Disparbud Paparkan Potensi Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekraf Wonosobo dalam Studi Lapangan PKP
Wonosobo – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo turut menerima peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Gelombang III Angkatan XXX dan XXXI Tahun Anggaran 2026, Senin (5/10/2026).Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Mangoenkoesoemo Setda Kabupaten Wonosobo tersebut menjadi bagian dari tahapan pembelajaran peserta PKP yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri melalui studi lapangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo.Dalam kegiatan tersebut, Disparbud Kabupaten Wonosobo diwakili oleh Kepala Bidang Pemasaran, Sri Fatonah W. Ismangil, yang menyampaikan paparan mengenai perkembangan sektor pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Wonosobo.Paparan diawali dengan gambaran umum mengenai potensi pariwisata Wonosobo yang memiliki beragam destinasi dan daya tarik wisata, mulai dari wisata alam, budaya, hingga berbagai aktivitas wisata yang berkembang di masyarakat. Keberagaman tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.Selain sektor pariwisata, Sri Fatonah juga memaparkan kekayaan kebudayaan Wonosobo yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari karakter dan identitas daerah. Potensi budaya tersebut terus didorong untuk dapat berkembang dan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun wisatawan.Sementara itu, sektor ekonomi kreatif juga menjadi salah satu materi yang disampaikan. Pengembangan ekraf diarahkan untuk mendorong kreativitas masyarakat, memperkuat produk lokal, sekaligus menciptakan keterkaitan yang semakin erat antara pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.“Wonosobo memiliki potensi yang sangat beragam, baik dari sisi pariwisata, kebudayaan maupun ekonomi kreatif. Ketiganya tidak dapat berdiri sendiri, tetapi perlu dikembangkan secara terintegrasi agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Sri Fatonah.Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga bagaimana potensi yang dimiliki daerah dapat dikelola secara berkelanjutan, melibatkan masyarakat, serta memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.“Yang menjadi penting adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikelola dengan baik, dipromosikan secara tepat, serta didukung oleh sumber daya manusia dan kelembagaan yang semakin kuat. Dengan demikian, pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi sekaligus tetap menjaga nilai budaya dan keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.Kegiatan studi lapangan tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pertukaran pengalaman antara peserta PKP dengan perangkat daerah. Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai pengelolaan sektor pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Wonosobo, termasuk tantangan dan peluang dalam pengembangannya.Sri Fatonah menyampaikan bahwa forum seperti studi lapangan juga menjadi ruang penting untuk berbagi pengalaman antarlembaga, khususnya dalam melihat praktik pengelolaan potensi daerah dan pelayanan kepada masyarakat.“Kami berharap apa yang disampaikan dalam studi lapangan ini dapat menjadi tambahan wawasan bagi peserta, khususnya dalam melihat bagaimana potensi daerah dikelola melalui kolaborasi, pelayanan, dan inovasi. Setiap daerah tentu memiliki karakter dan potensi yang berbeda, sehingga pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bahan pembelajaran sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” ungkapnya.Melalui kegiatan tersebut, Disparbud Kabupaten Wonosobo berharap pertukaran pengetahuan dan pengalaman dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur serta kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.Studi lapangan PKP ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Wonosobo secara lebih luas, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah yang berbasis pada potensi lokal, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.***