Pencarian Global

Berita & Informasi

Postingan Terbaru Dari Kami

Terhubung dengan setiap perkembangan pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Wonosobo.

Lihat Semua Berita
Pengambilan Air Suci Hari Jadi ke-201 Wonosobo, Pemkab Libatkan Lintas OPD Lestarikan Tradisi Budaya
Berita
Dimas D. Pradikta 17 Jul 2026
20

Pengambilan Air Suci Hari Jadi ke-201 Wonosobo, Pemkab Libatkan Lintas OPD Lestarikan Tradisi Budaya

WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo melaksanakan prosesi pengambilan air suci di enam mata air bersejarah pada Kamis 16 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201.Kegiatan yang sarat akan nilai budaya, spiritual, dan penghormatan terhadap alam tersebut melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI), serta unsur masyarakat. Adapun pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo.Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Disparbud Kabupaten Wonosobo, Sri Fatonah W. Ismangil, menyampaikan bahwa prosesi pengambilan air suci merupakan salah satu tradisi penting dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Wonosobo yang tidak hanya memiliki makna seremonial, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap sumber kehidupan serta pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur."Tradisi pengambilan air suci menjadi pengingat bahwa masyarakat Wonosobo memiliki hubungan yang erat dengan alam dan budaya. Nilai gotong royong, penghormatan kepada leluhur, serta rasa syukur atas anugerah sumber daya alam perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman," ujar Sri Fatonah.Untuk menjangkau seluruh lokasi pengambilan air suci secara efektif, Pemerintah Kabupaten Wonosobo membagi rombongan menjadi tiga tim yang bergerak secara bersamaan menuju enam sumber mata air yang telah ditetapkan sebagai bagian dari prosesi Hari Jadi Kabupaten Wonosobo.Salah satu rombongan, Tim 2, dipimpin oleh Inspektur Daerah Kabupaten Wonosobo, Supriyadi, dengan koordinasi lapangan oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disparbud Kabupaten Wonosobo. Tim tersebut melibatkan unsur lintas OPD, panitia Hari Jadi Kabupaten Wonosobo, perwakilan MLKI, serta pemerintah desa dan kelurahan di lokasi kegiatan.Dalam pelaksanaannya, Tim 2 melaksanakan prosesi pengambilan air suci di Tuk Kaliasem, Desa Gondang, Tuk Tempurung, Kelurahan Jaraksari, dan Tuk Mudal.Di setiap lokasi, rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi Nyuwun Palilah, dilanjutkan doa bersama, kemudian pengambilan air suci oleh MLKI didampingi pemerintah desa maupun kelurahan setempat sebagai simbol persatuan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.Sementara itu, Tim 1 dan Tim 3 secara bersamaan melaksanakan prosesi serupa di sumber mata air lainnya, yakni di Tuk Bima Lukar dan Tuk Gua Sumur yang berada di Kawasan Dieng serta Tuk Surodilogo di Desa Pagerejo. Seluruh air suci yang diperoleh dari enam mata air tersebut kemudian dihimpun sebagai bagian dari rangkaian prosesi Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201.Sri Fatonah menambahkan, kolaborasi lintas OPD dan berbagai elemen masyarakat dalam prosesi ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam menjaga keberlangsungan tradisi daerah sebagai bagian dari identitas budaya."Melalui rangkaian Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201 ini, kami berharap masyarakat semakin bangga terhadap budaya daerahnya. Tradisi seperti pengambilan air suci harus terus dijaga karena merupakan kekayaan budaya yang memiliki makna filosofis mendalam dan menjadi bagian penting dari jati diri Kabupaten Wonosobo," pungkasnya.Sebagai tambahan informasi, pengambilan mata air yang berlokasi di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto akan berlangsung pada Kamis 23 Juli 2026, di mulai pukul 07.30 wib.***

Ribuan Peserta Semarakkan Funwalk #2 Hari Jadi Wonosobo, Wisata Kebun Teh Bedakah jadi Magnet Baru Sport Tourism
Berita
Dimas D. Pradikta 13 Jul 2026
12

Ribuan Peserta Semarakkan Funwalk #2 Hari Jadi Wonosobo, Wisata Kebun Teh Bedakah jadi Magnet Baru Sport Tourism

Wonosobo – Hamparan hijau Kebun Teh Bedakah, Kecamatan Kertek, dipenuhi ribuan peserta yang mengikuti Funwalk #2 dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201, Minggu 12 Juli 2026. Kegiatan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Suara Merdeka tersebut menjadi perpaduan antara olahraga, rekreasi, dan promosi destinasi wisata.Sejak pagi, peserta dari berbagai wilayah di Wonosobo maupun luar daerah telah memadati lokasi. Setelah mengikuti senam bersama, mereka menempuh rute sekitar empat kilometer yang melintasi kawasan Kebun Teh Tambi. Udara sejuk pegunungan dan panorama kebun teh menjadi daya tarik tersendiri yang membuat perjalanan terasa menyenangkan.Direktur Bisnis Suara Merdeka, Tulung, mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam menghadirkan kegiatan yang mampu mengangkat potensi wisata daerah."Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya diajak membiasakan pola hidup sehat, tetapi juga menikmati sekaligus mengenal potensi wisata yang dimiliki Wonosobo. Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana promosi yang mampu menarik lebih banyak wisatawan serta mendorong pengembangan wilayah secara berkelanjutan," ujarnya.Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, Riyatno, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme peserta menjadi bukti semakin berkembangnya minat masyarakat terhadap aktivitas olahraga yang dipadukan dengan wisata alam."Ketika olahraga dipadukan dengan potensi wisata seperti Kebun Teh Bedakah, hasilnya bukan hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian lokal," ungkapnya.Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menilai penyelenggaraan Funwalk menjadi salah satu strategi memperkuat daya tarik wisata melalui penyelenggaraan event yang berkualitas."Kami ingin menghadirkan lebih banyak kegiatan yang membuat wisatawan datang, tinggal lebih lama, dan kembali lagi ke Wonosobo. Event seperti Funwalk tidak hanya mengenalkan keindahan alam Kebun Teh Bedakah, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha wisata, UMKM, hingga ekonomi kreatif di sekitar lokasi. Harapannya, kalender event seperti ini mampu menjaga kunjungan wisata tetap stabil sepanjang tahun," tutur Fahmi.Ia menambahkan, Disparbud Wonosobo terus mendorong pengembangan konsep sport tourism sebagai bagian dari upaya memperluas promosi destinasi wisata unggulan Kabupaten Wonosobo. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, penyelenggaraan event diharapkan semakin beragam dan mampu menjangkau lebih banyak wisatawan.Usai seluruh peserta menyelesaikan rute, kemeriahan berlanjut dengan pengundian berbagai doorprize yang disambut antusias. Acara kemudian ditutup dengan hiburan yang menambah semarak perayaan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201 sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam memajukan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event yang kreatif, sehat, dan berkelanjutan.***

Sindoro Sumbing Triathlon, Duathlon, dan Aquathlon #7 Perkuat Sport Tourism Wonosobo, Disparbud Apresiasi Dampak bagi Pariwisata Daerah
Berita
Dimas D. Pradikta 13 Jul 2026
26

Sindoro Sumbing Triathlon, Duathlon, dan Aquathlon #7 Perkuat Sport Tourism Wonosobo, Disparbud Apresiasi Dampak bagi Pariwisata Daerah

WONOSOBO – Kejuaraan Sindoro Sumbing Triathlon, Duathlon, dan Aquathlon #7 sukses digelar di kawasan Telaga Bedakah, Desa Tlogomulyo, Kecamatan Kertek, Sabtu 11 Juli 2026. Event yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo ini diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, serta peserta mancanegara dari Belgia dan Singapura.Mengusung konsep sport tourism, kejuaraan tahunan tersebut kembali memadukan olahraga ketahanan dengan keindahan panorama alam Wonosobo. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana promosi destinasi wisata, mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, saat membuka kejuaraan menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara dan peserta yang telah mendukung terselenggaranya event secara konsisten hingga memasuki tahun ketujuh.Menurutnya, perkembangan jumlah peserta dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa olahraga triathlon beserta cabangnya semakin dikenal dan diminati masyarakat. Penambahan nomor aquathlon juga menjadi langkah positif untuk memperluas kesempatan bagi atlet pemula sekaligus memperkenalkan cabang olahraga endurance kepada masyarakat yang lebih luas."Sport tourism merupakan salah satu strategi promosi daerah yang mampu menggabungkan olahraga, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami berharap peserta tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga menikmati keindahan alam dan keramahan masyarakat Wonosobo," ujar Bupati.Kejuaraan tahun ini mempertandingkan tiga kategori, yakni Triathlon (renang, sepeda, lari), Duathlon (sepeda dan lari), serta Aquathlon (renang dan lari). Perlombaan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan tantangan suhu air Telaga Bedakah yang mencapai kisaran 10–12 derajat Celsius, memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta.Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ketujuh ini menyediakan total hadiah sebesar Rp120 juta. Menurutnya, karakteristik Telaga Bedakah yang berada di kaki Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, dengan udara sejuk, kontur berbukit, dan panorama perkebunan teh, menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain.Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus mendorong pengembangan sport tourism ke berbagai kawasan potensial lainnya, sehingga manfaat ekonomi dari penyelenggaraan event dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, turut mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon, Duathlon, dan Aquathlon yang secara konsisten menjadi salah satu agenda unggulan dalam kalender event Kabupaten Wonosobo."Event seperti Sindoro Sumbing Triathlon tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga berkualitas, tetapi juga menjadi media promosi destinasi yang sangat efektif. Kehadiran atlet, ofisial, keluarga peserta, maupun wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata, mulai dari tingkat hunian akomodasi, kunjungan ke destinasi wisata, kuliner, hingga produk ekonomi kreatif masyarakat," ungkap Fahmi.Ia menambahkan bahwa Disparbud Wonosobo terus mendorong penyelenggaraan berbagai event berbasis olahraga, budaya, maupun ekonomi kreatif sebagai strategi meningkatkan kunjungan wisatawan sepanjang tahun."Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan event ini. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berkembang dan mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung serta wisatawan untuk berlibur di Wonosobo. Semakin banyak event berkualitas yang diselenggarakan, maka semakin besar pula dampaknya terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat," tambahnya.***

Layanan Aplikasi

Jelajahi Layanan Digital Kabupaten Wonosobo

Akses cepat ke berbagai platform layanan publik digital resmi Pemkab Wonosobo.

Tanya Jawab

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Butuh informasi cepat? Temukan jawaban langsung untuk berbagai pertanyaan umum seputar layanan, pembinaan seni, and kepariwisataan Wonosobo.

Apa tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo?

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, pengembangan destinasi wisata, pemasaran pariwisata, pelestarian budaya, serta pembinaan pelaku usaha dan masyarakat pariwisata.

Bagaimana cara memperoleh informasi destinasi wisata di Wonosobo?

Informasi mengenai destinasi wisata, kalender event, berita, statistik, dan informasi lainnya dapat diakses melalui website resmi Disparbud Wonosobo.

Bagaimana cara mengajukan kerja sama atau kemitraan dengan Disparbud?

Masyarakat, komunitas, pelaku usaha, maupun instansi dapat mengirimkan surat permohonan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo melalui email resmi (disparbud@wonosobokab.go.id) atau datang langsung ke kantor pada jam kerja.

Bagaimana cara mendaftarkan event agar masuk Kalender Event Wonosobo?

Penyelenggara dapat mengajukan usulan kegiatan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan melampirkan proposal kegiatan, jadwal pelaksanaan, lokasi, serta informasi pendukung lainnya untuk dilakukan verifikasi.

Bagaimana cara mendaftarkan desa menjadi Desa Wisata?

Pemerintah Desa dapat mengajukan usulan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui kecamatan atau langsung kepada Disparbud dengan melampirkan profil desa, potensi wisata, kelembagaan, dan dokumen pendukung sesuai ketentuan. Link Tautan Self Assesment: w-sb.org/AsesmenDesaWisata

Bagaimana cara mendaftarkan objek budaya menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb)?

Usulan dapat diajukan oleh masyarakat, komunitas budaya, atau pemerintah desa kepada Disparbud dengan melengkapi data sejarah, dokumentasi, narasi budaya, dan bukti pendukung lainnya. Selanjutnya akan dilakukan proses inventarisasi, verifikasi, hingga pengusulan ke tingkat provinsi maupun nasional.

Apakah Disparbud melayani permohonan liputan media?

Ya. Media dapat mengajukan permohonan peliputan, wawancara, maupun data melalui Bidang Pemasaran atau Humas Disparbud dengan menyampaikan surat atau konfirmasi terlebih dahulu.

Apakah Disparbud menyediakan layanan perizinan usaha pariwisata?

Perizinan usaha pariwisata dilakukan melalui sistem OSS (Online Single Submission). Disparbud memberikan pendampingan, pembinaan, dan rekomendasi teknis sesuai kewenangannya.

Di mana lokasi kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo?

Kantor Disparbud beralamat di Jl. KH. Abdurrahman Wahid No.104 KM 2, Bugangan, Kalianget, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Jam layanan adalah Senin–Kamis pukul 07.00–16.00 WIB dan Jumat pukul 07.00–11.00 WIB.

Di mana saya dapat melihat berita terbaru dan agenda kegiatan Disparbud?

Seluruh berita, pengumuman, kalender kegiatan, informasi pariwisata, dan dokumentasi kegiatan dipublikasikan secara berkala di Website Resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo.

Bagaimana cara mengajukan Surat Pengesahan Kelompok Kesenian?

Pemohon dapat mengunduh formulir sesuai kebutuhan, melengkapi persyaratan yang diminta, kemudian mengajukan permohonan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo untuk dilakukan proses verifikasi. Permohonan Surat Pengesahan Baru: www.w-sb.org/FormPengesahanBaru Permohonan Perubahan Data Surat Pengesahan: www.w-sb.org/FormPerubahanSuratPengesahan

Bagaimana cara menghubungi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan?

Telepon: (0286) 321194 Email: disparbud@wonosobokab.go.id Website resmi Disparbud pada laman https://disparbud.wonosobokab.go.id/