Pencarian Global

Berita & Informasi

Postingan Terbaru Dari Kami

Terhubung dengan setiap perkembangan pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Wonosobo.

Lihat Semua Berita
Pemkab Wonosobo Perkuat Ekosistem Pariwisata melalui Tata Kelola dan Promosi Terpadu
Berita
Dimas D. Pradikta 04 Sep 2026
4

Pemkab Wonosobo Perkuat Ekosistem Pariwisata melalui Tata Kelola dan Promosi Terpadu

WONOSOBO – Penguatan tata kelola yang profesional, aman, berkelanjutan, serta strategi promosi yang terintegrasi menjadi fondasi penting dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata Kabupaten Wonosobo. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan, tetapi juga memastikan kehadiran pariwisata mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Sarasehan Tata Kelola Pariwisata sekaligus Pelantikan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Omah Wisata Kabupaten Wonosobo Masa Tugas 2025–2028, yang berlangsung di Pendopo Selatan Kabupaten Wonosobo, Kamis 3 September 2026.Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 40 pengurus BPPD Omah Wisata Kabupaten Wonosobo resmi dilantik. Komposisi kepengurusan terdiri dari empat unsur penasehat dan 36 unsur pelaksana. Andra Bharada dipercaya memimpin BPPD Omah Wisata Kabupaten Wonosobo untuk masa tugas 2025–2028.Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam sambutannya menyampaikan bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki kekuatan besar dalam mendukung pembangunan daerah.Menurutnya, pariwisata tidak sebatas berbicara mengenai keberadaan destinasi, tetapi juga bagaimana potensi alam, budaya, kreativitas, serta keramahan masyarakat dapat dikelola secara optimal sehingga memberikan manfaat nyata.“Destinasi harus dikelola dengan baik, pelayanan berkualitas, informasi mudah diperoleh, dan pengalaman wisatawan semakin baik,” tegasnya.Afif menyebut Wonosobo memiliki modal pariwisata yang sangat beragam. Mulai dari kawasan Dieng, Wadaslintang, pegunungan, telaga, air terjun, desa wisata, seni dan budaya, tradisi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga karakter masyarakat yang ramah. Seluruh potensi tersebut, menurutnya, perlu dikembangkan dan dikemas secara profesional agar mampu mengikuti perubahan kebutuhan serta perilaku wisatawan.Perubahan perilaku wisatawan saat ini membuat daya tarik sebuah destinasi tidak lagi hanya ditentukan oleh keindahan alamnya. Faktor keamanan, kenyamanan, aksesibilitas, kualitas pelayanan, kemudahan mendapatkan informasi, keaslian pengalaman, hingga tingkat kepercayaan terhadap destinasi di ruang digital turut menjadi pertimbangan dalam menentukan perjalanan wisata.Karena itu, keberhasilan sektor pariwisata tidak semata-mata diukur berdasarkan jumlah kunjungan. Lama tinggal wisatawan, perputaran belanja di daerah, kualitas pengalaman, serta seberapa besar manfaat ekonomi yang diterima masyarakat lokal juga menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan.“Pariwisata harus menjadi penggerak ekonomi daerah. Kehadiran wisatawan harus membuka peluang bagi petani, UMKM, kuliner, transportasi, perdagangan, ekonomi kreatif, seni budaya, industri rumah tangga, dan berbagai usaha masyarakat lainnya,” ujarnya.Pemerintah Kabupaten Wonosobo, lanjut Afif, juga memberikan ruang bagi investasi yang dapat memperkuat ekosistem pariwisata, membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja, sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat maupun daerah.Dengan ekosistem pariwisata yang semakin kuat, pertumbuhan sektor ini diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat perekonomian daerah serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).Pada sisi tata kelola, Afif menekankan perlunya pembenahan secara berkelanjutan agar pengelolaan pariwisata semakin transparan, terstandar, profesional, dan memiliki keberlanjutan jangka panjang.Aspek kebersihan, keamanan, kenyamanan, pelayanan, keterbukaan informasi, serta kapasitas pengelola perlu terus ditingkatkan. Pada saat yang sama, pengembangan pariwisata harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, ekosistem, sumber daya air, serta karakter sosial dan budaya masyarakat setempat.“Integritas, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme harus menjadi cara kita bekerja,” tegasnya.Promosi Harus Membangun Ketertarikan dan KepercayaanPerkembangan teknologi juga menjadi perhatian dalam strategi pemasaran pariwisata Wonosobo. Wisatawan saat ini semakin banyak memanfaatkan media sosial, mesin pencarian, video, ulasan, dan berbagai platform digital sebagai sumber informasi sebelum menentukan destinasi yang akan dikunjungi.Karena itu, promosi pariwisata tidak cukup hanya menyampaikan informasi mengenai keberadaan destinasi. Promosi perlu dikembangkan untuk membangun ketertarikan, meningkatkan kepercayaan, hingga mendorong wisatawan mengambil keputusan untuk datang dan berkunjung.Dalam konteks tersebut, keberadaan BPPD Omah Wisata diharapkan memiliki peran yang lebih strategis. BPPD tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana promosi, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan gagasan sekaligus motor penggerak pemasaran pariwisata Wonosobo.BPPD diharapkan mampu membaca perkembangan tren wisatawan, menentukan segmen pasar yang tepat, serta memperluas jejaring dengan biro perjalanan, platform digital, hotel, komunitas, media, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.Pengembangan paket wisata, penguatan storytelling destinasi, penyusunan kalender event, serta keterhubungan antara destinasi dengan UMKM dan sektor ekonomi kreatif juga dinilai penting.Langkah tersebut diperlukan untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih lengkap sekaligus mendorong wisatawan menikmati lebih banyak potensi yang ada di Wonosobo.“Brand pariwisata Wonosobo harus kuat dan konsisten. Bukan hanya dikenal karena sunrise di Dieng, tetapi juga karena alam, budaya, kuliner, petualangan, dan kehidupan masyarakatnya yang autentik,” ujarnya.Potensi destinasi yang selama ini belum dikemas secara optimal juga perlu terus dikembangkan agar dapat masuk dalam rangkaian perjalanan wisatawan. Dengan semakin banyak pilihan aktivitas dan destinasi, wisatawan diharapkan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama, meningkatkan belanja selama berada di Wonosobo, serta melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian aktif dari industri pariwisata.Kolaborasi Menjadi Kekuatan Pengembangan PariwisataPemerintah Kabupaten Wonosobo menyadari bahwa pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan oleh pemerintah secara mandiri.Keterlibatan dunia usaha, pemerintah desa, komunitas, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.BPPD Omah Wisata pun diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang terbuka, sehat, produktif, dan berorientasi pada hasil. Setiap program yang dijalankan diharapkan memiliki sasaran yang jelas, dapat dievaluasi, serta dilaksanakan dengan prinsip tanggung jawab.Pelantikan BPPD Omah Wisata masa tugas 2025–2028 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat promosi dan pemasaran, memperluas jejaring, serta meningkatkan citra destinasi Wonosobo di tengah dinamika dan persaingan industri pariwisata yang semakin berkembang.Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Tata Kelola Pariwisata Wonosobo yang menghadirkan tiga narasumber dengan sudut pandang berbeda namun saling melengkapi.Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja menyampaikan materi bertajuk “Tata Kelola Pariwisata yang Aman dan Tertib”. Materi tersebut menyoroti pentingnya keamanan dan ketertiban sebagai bagian tidak terpisahkan dari kualitas destinasi serta kenyamanan wisatawan.Berikutnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo membawakan materi “Tata Kelola Pariwisata yang Profesional dan Berkelanjutan”.Ia menekankan pentingnya pengelolaan pariwisata yang terintegrasi dan profesional dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.Sementara itu, Ketua BPPD Omah Wisata Kabupaten Wonosobo Andra Bharada menyampaikan materi “Strategi Promosi Wisata Daerah”, yang membahas penguatan promosi, pemasaran, jejaring, serta strategi pengemasan potensi wisata daerah agar semakin kompetitif.Andra menyampaikan komitmennya untuk bersama-sama memperkuat sektor pariwisata Wonosobo. Menurutnya, kemajuan pariwisata membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan destinasi wisata yang dikelola pemerintah maupun swasta agar mampu memberikan pengalaman yang semakin baik kepada wisatawan.Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem wisata yang saling terhubung dan mendukung, mulai dari destinasi, pelayanan, hingga sektor-sektor pendukung lainnya.Pengelolaan yang baik diperlukan agar kunjungan wisatawan tidak berhenti pada pola datang dan pulang dalam waktu singkat, tetapi dapat mendorong mereka untuk memperpanjang masa tinggal di Wonosobo.Dalam hal kebijakan perpajakan, Andra berharap kontribusi terhadap daerah tetap dapat berjalan seiring dengan perhatian terhadap keberlangsungan serta kemampuan pelaku usaha pariwisata.Dengan demikian, pertumbuhan sektor pariwisata dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.Sarasehan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan masukan yang dapat diterapkan dalam upaya memperbaiki tata kelola, meningkatkan kualitas destinasi dan pelayanan, memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian dan pendapatan daerah.Melalui kolaborasi, inovasi, adaptasi, dan profesionalisme, pariwisata Wonosobo diharapkan terus berkembang menjadi sektor yang semakin dikenal, semakin diminati, dan semakin berkualitas, sekaligus mampu menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah.***

Kadisparbud Wonosobo Apresiasi Sarasehan Kopi Slukatan, Dorong Potensi Lokal Jadi Daya Tarik Wisata
Berita
Dimas D. Pradikta 31 Aug 2026
31

Kadisparbud Wonosobo Apresiasi Sarasehan Kopi Slukatan, Dorong Potensi Lokal Jadi Daya Tarik Wisata

WONOSOBO – Sarasehan Kopi Slukatan dalam rangka Slametan Pascapanen Penggiat Kopi Slukatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan di Sumber Mata Air Mudal, Desa Slukatan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Senin 31 Agustus 2026.Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tersebut menjadi momentum untuk mengangkat potensi kopi lokal sekaligus memperkenalkan beragam potensi Desa Wisata Slukatan.Sepanjang kegiatan, masyarakat dan wisatawan yang hadir disuguhkan kopi Slukatan secara gratis. Selain menikmati kopi, pengunjung juga dapat berinteraksi dengan masyarakat, para penggiat kopi, serta menikmati suasana alam pedesaan di sekitar Sumber Mata Air Mudal.Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, turut hadir langsung pada siang hari untuk melihat kegiatan tersebut. Fahmi hadir didampingi Sri Rejeki Kepala UPTD Objek Wisata serta Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disparbud Wonosobo, Dimas D. Pradikta dan Rohmat Syahru R.Dalam kunjungannya, Fahmi turut menikmati kopi lokal yang disajikan para penggiat kopi Slukatan. Ia juga berdialog dengan pengelola desa wisata, masyarakat, dan penggiat kopi untuk mendengarkan perkembangan, potensi, serta berbagai upaya yang telah dilakukan dalam mengembangkan Desa Wisata Slukatan.Fahmi mengapresiasi terselenggaranya Sarasehan Kopi Slukatan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk syukur atas hasil panen kopi, tetapi juga dapat menjadi ruang promosi potensi desa sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.“Kegiatan seperti ini sangat positif. Kopi bukan hanya tentang rasa, tetapi ada cerita petani, alam, dan masyarakat di dalamnya. Ketika dikemas menjadi bagian dari aktivitas wisata, tentu dapat memberikan pengalaman yang menarik bagi wisatawan,” ujar Fahmi.Ia juga memberikan sejumlah saran dan masukan kepada pengelola desa wisata maupun penggiat kopi Slukatan. Fahmi mendorong agar potensi kopi lokal terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas produk, penyajian, pelayanan, maupun promosi melalui media digital.Selain memberikan masukan, Fahmi juga memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Desa Wisata Slukatan.“Kami memberikan apresiasi sekaligus semangat kepada pengelola desa wisata, masyarakat dan para penggiat kopi Slukatan. Terus dikembangkan, terus berinovasi dan dikemas dengan baik. Jangan berhenti pada event-nya saja, tetapi bagaimana potensi yang ada bisa berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.Survei Potensi Curug yang Belum TereksposTidak hanya mengunjungi lokasi Sarasehan Kopi, dalam kesempatan tersebut Fahmi juga turut meninjau potensi wisata alam lain yang berada di wilayah Desa Wisata Slukatan.Salah satunya adalah lokasi curug atau air terjun yang hingga saat ini masih belum banyak terekspos kepada masyarakat maupun wisatawan.Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung potensi yang dapat dikembangkan dan dikemas menjadi daya tarik wisata baru di Desa Wisata Slukatan.Fahmi mengapresiasi berbagai potensi alam yang dimiliki Slukatan dan mendorong agar pengembangannya dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kelestarian lingkungan, kesiapan masyarakat, serta konsep pengelolaan wisata yang berkelanjutan.Menurutnya, keberadaan potensi alam seperti curug dapat menjadi tambahan pilihan bagi wisatawan, terlebih jika nantinya dapat diintegrasikan dengan potensi lain yang sudah berkembang, termasuk kopi, budaya, serta kehidupan masyarakat desa.Golek Tholo Dihidupkan Kembali Jadi Paket Wisata EdukasiSelain potensi alam dan kopi, Fahmi juga mengapresiasi upaya masyarakat dan pengelola Desa Wisata Slukatan dalam menggeliatkan kembali salah satu objek pemajuan kebudayaan, yakni Golek Tholo.Upaya menghidupkan kembali Golek Tholo dinilai menjadi langkah positif dalam menjaga keberadaan budaya lokal sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda dan wisatawan.Menariknya, Golek Tholo tidak hanya dilestarikan sebagai kesenian atau tradisi, tetapi juga mulai dikemas menjadi bagian dari paket wisata edukasi. Dengan konsep tersebut, wisatawan dapat memperoleh pengalaman mengenal budaya lokal secara lebih dekat sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.Fahmi menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, pengembangan desa wisata akan semakin kuat apabila mampu menggabungkan potensi alam, budaya, produk lokal, serta aktivitas masyarakat menjadi sebuah pengalaman wisata yang utuh.“Ini yang menarik, bagaimana potensi budaya yang ada tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikemas menjadi pengalaman edukasi bagi wisatawan. Golek Tholo bisa menjadi bagian dari cerita Desa Wisata Slukatan dan dikenalkan kepada generasi muda maupun wisatawan,” jelasnya.Fahmi berharap berbagai potensi tersebut dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara masyarakat, pengelola desa wisata, pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, serta berbagai pihak lainnya.Sementara itu, Pengelola Desa Wisata Slukatan, Ahmad Hafid, mengatakan pihaknya terus berupaya mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki desa, mulai dari wisata alam, kopi, hingga budaya.Bagi wisatawan dari luar daerah, Desa Wisata Slukatan juga menyediakan homestay dengan konsep live in, sehingga wisatawan dapat merasakan langsung suasana dan aktivitas keseharian masyarakat desa.Informasi mengenai paket wisata, homestay, maupun berbagai kegiatan Desa Wisata Slukatan dapat diperoleh melalui akun Instagram dan TikTok @desawisataslukatan.***

‎Wisata Sambil Ngopi, Sarasehan Kopi Slukatan Siap Sambut Wisatawan, Yuk Agendakan! Senin 31 Agustus 2026
Berita
Dimas D. Pradikta 29 Aug 2026
36

‎Wisata Sambil Ngopi, Sarasehan Kopi Slukatan Siap Sambut Wisatawan, Yuk Agendakan! Senin 31 Agustus 2026

‎‎Wonosobo – Ingin menikmati suasana desa yang asri, merasakan hangatnya kopi lokal, sekaligus mendapatkan pengalaman wisata yang berbeda? Desa Wisata Slukatan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, siap menyambut wisatawan dalam gelaran Sarasehan Kopi Slukatan, Senin 31 Agustus 2026.‎Mengusung tema “Slametan Pascapanen Penggiat Kopi Slukatan”, kegiatan ini akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Sumber Mata Air Mudal, Slukatan.‎Tak hanya menjadi ajang syukuran atas hasil panen kopi, Sarasehan Kopi Slukatan juga menjadi kesempatan bagi wisatawan untuk datang, menikmati kopi lokal, berinteraksi dengan masyarakat, sekaligus mengabadikan berbagai momen menarik di Desa Wisata Slukatan.‎Suasana alam pedesaan, sumber mata air, aktivitas masyarakat, hingga sajian kopi lokal menjadi bagian dari pengalaman yang dapat dinikmati wisatawan ketika berkunjung.‎Camat Mojotengah, Eko Widi, mengajak masyarakat luas, khususnya wisatawan, untuk datang dan turut merasakan suasana kegiatan tersebut.‎“Kami mengajak masyarakat dan wisatawan untuk datang ke Slukatan. Selain menikmati kopi lokal, pengunjung juga dapat menikmati suasana alam dan melihat langsung potensi yang dimiliki Desa Wisata Slukatan. Mari datang, berinteraksi, dan ikut merasakan kebersamaan masyarakat,” ujar Eko Widi.‎Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan potensi desa sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat mengenal dan berkunjung ke Desa Wisata Slukatan.‎Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa kopi dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal lebih jauh kehidupan dan potensi masyarakat desa.‎“Kopi bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang cerita. Ada cerita petani, cerita alam, dan cerita masyarakat yang berada di balik setiap cangkir kopi. Melalui Sarasehan Kopi Slukatan, wisatawan dapat datang dan mendapatkan pengalaman langsung tentang potensi lokal yang ada di desa,” kata Fahmi.‎Fahmi juga mengajak wisatawan untuk tidak sekadar datang menikmati kopi, tetapi turut mengabadikan momen dan membagikan pengalaman mereka selama berada di Desa Wisata Slukatan melalui media sosial.‎“Kami berharap wisatawan yang datang dapat menikmati suasana Slukatan, mengabadikan momen-momen menarik, kemudian membagikannya di media sosial. Dengan begitu, semakin banyak orang yang mengenal potensi Desa Wisata Slukatan dan tertarik untuk datang berkunjung,” imbuhnya.‎Bagi wisatawan yang ingin mencari pengalaman berbeda, Sarasehan Kopi Slukatan dapat menjadi pilihan untuk mengisi akhir bulan dengan aktivitas yang sederhana namun penuh cerita. Datang bersama keluarga, sahabat, komunitas, maupun teman seperjalanan.‎Pengelola Desa Wisata Slukatan, Ahmad Hafid, menambahkan bahwa wisatawan dari luar kota tidak perlu khawatir mencari tempat menginap. Desa Wisata Slukatan juga menyediakan homestay dengan konsep live in, sehingga wisatawan dapat merasakan langsung suasana kehidupan masyarakat dan keseharian warga desa.‎“Wisatawan yang ingin menginap dan menikmati suasana desa bisa memanfaatkan homestay yang kami sediakan dengan konsep live in,” ujarnya.‎Informasi lebih lanjut mengenai paket wisata, homestay, maupun kegiatan di Desa Wisata Slukatan dapat diperoleh melalui akun Instagram dan TikTok @desawisataslukatan.‎Yuk, nikmati kopi lokal, rasakan kesejukan suasana desa, temui keramahan masyarakat, dan jangan lupa abadikan momen terbaikmu di Slukatan.‎Catat waktunya! Sarasehan Kopi Slukatan, dalam rangka slametan pascapanen penggiat Kopi Slukatan, Senin 31 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Sumber Mata Air Mudal, Desa Slukatan, Mojotengah, Wonosobo.‎Abadikan dan berbagi cerita, karena mungkin, momen terbaik liburanmu bukan di tempat yang jauh, tetapi di sebuah desa yang menyimpan cerita dalam secangkir kopi.***‎

Layanan Aplikasi

Jelajahi Layanan Digital Kabupaten Wonosobo

Akses cepat ke berbagai platform layanan publik digital resmi Pemkab Wonosobo.

Tanya Jawab

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Butuh informasi cepat? Temukan jawaban langsung untuk berbagai pertanyaan umum seputar layanan, pembinaan seni, and kepariwisataan Wonosobo.

Apa tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo?

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, pengembangan destinasi wisata, pemasaran pariwisata, pelestarian budaya, serta pembinaan pelaku usaha dan masyarakat pariwisata.

Bagaimana cara memperoleh informasi destinasi wisata di Wonosobo?

Informasi mengenai destinasi wisata, kalender event, berita, statistik, dan informasi lainnya dapat diakses melalui website resmi Disparbud Wonosobo.

Bagaimana cara mengajukan kerja sama atau kemitraan dengan Disparbud?

Masyarakat, komunitas, pelaku usaha, maupun instansi dapat mengirimkan surat permohonan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo melalui email resmi (disparbud@wonosobokab.go.id) atau datang langsung ke kantor pada jam kerja.

Bagaimana cara mendaftarkan event agar masuk Kalender Event Wonosobo?

Penyelenggara dapat mengajukan usulan kegiatan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan melampirkan proposal kegiatan, jadwal pelaksanaan, lokasi, serta informasi pendukung lainnya untuk dilakukan verifikasi.

Bagaimana cara mendaftarkan desa menjadi Desa Wisata?

Pemerintah Desa dapat mengajukan usulan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui kecamatan atau langsung kepada Disparbud dengan melampirkan profil desa, potensi wisata, kelembagaan, dan dokumen pendukung sesuai ketentuan. Link Tautan Self Assesment: w-sb.org/AsesmenDesaWisata

Bagaimana cara mendaftarkan objek budaya menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb)?

Usulan dapat diajukan oleh masyarakat, komunitas budaya, atau pemerintah desa kepada Disparbud dengan melengkapi data sejarah, dokumentasi, narasi budaya, dan bukti pendukung lainnya. Selanjutnya akan dilakukan proses inventarisasi, verifikasi, hingga pengusulan ke tingkat provinsi maupun nasional.

Apakah Disparbud melayani permohonan liputan media?

Ya. Media dapat mengajukan permohonan peliputan, wawancara, maupun data melalui Bidang Pemasaran atau Humas Disparbud dengan menyampaikan surat atau konfirmasi terlebih dahulu.

Apakah Disparbud menyediakan layanan perizinan usaha pariwisata?

Perizinan usaha pariwisata dilakukan melalui sistem OSS (Online Single Submission). Disparbud memberikan pendampingan, pembinaan, dan rekomendasi teknis sesuai kewenangannya.

Di mana lokasi kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo?

Kantor Disparbud beralamat di Jl. KH. Abdurrahman Wahid No.104 KM 2, Bugangan, Kalianget, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Jam layanan adalah Senin–Kamis pukul 07.00–16.00 WIB dan Jumat pukul 07.00–11.00 WIB.

Di mana saya dapat melihat berita terbaru dan agenda kegiatan Disparbud?

Seluruh berita, pengumuman, kalender kegiatan, informasi pariwisata, dan dokumentasi kegiatan dipublikasikan secara berkala di Website Resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo.

Bagaimana cara mengajukan Surat Pengesahan Kelompok Kesenian?

Pemohon dapat mengunduh formulir sesuai kebutuhan, melengkapi persyaratan yang diminta, kemudian mengajukan permohonan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo untuk dilakukan proses verifikasi. Permohonan Surat Pengesahan Baru: www.w-sb.org/FormPengesahanBaru Permohonan Perubahan Data Surat Pengesahan: www.w-sb.org/FormPerubahanSuratPengesahan

Bagaimana cara menghubungi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan?

Telepon: (0286) 321194 Email: disparbud@wonosobokab.go.id Website resmi Disparbud pada laman https://disparbud.wonosobokab.go.id/

Galeri Foto

Dokumentasi Kegiatan Kami

Kumpulan foto dokumentasi berbagai kegiatan dan program kerja.

Lihat Semua Galeri
PEMBERITAHUAN PEMADAMAN LISTRIK UNTUK PARADE TAPA BISU

PEMBERITAHUAN PEMADAMAN LISTRIK UNTUK PARADE TAPA BISU

23 July 2026

Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo

Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo

21 July 2026

Melihat Wonosobo dari sudut pandang yang berbeda. Dari ketinggian Bukit Kekep, hamparan alam yang hijau berpadu dengan langit biru, menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan. Wonosobo Paragliding Culture Festival 2026 menjadi momentum menikmati keindahan alam sekaligus merayakan kekayaan budaya lokal melalui sport tourism

Melihat Wonosobo dari sudut pandang yang berbeda. Dari ketinggian Bukit Kekep, hamparan alam yang hijau berpadu dengan langit biru, menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan. Wonosobo Paragliding Culture Festival 2026 menjadi momentum menikmati keindahan alam sekaligus merayakan kekayaan budaya lokal melalui sport tourism

21 July 2026