubahan Data Surat Pengesahan: www.w-sb.org/FormPerubahanSuratPengesahan

Bagaimana cara menghubungi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan?

Telepon: (0286) 321194 Email: disparbud@wonosobokab.go.id Website resmi Disparbud pada laman https://disparbud.wonosobokab.go.id/

Galeri Foto

Dokumentasi Kegiatan Kami

Kumpulan foto dokumentasi berbagai kegiatan dan program kerja.

Lihat Semua Galeri
PEMBERITAHUAN PEMADAMAN LISTRIK UNTUK PARADE TAPA BISU

PEMBERITAHUAN PEMADAMAN LISTRIK UNTUK PARADE TAPA BISU

23 July 2026

Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo

Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo

21 July 2026

Melihat Wonosobo dari sudut pandang yang berbeda. Dari ketinggian Bukit Kekep, hamparan alam yang hijau berpadu dengan langit biru, menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan. Wonosobo Paragliding Culture Festival 2026 menjadi momentum menikmati keindahan alam sekaligus merayakan kekayaan budaya lokal melalui sport tourism

Melihat Wonosobo dari sudut pandang yang berbeda. Dari ketinggian Bukit Kekep, hamparan alam yang hijau berpadu dengan langit biru, menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan. Wonosobo Paragliding Culture Festival 2026 menjadi momentum menikmati keindahan alam sekaligus merayakan kekayaan budaya lokal melalui sport tourism

21 July 2026