Pencarian Global

Berita & Informasi

Postingan Terbaru Dari Kami

Terhubung dengan setiap perkembangan pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Wonosobo.

Lihat Semua Berita
Kadisparbud Wonosobo Apresiasi Sarasehan Kopi Slukatan, Dorong Potensi Lokal Jadi Daya Tarik Wisata
Berita
Dimas D. Pradikta 31 Aug 2026
28

Kadisparbud Wonosobo Apresiasi Sarasehan Kopi Slukatan, Dorong Potensi Lokal Jadi Daya Tarik Wisata

WONOSOBO – Sarasehan Kopi Slukatan dalam rangka Slametan Pascapanen Penggiat Kopi Slukatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan di Sumber Mata Air Mudal, Desa Slukatan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Senin 31 Agustus 2026.Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tersebut menjadi momentum untuk mengangkat potensi kopi lokal sekaligus memperkenalkan beragam potensi Desa Wisata Slukatan.Sepanjang kegiatan, masyarakat dan wisatawan yang hadir disuguhkan kopi Slukatan secara gratis. Selain menikmati kopi, pengunjung juga dapat berinteraksi dengan masyarakat, para penggiat kopi, serta menikmati suasana alam pedesaan di sekitar Sumber Mata Air Mudal.Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, turut hadir langsung pada siang hari untuk melihat kegiatan tersebut. Fahmi hadir didampingi Sri Rejeki Kepala UPTD Objek Wisata serta Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disparbud Wonosobo, Dimas D. Pradikta dan Rohmat Syahru R.Dalam kunjungannya, Fahmi turut menikmati kopi lokal yang disajikan para penggiat kopi Slukatan. Ia juga berdialog dengan pengelola desa wisata, masyarakat, dan penggiat kopi untuk mendengarkan perkembangan, potensi, serta berbagai upaya yang telah dilakukan dalam mengembangkan Desa Wisata Slukatan.Fahmi mengapresiasi terselenggaranya Sarasehan Kopi Slukatan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk syukur atas hasil panen kopi, tetapi juga dapat menjadi ruang promosi potensi desa sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.“Kegiatan seperti ini sangat positif. Kopi bukan hanya tentang rasa, tetapi ada cerita petani, alam, dan masyarakat di dalamnya. Ketika dikemas menjadi bagian dari aktivitas wisata, tentu dapat memberikan pengalaman yang menarik bagi wisatawan,” ujar Fahmi.Ia juga memberikan sejumlah saran dan masukan kepada pengelola desa wisata maupun penggiat kopi Slukatan. Fahmi mendorong agar potensi kopi lokal terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas produk, penyajian, pelayanan, maupun promosi melalui media digital.Selain memberikan masukan, Fahmi juga memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Desa Wisata Slukatan.“Kami memberikan apresiasi sekaligus semangat kepada pengelola desa wisata, masyarakat dan para penggiat kopi Slukatan. Terus dikembangkan, terus berinovasi dan dikemas dengan baik. Jangan berhenti pada event-nya saja, tetapi bagaimana potensi yang ada bisa berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.Survei Potensi Curug yang Belum TereksposTidak hanya mengunjungi lokasi Sarasehan Kopi, dalam kesempatan tersebut Fahmi juga turut meninjau potensi wisata alam lain yang berada di wilayah Desa Wisata Slukatan.Salah satunya adalah lokasi curug atau air terjun yang hingga saat ini masih belum banyak terekspos kepada masyarakat maupun wisatawan.Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung potensi yang dapat dikembangkan dan dikemas menjadi daya tarik wisata baru di Desa Wisata Slukatan.Fahmi mengapresiasi berbagai potensi alam yang dimiliki Slukatan dan mendorong agar pengembangannya dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kelestarian lingkungan, kesiapan masyarakat, serta konsep pengelolaan wisata yang berkelanjutan.Menurutnya, keberadaan potensi alam seperti curug dapat menjadi tambahan pilihan bagi wisatawan, terlebih jika nantinya dapat diintegrasikan dengan potensi lain yang sudah berkembang, termasuk kopi, budaya, serta kehidupan masyarakat desa.Golek Tholo Dihidupkan Kembali Jadi Paket Wisata EdukasiSelain potensi alam dan kopi, Fahmi juga mengapresiasi upaya masyarakat dan pengelola Desa Wisata Slukatan dalam menggeliatkan kembali salah satu objek pemajuan kebudayaan, yakni Golek Tholo.Upaya menghidupkan kembali Golek Tholo dinilai menjadi langkah positif dalam menjaga keberadaan budaya lokal sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda dan wisatawan.Menariknya, Golek Tholo tidak hanya dilestarikan sebagai kesenian atau tradisi, tetapi juga mulai dikemas menjadi bagian dari paket wisata edukasi. Dengan konsep tersebut, wisatawan dapat memperoleh pengalaman mengenal budaya lokal secara lebih dekat sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.Fahmi menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, pengembangan desa wisata akan semakin kuat apabila mampu menggabungkan potensi alam, budaya, produk lokal, serta aktivitas masyarakat menjadi sebuah pengalaman wisata yang utuh.“Ini yang menarik, bagaimana potensi budaya yang ada tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikemas menjadi pengalaman edukasi bagi wisatawan. Golek Tholo bisa menjadi bagian dari cerita Desa Wisata Slukatan dan dikenalkan kepada generasi muda maupun wisatawan,” jelasnya.Fahmi berharap berbagai potensi tersebut dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara masyarakat, pengelola desa wisata, pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, serta berbagai pihak lainnya.Sementara itu, Pengelola Desa Wisata Slukatan, Ahmad Hafid, mengatakan pihaknya terus berupaya mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki desa, mulai dari wisata alam, kopi, hingga budaya.Bagi wisatawan dari luar daerah, Desa Wisata Slukatan juga menyediakan homestay dengan konsep live in, sehingga wisatawan dapat merasakan langsung suasana dan aktivitas keseharian masyarakat desa.Informasi mengenai paket wisata, homestay, maupun berbagai kegiatan Desa Wisata Slukatan dapat diperoleh melalui akun Instagram dan TikTok @desawisataslukatan.***

‎Wisata Sambil Ngopi, Sarasehan Kopi Slukatan Siap Sambut Wisatawan, Yuk Agendakan! Senin 31 Agustus 2026
Berita
Dimas D. Pradikta 29 Aug 2026
33

‎Wisata Sambil Ngopi, Sarasehan Kopi Slukatan Siap Sambut Wisatawan, Yuk Agendakan! Senin 31 Agustus 2026

‎‎Wonosobo – Ingin menikmati suasana desa yang asri, merasakan hangatnya kopi lokal, sekaligus mendapatkan pengalaman wisata yang berbeda? Desa Wisata Slukatan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, siap menyambut wisatawan dalam gelaran Sarasehan Kopi Slukatan, Senin 31 Agustus 2026.‎Mengusung tema “Slametan Pascapanen Penggiat Kopi Slukatan”, kegiatan ini akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Sumber Mata Air Mudal, Slukatan.‎Tak hanya menjadi ajang syukuran atas hasil panen kopi, Sarasehan Kopi Slukatan juga menjadi kesempatan bagi wisatawan untuk datang, menikmati kopi lokal, berinteraksi dengan masyarakat, sekaligus mengabadikan berbagai momen menarik di Desa Wisata Slukatan.‎Suasana alam pedesaan, sumber mata air, aktivitas masyarakat, hingga sajian kopi lokal menjadi bagian dari pengalaman yang dapat dinikmati wisatawan ketika berkunjung.‎Camat Mojotengah, Eko Widi, mengajak masyarakat luas, khususnya wisatawan, untuk datang dan turut merasakan suasana kegiatan tersebut.‎“Kami mengajak masyarakat dan wisatawan untuk datang ke Slukatan. Selain menikmati kopi lokal, pengunjung juga dapat menikmati suasana alam dan melihat langsung potensi yang dimiliki Desa Wisata Slukatan. Mari datang, berinteraksi, dan ikut merasakan kebersamaan masyarakat,” ujar Eko Widi.‎Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan potensi desa sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat mengenal dan berkunjung ke Desa Wisata Slukatan.‎Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa kopi dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal lebih jauh kehidupan dan potensi masyarakat desa.‎“Kopi bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang cerita. Ada cerita petani, cerita alam, dan cerita masyarakat yang berada di balik setiap cangkir kopi. Melalui Sarasehan Kopi Slukatan, wisatawan dapat datang dan mendapatkan pengalaman langsung tentang potensi lokal yang ada di desa,” kata Fahmi.‎Fahmi juga mengajak wisatawan untuk tidak sekadar datang menikmati kopi, tetapi turut mengabadikan momen dan membagikan pengalaman mereka selama berada di Desa Wisata Slukatan melalui media sosial.‎“Kami berharap wisatawan yang datang dapat menikmati suasana Slukatan, mengabadikan momen-momen menarik, kemudian membagikannya di media sosial. Dengan begitu, semakin banyak orang yang mengenal potensi Desa Wisata Slukatan dan tertarik untuk datang berkunjung,” imbuhnya.‎Bagi wisatawan yang ingin mencari pengalaman berbeda, Sarasehan Kopi Slukatan dapat menjadi pilihan untuk mengisi akhir bulan dengan aktivitas yang sederhana namun penuh cerita. Datang bersama keluarga, sahabat, komunitas, maupun teman seperjalanan.‎Pengelola Desa Wisata Slukatan, Ahmad Hafid, menambahkan bahwa wisatawan dari luar kota tidak perlu khawatir mencari tempat menginap. Desa Wisata Slukatan juga menyediakan homestay dengan konsep live in, sehingga wisatawan dapat merasakan langsung suasana kehidupan masyarakat dan keseharian warga desa.‎“Wisatawan yang ingin menginap dan menikmati suasana desa bisa memanfaatkan homestay yang kami sediakan dengan konsep live in,” ujarnya.‎Informasi lebih lanjut mengenai paket wisata, homestay, maupun kegiatan di Desa Wisata Slukatan dapat diperoleh melalui akun Instagram dan TikTok @desawisataslukatan.‎Yuk, nikmati kopi lokal, rasakan kesejukan suasana desa, temui keramahan masyarakat, dan jangan lupa abadikan momen terbaikmu di Slukatan.‎Catat waktunya! Sarasehan Kopi Slukatan, dalam rangka slametan pascapanen penggiat Kopi Slukatan, Senin 31 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Sumber Mata Air Mudal, Desa Slukatan, Mojotengah, Wonosobo.‎Abadikan dan berbagi cerita, karena mungkin, momen terbaik liburanmu bukan di tempat yang jauh, tetapi di sebuah desa yang menyimpan cerita dalam secangkir kopi.***‎

Gelar Forum Konsultasi Publik, Disparbud Wonosobo Uji Coba Digitalisasi Tiket Wisata melalui QRIS
Berita
Dimas D. Pradikta 27 Aug 2026
31

Gelar Forum Konsultasi Publik, Disparbud Wonosobo Uji Coba Digitalisasi Tiket Wisata melalui QRIS

‎WONOSOBO – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo terus mendorong transformasi pelayanan publik di sektor pariwisata melalui digitalisasi pembayaran retribusi tiket masuk obyek wisata. Langkah tersebut dibahas dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Pelayanan UPTD Pengelolaan Obyek Wisata, Kamis, 27 Agustus 2026, di Bukit Telaga Menjer.‎Forum ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada wisatawan sekaligus mengevaluasi standar pelayanan menuju tata kelola pariwisata yang cepat, inklusif, transparan, dan akuntabel.‎Untuk tahap awal, digitalisasi pembayaran tiket melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) diterapkan pada obyek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo. Uji coba dilakukan di tiga lokasi, yakni Gelanggang Renang Mangli, Taman Rekreasi Kalianget, dan Wisata Bukit Telaga Menjer.‎Implementasi sistem digitalisasi pembayaran tersebut didukung oleh Bank Jateng, khususnya dalam penyediaan dan pengelolaan sistem transaksi pembayaran secara digital. Melalui dukungan tersebut, pembayaran retribusi tiket wisata dapat dilakukan secara non-tunai dan terintegrasi dengan sistem penerimaan daerah.‎Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, mengatakan bahwa penerapan digitalisasi tersebut merupakan bagian dari pembenahan pelayanan sekaligus penguatan tata kelola penerimaan retribusi daerah.‎“Kita ingin pelayanan pariwisata semakin mudah, cepat, dan transparan. Digitalisasi pembayaran tiket ini merupakan salah satu langkah konkret untuk mewujudkan hal tersebut. Untuk tahap awal kita lakukan uji coba di tiga obyek wisata yang dikelola pemerintah daerah, sehingga kita bisa melihat secara langsung bagaimana sistem ini berjalan di lapangan dan apa saja yang perlu kita sempurnakan,” ujar Fahmi.‎Menurut Fahmi, penerapan QRIS tidak hanya memberikan pilihan pembayaran non-tunai kepada wisatawan, tetapi juga mendorong proses administrasi penerimaan retribusi menjadi lebih tertib, transparan, dan terintegrasi.‎“Setiap transaksi melalui QRIS akan tercatat secara digital dan langsung masuk ke rekening Kas Daerah pada Bank Jateng. Dengan mekanisme ini, kita berharap pengelolaan penerimaan semakin akuntabel dan dapat dipantau dengan lebih baik,” jelasnya.‎Ia menambahkan, dukungan Bank Jateng menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem pembayaran digital tersebut, sehingga transaksi dari wisatawan dapat diproses melalui sistem perbankan dan tersalurkan ke rekening tampung Kas Daerah sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.‎“Kolaborasi dengan Bank Jateng ini menjadi bagian penting dalam implementasi digitalisasi. Kita tidak hanya berbicara mengenai QRIS sebagai alat pembayaran, tetapi bagaimana seluruh proses transaksi dapat terintegrasi dan mendukung tata kelola penerimaan daerah yang lebih transparan dan akuntabel,” ungkap Fahmi.‎Menurutnya, keberhasilan digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan petugas serta pemahaman masyarakat dan wisatawan dalam menggunakan layanan tersebut.‎“Teknologi adalah alat. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kita akan melakukan evaluasi dari sisi sistem, petugas, maupun respons wisatawan. Kalau dalam pelaksanaan uji coba masih ditemukan kendala, akan kita perbaiki sebelum dikembangkan lebih luas,” ungkap Fahmi.‎Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo optimistis penerapan pembayaran tiket wisata menggunakan QRIS akan berhasil melalui proses pembiasaan masyarakat. ‎“Kami optimistis penerapan pembayaran retribusi wisata menggunakan QRIS ini akan berhasil. Masyarakat hanya membutuhkan proses pembiasaan. Kita bisa melihat pengalaman ketika pembayaran tol mulai beralih ke sistem non-tunai, pada awalnya tentu ada proses adaptasi, tetapi setelah diterapkan secara konsisten masyarakat akhirnya terbiasa. Begitu pula dengan pembayaran tiket wisata melalui QRIS, ketika sudah menjadi kebiasaan, kami yakin masyarakat akan merasa lebih mudah, cepat, dan praktis. Karena itu, kami akan terus melakukan edukasi dan pendampingan agar proses digitalisasi ini dapat diterima dan berjalan dengan baik,” ujar Kadisparbud.‎Dalam Forum Konsultasi Publik tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga membuka ruang bagi para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap standar pelayanan UPTD Pengelolaan Obyek Wisata.‎Fahmi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan masukan publik sebagai bagian dari proses perbaikan pelayanan.‎‎“Forum ini bukan sekadar formalitas. Kita ingin mendengar masukan dari para pemangku kepentingan agar kebijakan yang kita jalankan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Prinsipnya, pelayanan harus semakin mudah bagi wisatawan dan pengelolaannya semakin baik bagi pemerintah daerah,” tegasnya.‎Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kasubid Penerimaan dan Pengelolaan Pendapatan Daerah BPPKAD Kabupaten Wonosobo Widya Ningrum, Wakil Pimpinan Cabang Bank Jateng Cabang Wonosobo Fuad Adafi, serta Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Organisasi Setda Wonosobo Irawati Werdianingsih, SIP, sebagai narasumber.‎Selain itu, peserta kegiatan juga terdiri dari lintas Organisasi Perangkat Daerah, organisasi/asosiasi usaha pariwisata, perguruan tinggi, wartawan, Camat Garung dan Camat Kejajar, serta Kapolsek Garung dan Kapolsek Kejajar.‎Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan implementasi digitalisasi dapat berjalan secara aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan daerah. ‎Dukungan Bank Jateng sebagai mitra perbankan turut memperkuat proses digitalisasi transaksi, mulai dari pembayaran oleh wisatawan hingga penyaluran penerimaan ke rekening Kas Daerah.‎Melalui uji coba di tiga obyek wisata tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi.‎Hasilnya diharapkan menjadi dasar penyempurnaan sistem sekaligus bahan pertimbangan untuk pengembangan digitalisasi layanan tiket pada obyek wisata pemerintah daerah lainnya.‎Digitalisasi pembayaran tiket menjadi salah satu langkah menuju pengelolaan destinasi wisata yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada kemudahan wisatawan, transparansi penerimaan daerah, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.‎Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Bank Jateng melalui digitalisasi pembayaran ini diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan tata kelola pariwisata yang semakin modern, efektif, transparan, dan akuntabel. ***

Layanan Aplikasi

Jelajahi Layanan Digital Kabupaten Wonosobo

Akses cepat ke berbagai platform layanan publik digital resmi Pemkab Wonosobo.

Tanya Jawab

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Butuh informasi cepat? Temukan jawaban langsung untuk berbagai pertanyaan umum seputar layanan, pembinaan seni, and kepariwisataan Wonosobo.

Apa tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo?

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, pengembangan destinasi wisata, pemasaran pariwisata, pelestarian budaya, serta pembinaan pelaku usaha dan masyarakat pariwisata.

Bagaimana cara memperoleh informasi destinasi wisata di Wonosobo?

Informasi mengenai destinasi wisata, kalender event, berita, statistik, dan informasi lainnya dapat diakses melalui website resmi Disparbud Wonosobo.

Bagaimana cara mengajukan kerja sama atau kemitraan dengan Disparbud?

Masyarakat, komunitas, pelaku usaha, maupun instansi dapat mengirimkan surat permohonan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo melalui email resmi (disparbud@wonosobokab.go.id) atau datang langsung ke kantor pada jam kerja.

Bagaimana cara mendaftarkan event agar masuk Kalender Event Wonosobo?

Penyelenggara dapat mengajukan usulan kegiatan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan melampirkan proposal kegiatan, jadwal pelaksanaan, lokasi, serta informasi pendukung lainnya untuk dilakukan verifikasi.

Bagaimana cara mendaftarkan desa menjadi Desa Wisata?

Pemerintah Desa dapat mengajukan usulan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui kecamatan atau langsung kepada Disparbud dengan melampirkan profil desa, potensi wisata, kelembagaan, dan dokumen pendukung sesuai ketentuan. Link Tautan Self Assesment: w-sb.org/AsesmenDesaWisata

Bagaimana cara mendaftarkan objek budaya menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb)?

Usulan dapat diajukan oleh masyarakat, komunitas budaya, atau pemerintah desa kepada Disparbud dengan melengkapi data sejarah, dokumentasi, narasi budaya, dan bukti pendukung lainnya. Selanjutnya akan dilakukan proses inventarisasi, verifikasi, hingga pengusulan ke tingkat provinsi maupun nasional.

Apakah Disparbud melayani permohonan liputan media?

Ya. Media dapat mengajukan permohonan peliputan, wawancara, maupun data melalui Bidang Pemasaran atau Humas Disparbud dengan menyampaikan surat atau konfirmasi terlebih dahulu.

Apakah Disparbud menyediakan layanan perizinan usaha pariwisata?

Perizinan usaha pariwisata dilakukan melalui sistem OSS (Online Single Submission). Disparbud memberikan pendampingan, pembinaan, dan rekomendasi teknis sesuai kewenangannya.

Di mana lokasi kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo?

Kantor Disparbud beralamat di Jl. KH. Abdurrahman Wahid No.104 KM 2, Bugangan, Kalianget, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Jam layanan adalah Senin–Kamis pukul 07.00–16.00 WIB dan Jumat pukul 07.00–11.00 WIB.

Di mana saya dapat melihat berita terbaru dan agenda kegiatan Disparbud?

Seluruh berita, pengumuman, kalender kegiatan, informasi pariwisata, dan dokumentasi kegiatan dipublikasikan secara berkala di Website Resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo.

Bagaimana cara mengajukan Surat Pengesahan Kelompok Kesenian?

Pemohon dapat mengunduh formulir sesuai kebutuhan, melengkapi persyaratan yang diminta, kemudian mengajukan permohonan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo untuk dilakukan proses verifikasi. Permohonan Surat Pengesahan Baru: www.w-sb.org/FormPengesahanBaru Permohonan Perubahan Data Surat Pengesahan: www.w-sb.org/FormPerubahanSuratPengesahan

Bagaimana cara menghubungi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan?

Telepon: (0286) 321194 Email: disparbud@wonosobokab.go.id Website resmi Disparbud pada laman https://disparbud.wonosobokab.go.id/

Galeri Foto

Dokumentasi Kegiatan Kami

Kumpulan foto dokumentasi berbagai kegiatan dan program kerja.

Lihat Semua Galeri
PEMBERITAHUAN PEMADAMAN LISTRIK UNTUK PARADE TAPA BISU

PEMBERITAHUAN PEMADAMAN LISTRIK UNTUK PARADE TAPA BISU

23 July 2026

Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo

Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo

21 July 2026

Melihat Wonosobo dari sudut pandang yang berbeda. Dari ketinggian Bukit Kekep, hamparan alam yang hijau berpadu dengan langit biru, menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan. Wonosobo Paragliding Culture Festival 2026 menjadi momentum menikmati keindahan alam sekaligus merayakan kekayaan budaya lokal melalui sport tourism

Melihat Wonosobo dari sudut pandang yang berbeda. Dari ketinggian Bukit Kekep, hamparan alam yang hijau berpadu dengan langit biru, menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan. Wonosobo Paragliding Culture Festival 2026 menjadi momentum menikmati keindahan alam sekaligus merayakan kekayaan budaya lokal melalui sport tourism

21 July 2026