Pengambilan Air Suci Hari Jadi ke-201 Wonosobo, Pemkab Libatkan Lintas OPD Lestarikan Tradisi Budaya
WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo melaksanakan prosesi pengambilan air suci di enam mata air bersejarah pada Kamis 16 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201.Kegiatan yang sarat akan nilai budaya, spiritual, dan penghormatan terhadap alam tersebut melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI), serta unsur masyarakat. Adapun pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo.Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Disparbud Kabupaten Wonosobo, Sri Fatonah W. Ismangil, menyampaikan bahwa prosesi pengambilan air suci merupakan salah satu tradisi penting dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Wonosobo yang tidak hanya memiliki makna seremonial, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap sumber kehidupan serta pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur."Tradisi pengambilan air suci menjadi pengingat bahwa masyarakat Wonosobo memiliki hubungan yang erat dengan alam dan budaya. Nilai gotong royong, penghormatan kepada leluhur, serta rasa syukur atas anugerah sumber daya alam perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman," ujar Sri Fatonah.Untuk menjangkau seluruh lokasi pengambilan air suci secara efektif, Pemerintah Kabupaten Wonosobo membagi rombongan menjadi tiga tim yang bergerak secara bersamaan menuju enam sumber mata air yang telah ditetapkan sebagai bagian dari prosesi Hari Jadi Kabupaten Wonosobo.Salah satu rombongan, Tim 2, dipimpin oleh Inspektur Daerah Kabupaten Wonosobo, Supriyadi, dengan koordinasi lapangan oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disparbud Kabupaten Wonosobo. Tim tersebut melibatkan unsur lintas OPD, panitia Hari Jadi Kabupaten Wonosobo, perwakilan MLKI, serta pemerintah desa dan kelurahan di lokasi kegiatan.Dalam pelaksanaannya, Tim 2 melaksanakan prosesi pengambilan air suci di Tuk Kaliasem, Desa Gondang, Tuk Tempurung, Kelurahan Jaraksari, dan Tuk Mudal.Di setiap lokasi, rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi Nyuwun Palilah, dilanjutkan doa bersama, kemudian pengambilan air suci oleh MLKI didampingi pemerintah desa maupun kelurahan setempat sebagai simbol persatuan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.Sementara itu, Tim 1 dan Tim 3 secara bersamaan melaksanakan prosesi serupa di sumber mata air lainnya, yakni di Tuk Bima Lukar dan Tuk Gua Sumur yang berada di Kawasan Dieng serta Tuk Surodilogo di Desa Pagerejo. Seluruh air suci yang diperoleh dari enam mata air tersebut kemudian dihimpun sebagai bagian dari rangkaian prosesi Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201.Sri Fatonah menambahkan, kolaborasi lintas OPD dan berbagai elemen masyarakat dalam prosesi ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam menjaga keberlangsungan tradisi daerah sebagai bagian dari identitas budaya."Melalui rangkaian Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201 ini, kami berharap masyarakat semakin bangga terhadap budaya daerahnya. Tradisi seperti pengambilan air suci harus terus dijaga karena merupakan kekayaan budaya yang memiliki makna filosofis mendalam dan menjadi bagian penting dari jati diri Kabupaten Wonosobo," pungkasnya.Sebagai tambahan informasi, pengambilan mata air yang berlokasi di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto akan berlangsung pada Kamis 23 Juli 2026, di mulai pukul 07.30 wib.***