Pencarian Global

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan - Yuk Ke Wonosobo Aja

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Berita & Informasi

Postingan Terbaru Dari Kami

Terhubung dengan setiap perkembangan pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Wonosobo.

Lihat Semua Berita
Menteri Ekraf Kunjungi Wonosobo, Desa Kadipaten Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal
Berita
Dimas D. Pradikta 02 Nov 2026
8

Menteri Ekraf Kunjungi Wonosobo, Desa Kadipaten Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal

WONOSOBO – Pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal terus didorong sebagai salah satu strategi memperkuat perekonomian masyarakat. Kabupaten Wonosobo menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian pemerintah pusat melalui kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam kegiatan Aktivasi Desa Kreatif di Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Minggu 1 November 2026.Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong desa agar mampu mengoptimalkan kekayaan budaya, sejarah, serta kreativitas masyarakat menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki nilai tambah dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perekonomian nasional melalui pengembangan potensi daerah.Dalam kesempatan tersebut, Teuku Riefky menilai Desa Kadipaten memiliki modal yang kuat untuk dikembangkan sebagai desa kreatif. Potensi budaya, sejarah, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di tingkat desa.Menurutnya, kekayaan budaya dan sejarah perlu mendapatkan sentuhan inovasi, kreativitas, serta teknologi agar tidak hanya menjadi identitas yang dilestarikan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat."Budaya dan sejarah adalah hulunya. Kemudian, ketika di hilir disentuh dengan inovasi, kreativitas, dan teknologi, potensi tersebut dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi kreatif. Tujuannya agar akar budaya yang dimiliki masyarakat tidak hanya terjaga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi," terangnya.Sebagai bentuk implementasi pengembangan ekosistem tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif meninjau empat titik aktivasi di Desa Kadipaten. Kegiatan meliputi pengembangan musik berbasis komunitas di Balai Desa Kadipaten, pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pengembangan usaha di Dusun Giyanti, penguatan seni pertunjukan melalui pengenalan seni tradisi Bundengan, serta aktivasi ruang kreatif masyarakat.Keempat aktivitas tersebut menggambarkan bagaimana potensi komunitas, seni tradisi, dan pemanfaatan teknologi dapat dikembangkan secara terpadu untuk membangun ekosistem desa kreatif yang produktif.Menteri Ekonomi Kreatif berharap pengembangan inisiatif tersebut dapat terus diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Dengan demikian, potensi yang dimiliki masyarakat desa dapat berkembang lebih jauh menjadi bagian dari industri kreatif yang berkelanjutan.Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Wonosobo. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi dorongan sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk semakin serius mengembangkan industri kreatif dengan mengandalkan kekuatan dan karakteristik potensi lokal."Ini tentu menjadi motivasi bagi kami, Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Seluruh jajaran eksekutif dan legislatif memiliki komitmen untuk mengembangkan industri kreatif yang bertumpu pada potensi lokal, baik yang dimiliki para pelaku ekonomi kreatif, UMKM, maupun pelaku seni," kata Afif.Ia berharap langkah pengembangan yang dimulai dari Desa Kadipaten, termasuk Dusun Giyanti, dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Wonosobo untuk menggali dan mengembangkan potensi unggulan masing-masing.Afif juga menekankan pentingnya edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Pemanfaatan media sosial dan teknologi kecerdasan buatan dinilai dapat menjadi instrumen strategis untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing produk dan usaha masyarakat."Harapannya, potensi yang ada tidak hanya menjadi aktivitas masyarakat, tetapi dapat tumbuh menjadi industri ekonomi kreatif yang berkembang dan pada gilirannya meningkatkan perekonomian Kabupaten Wonosobo," ujarnya.Lebih lanjut, Bupati Afif menyampaikan bahwa kekuatan Desa Kadipaten tidak hanya terletak pada kekayaan seni budaya dan aktivitas UMKM, tetapi juga pada kehidupan sosial masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi, kerukunan, keamanan, dan kedamaian. Kondisi tersebut menjadi modal sosial yang penting dalam menciptakan ruang tumbuh bagi kreativitas, kolaborasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat.Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Wonosobo untuk memperkuat pengembangan ekonomi kreatif yang berangkat dari identitas dan keunggulan lokal.Menurut Fahmi, keberadaan Desa Kadipaten dengan kekayaan seni budaya, tradisi, serta kreativitas masyarakatnya menunjukkan bahwa potensi ekonomi kreatif di Wonosobo memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan. Namun, pengembangan tersebut perlu didukung dengan pendampingan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi produk, serta penguatan jejaring pemasaran.Ia menegaskan bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku seni budaya, UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan agar potensi yang ada dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi kreatif yang memiliki daya saing."Pengembangan desa kreatif tidak cukup hanya dengan mengangkat potensi yang sudah ada, tetapi juga bagaimana potensi tersebut dapat dikemas lebih inovatif, memiliki nilai tambah, dan memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat. Kami berharap Desa Kadipaten dapat menjadi salah satu contoh pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal yang bisa direplikasi di desa-desa lainnya di Kabupaten Wonosobo," ungkap Fahmi.Melalui kegiatan Aktivasi Desa Kreatif ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap pengembangan ekonomi kreatif dapat semakin terintegrasi dengan pelestarian kebudayaan dan penguatan sektor pariwisata.Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, pelaku seni, dan UMKM menjadi kunci untuk memperluas peluang usaha serta menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.Ke depan, Desa Kadipaten diharapkan tidak hanya dikenal sebagai wilayah yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi, tetapi juga mampu tumbuh sebagai ruang kreativitas dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan warga Wonosobo.***

Wonosobo Jadi Tuan Rumah Festival Musik Tradisi Indonesia 2026, Hadirkan Kolaborasi Seni dan Pelestarian Budaya
Berita
Dimas D. Pradikta 16 Okt 2026
67

Wonosobo Jadi Tuan Rumah Festival Musik Tradisi Indonesia 2026, Hadirkan Kolaborasi Seni dan Pelestarian Budaya

WONOSOBO – Kabupaten Wonosobo dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026, sebuah agenda kebudayaan berskala nasional hasil kolaborasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari seminar budaya, touring cagar budaya, mini expo UMKM kriya, hingga panggung utama dan Malam Apresiasi Seni yang melibatkan para pelaku seni dari berbagai daerah.Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa penyelenggaraan FMTI 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Wonosobo untuk memperkenalkan kekayaan seni, tradisi, dan warisan budaya kepada masyarakat luas.Menurutnya, kepercayaan menjadikan Wonosobo sebagai tuan rumah festival kebudayaan nasional merupakan kebanggaan sekaligus peluang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, seniman, budayawan, akademisi, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan.“Kepercayaan menjadikan Wonosobo sebagai tuan rumah Festival Musik Tradisi Indonesia 2026 merupakan kebanggaan sekaligus kesempatan bagi kami untuk menunjukkan potensi kebudayaan daerah. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI, kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi panggung apresiasi seni, tetapi juga memperkuat upaya pelestarian cagar budaya, mendorong perkembangan ekonomi kreatif, serta membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan,” ungkap Fahmi Hidayat, Jumat (16/10/2026).Rangkaian kegiatan FMTI 2026 diawali dengan seminar budaya pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Mangoenkoesoemo, Setda Kabupaten Wonosobo. Seminar ini menghadirkan pelaku seni Lukmanul Hakim dan akademisi etnomusikolog Zulkarnain Mistortaofy sebagai narasumber.Kegiatan tersebut melibatkan para seniman, budayawan, dan organisasi kebudayaan. Seminar diharapkan menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan mengenai perkembangan musik tradisi, tantangan pelestarian seni budaya, serta pentingnya peran komunitas dalam menjaga keberlangsungan tradisi di tengah dinamika zaman.Pada Minggu, 18 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan touring cagar budaya yang berlangsung pukul 08.00–14.00 WIB. Agenda kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Kementerian Kebudayaan RI ini diikuti oleh peserta dari Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan serta Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi.Sejumlah lokasi bersejarah menjadi bagian dari kegiatan tersebut, yakni Situs Watu Gong yang merepresentasikan era klasik, Masjid Al Manshur dari era Islam, Museum Daerah di Kalianget, serta kawasan Pendopo Bupati Wonosobo yang memiliki jejak sejarah era kolonial.Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap terbangun dukungan lebih luas dari pemerintah pusat terhadap upaya pelestarian cagar budaya di daerah. Salah satu perhatian penting adalah pengembangan museum daerah agar semakin optimal sebagai sarana edukasi, dokumentasi sejarah, pelestarian benda dan pengetahuan budaya, serta penguatan identitas masyarakat Wonosobo.Selain berfokus pada seni dan warisan budaya, FMTI 2026 turut memberikan ruang bagi penguatan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan mini expo UMKM kriya dan produk khas Wonosobo pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM dari wilayah Kecamatan Kertek dan Kalikajar.Mini expo tersebut menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pengunjung, memperluas jangkauan promosi, serta membuka peluang jejaring pemasaran. Keterlibatan UMKM dalam festival juga menunjukkan bahwa kegiatan kebudayaan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.Puncak penyelenggaraan FMTI 2026 akan berlangsung melalui panggung utama dan Malam Apresiasi Seni pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 16.30–23.00 WIB. Pertunjukan ini menghadirkan tujuh pelaku seni yang berasal dari Wonosobo, Temanggung, Yogyakarta, Grobogan, Purbalingga, dan Pemalang.Dari Kabupaten Wonosobo, penampilan akan diawali oleh Kelompok Ngesti Laras, kemudian dilanjutkan dengan kelompok Setyo Langen Budoyo dan Saraswara. Sementara itu, Saleho Karya Budaya dijadwalkan menjadi penampil penutup rangkaian pertunjukan.Kehadiran para pelaku seni dari berbagai daerah diharapkan dapat menghadirkan keragaman ekspresi musik tradisi sekaligus membuka ruang pertemuan, pertukaran pengalaman, dan kolaborasi antarkomunitas seni. Panggung FMTI juga menjadi bentuk apresiasi terhadap para seniman yang terus merawat tradisi dan mengembangkannya agar tetap relevan bagi generasi masa kini.Penyelenggaraan FMTI 2026 direncanakan turut dihadiri Direktur Film, Musik dan Seni serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI. Kehadiran perwakilan pemerintah pusat ini diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam mendukung pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan di Kabupaten Wonosobo.Untuk memperluas jangkauan publikasi, rangkaian acara FMTI 2026 akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kementerian Kebudayaan RI dan direlai melalui kanal YouTube WEB TV Wonosobo. Dengan demikian, masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung tetap memiliki kesempatan untuk menyaksikan berbagai pertunjukan dan rangkaian kegiatan festival.Meski demikian, partisipasi masyarakat secara langsung di lokasi kegiatan tetap menjadi hal penting. Kehadiran pengunjung tidak hanya akan menambah semarak festival, tetapi juga mendorong interaksi antara seniman, komunitas budaya, pelaku UMKM, dan masyarakat sehingga aktivitas kebudayaan dapat tumbuh sebagai bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi daerah.Fahmi Hidayat mengajak seluruh perangkat daerah, karyawan, komunitas seni budaya, pelaku UMKM, serta masyarakat Wonosobo untuk turut menyukseskan penyelenggaraan FMTI 2026 dengan menghadiri kegiatan dan menyebarluaskan informasinya melalui berbagai kanal komunikasi dan media masing-masing.“Kami mengajak masyarakat Wonosobo untuk hadir, menikmati pertunjukan, serta turut menyebarluaskan informasi mengenai FMTI 2026 melalui berbagai kanal media. Partisipasi masyarakat sangat berarti untuk memberikan ruang apresiasi bagi para seniman, menghidupkan aktivitas kebudayaan, dan menunjukkan bahwa Wonosobo memiliki kekayaan tradisi yang patut dibanggakan dan dilestarikan bersama,” tambahnya.Ia berharap FMTI 2026 dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian seni dan budaya, sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap identitas lokal. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku seni, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga agar kekayaan budaya tidak hanya bertahan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.Melalui Festival Musik Tradisi Indonesia 2026, Kabupaten Wonosobo diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang tidak hanya memiliki kekayaan alam dan destinasi wisata, tetapi juga warisan sejarah, seni tradisi, serta kreativitas masyarakat yang terus tumbuh. Penyelenggaraan festival ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi kebudayaan sebagai salah satu pilar pembangunan daerah sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.FMTI 2026: Merawat Tradisi, Menguatkan Identitas, dan Menghidupkan Ekosistem Budaya Wonosobo.***

Disparbud Paparkan Progres Revitalisasi Kawasan Dieng Plateau Theater di Kejaksaan Negeri Wonosobo
Berita
Dimas D. Pradikta 08 Okt 2026
79

Disparbud Paparkan Progres Revitalisasi Kawasan Dieng Plateau Theater di Kejaksaan Negeri Wonosobo

Wonosobo – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo memaparkan perkembangan pelaksanaan proyek strategis daerah berupa Revitalisasi Kawasan Dieng Plateau Theater (DPT) dalam kegiatan pemaparan dan pendampingan bersama Kejaksaan Negeri Wonosobo, Kamis (8/10/2026).Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kejaksaan Negeri Wonosobo mulai pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Wonosobo, Dr. Agung Dhedi Dwi Handes, S.H., M.H., didampingi jajaran staf Seksi Intelijen.Dalam pertemuan tersebut, Disparbud Wonosobo menyampaikan perkembangan pelaksanaan kegiatan sekaligus menjelaskan maksud dan tujuan revitalisasi, metode pengadaan yang digunakan, justifikasi terhadap metode pelaksanaan pekerjaan, serta upaya pemenuhan aspek administrasi dalam pelaksanaan kegiatan.Kepala Disparbud Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa revitalisasi Kawasan Dieng Plateau Theater merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendukung pariwisata di kawasan Dieng.“Revitalisasi ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga bagaimana seluruh prosesnya dapat dilaksanakan secara tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak agar aspek administrasi, teknis, kualitas pekerjaan, maupun keselamatan kerja dapat berjalan secara beriringan,” ujar Fahmi.Ia menambahkan, koordinasi dan komunikasi lintas pihak menjadi hal penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan dapat dikawal dengan baik hingga selesai.“Kami berharap pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target dan spesifikasi yang telah ditetapkan, dengan tetap memperhatikan kondisi lapangan, faktor cuaca, kualitas konstruksi, serta keselamatan seluruh pihak yang terlibat. Yang paling penting, hasil revitalisasi nantinya dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pariwisata Wonosobo, khususnya kawasan Dieng,” lanjutnya.Dalam kesempatan tersebut, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Wonosobo, Dr. Agung Dhedi Dwi Handes, S.H., M.H., menekankan pentingnya setiap perkembangan kegiatan untuk terus dilaporkan dan didokumentasikan dengan baik. Menurutnya, pemenuhan administrasi harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap progres fisik di lapangan.Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan pekerjaan senantiasa memperhatikan faktor alam dan kondisi cuaca di lokasi kegiatan, mengingat pekerjaan Revitalisasi DPT berada di kawasan Dieng yang memiliki karakteristik cuaca dan kondisi lingkungan yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan pekerjaan.Selain aspek administrasi dan teknis, faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) turut menjadi perhatian. Kasi Intelijen mengingatkan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja maupun tamu yang melakukan peninjauan ke lokasi pekerjaan.Penggunaan APD tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya pencegahan dan meminimalisasi risiko kecelakaan kerja selama proses pembangunan berlangsung, dengan target pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan zero accident.“Setiap progress kegiatan harus diberikan informasi dan administrasinya dicukupi. Secara fisik juga harus diperhatikan. Termasuk faktor keselamatan kerja, baik bagi pekerja maupun pihak yang melakukan peninjauan. Jangan sampai terjadi kecelakaan kerja,” tegasnya.Progres Fisik Mencapai 17,22 PersenDari sisi pelaksanaan fisik, CV Kreasi Anak Negeri selaku Konsultan Pengawas melalui Direktur, Majjah, M.T., menyampaikan bahwa pekerjaan telah memasuki minggu kelima, dengan capaian progres fisik sebesar 17,22 persen.Konsultan Pengawas juga menyampaikan perkembangan pekerjaan secara berkala serta memastikan pelaksanaan di lapangan dapat berjalan sesuai dengan dokumen perencanaan dan ketentuan kontrak.Sementara itu, CV Berkah Abadi selaku pelaksana pekerjaan yang diwakili Direktur Dwi Lingga Setiawan, S.T., menyampaikan komitmennya untuk memenuhi target pekerjaan fisik setiap minggu serta menjaga kesinambungan pelaksanaan pekerjaan hingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.Dari sisi perencanaan, CV Parakalang selaku Konsultan Perencana menyampaikan bahwa terdapat beberapa penyesuaian atau perubahan gambar dalam pelaksanaan pekerjaan. Terhadap perubahan tersebut, seluruh pihak diminta untuk senantiasa melakukan komunikasi dan koordinasi agar setiap penyesuaian tetap dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun administratif.Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Tim Teknis kegiatan Revitalisasi DPT dari Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, yang diwakili oleh Nadia Indah Kurniawati.Dari Disparbud Kabupaten Wonosobo, hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Fahmi Hidayat, didampingi Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Hapipi, serta Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Eniyati, Dimas Diyan Pradikta, dan Rohmat Syahru Romadlon.Dikawal Agar Tertib Administrasi dan Minim Risiko HukumDalam arahannya, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Wonosobo juga mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat menjaga ketertiban administrasi dan hubungan kerja selama proses pelaksanaan kegiatan.Ia mengingatkan agar setelah pekerjaan selesai tidak terdapat kewajiban atau utang kepada pihak ketiga yang belum diselesaikan, baik kepada toko material bangunan maupun pihak lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.“Jangan sampai setelah pekerjaan selesai masih ada hutang dengan pihak ketiga, baik toko bangunan maupun pihak lainnya. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik, pekerjaan selesai sesuai harapan, dan tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari,” ungkapnya.Kepala Disparbud Wonosobo, Fahmi Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengendalian dan koordinasi bersama seluruh pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai ketentuan.“Kami berkomitmen untuk terus mengawal pekerjaan ini bersama tim teknis, konsultan pengawas, konsultan perencana, dan pelaksana. Setiap perkembangan akan kami evaluasi dan komunikasikan agar apabila terdapat kendala dapat segera ditindaklanjuti. Harapannya, revitalisasi ini dapat selesai tepat waktu, tepat mutu, tertib administrasi, serta memberikan hasil yang terbaik bagi masyarakat dan pengembangan pariwisata Wonosobo,” pungkasnya.Melalui koordinasi dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, pelaksanaan Revitalisasi Kawasan Dieng Plateau Theater diharapkan dapat berjalan secara tertib, akuntabel, aman, dan sesuai dengan ketentuan, sekaligus menghasilkan fasilitas pariwisata yang mampu mendukung peningkatan kualitas destinasi Dieng dan daya tarik wisata Kabupaten Wonosobo.***

Layanan Aplikasi

Jelajahi Layanan Digital Kabupaten Wonosobo

Akses cepat ke berbagai platform layanan publik digital resmi Pemkab Wonosobo.

Tanya Jawab

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Butuh informasi cepat? Temukan jawaban langsung untuk berbagai pertanyaan umum seputar layanan, pembinaan seni, and kepariwisataan Wonosobo.

Apa tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo?

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, pengembangan destinasi wisata, pemasaran pariwisata, pelestarian budaya, serta pembinaan pelaku usaha dan masyarakat pariwisata.

Bagaimana cara memperoleh informasi destinasi wisata di Wonosobo?

Informasi mengenai destinasi wisata, kalender event, berita, statistik, dan informasi lainnya dapat diakses melalui website resmi Disparbud Wonosobo.

Bagaimana cara mengajukan kerja sama atau kemitraan dengan Disparbud?

Masyarakat, komunitas, pelaku usaha, maupun instansi dapat mengirimkan surat permohonan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo melalui email resmi ([email protected]) atau datang langsung ke kantor pada jam kerja.

Bagaimana cara mendaftarkan event agar masuk Kalender Event Wonosobo?

Penyelenggara dapat mengajukan usulan kegiatan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan melampirkan proposal kegiatan, jadwal pelaksanaan, lokasi, serta informasi pendukung lainnya untuk dilakukan verifikasi.

Bagaimana cara mendaftarkan desa menjadi Desa Wisata?

Pemerintah Desa dapat mengajukan usulan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui kecamatan atau langsung kepada Disparbud dengan melampirkan profil desa, potensi wisata, kelembagaan, dan dokumen pendukung sesuai ketentuan. Link Tautan Self Assesment: w-sb.org/AsesmenDesaWisata

Bagaimana cara mendaftarkan objek budaya menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb)?

Usulan dapat diajukan oleh masyarakat, komunitas budaya, atau pemerintah desa kepada Disparbud dengan melengkapi data sejarah, dokumentasi, narasi budaya, dan bukti pendukung lainnya. Selanjutnya akan dilakukan proses inventarisasi, verifikasi, hingga pengusulan ke tingkat provinsi maupun nasional.

Apakah Disparbud melayani permohonan liputan media?

Ya. Media dapat mengajukan permohonan peliputan, wawancara, maupun data melalui Bidang Pemasaran atau Humas Disparbud dengan menyampaikan surat atau konfirmasi terlebih dahulu.

Apakah Disparbud menyediakan layanan perizinan usaha pariwisata?

Perizinan usaha pariwisata dilakukan melalui sistem OSS (Online Single Submission). Disparbud memberikan pendampingan, pembinaan, dan rekomendasi teknis sesuai kewenangannya.

Di mana lokasi kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo?

Kantor Disparbud beralamat di Jl. KH. Abdurrahman Wahid No.104 KM 2, Bugangan, Kalianget, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Jam layanan adalah Senin–Kamis pukul 07.00–16.00 WIB dan Jumat pukul 07.00–11.00 WIB.

Di mana saya dapat melihat berita terbaru dan agenda kegiatan Disparbud?

Seluruh berita, pengumuman, kalender kegiatan, informasi pariwisata, dan dokumentasi kegiatan dipublikasikan secara berkala di Website Resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo.

Bagaimana cara mengajukan Surat Pengesahan Kelompok Kesenian?

Pemohon dapat mengunduh formulir sesuai kebutuhan, melengkapi persyaratan yang diminta, kemudian mengajukan permohonan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo untuk dilakukan proses verifikasi. Permohonan Surat Pengesahan Baru: www.w-sb.org/FormPengesahanBaru Permohonan Perubahan Data Surat Pengesahan: www.w-sb.org/FormPerubahanSuratPengesahan

Bagaimana cara menghubungi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan?

Telepon: (0286) 321194 Email: [email protected] Website resmi Disparbud pada laman https://disparbud.wonosobokab.go.id/