Disparbud dan DPMPTSP Wonosobo Perkuat Pembinaan dan Pengawasan Usaha Pariwisata di Kecamatan Kejajar
WONOSOBO – Upaya meningkatkan kualitas dan kepatuhan penyelenggaraan usaha pariwisata terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pemerintah daerah melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Usaha Pariwisata Kabupaten Wonosobo Tahun 2026 secara tersistem melalui Online Single Submission (OSS), Kamis (5/11/2026).Kegiatan yang menyasar pelaku usaha pariwisata di Kecamatan Kejajar tersebut dilaksanakan pada tiga lokasi, yakni Homestay Pakuwojo View Dieng milik Laela Agustina, Resort Pintu Langit milik Hanafi, dan Napoleon Villa milik Kurniati.Tim Disparbud Wonosobo dipimpin Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Hapipi, didampingi Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Eniyati, Dimas D. Pradikta, dan Rohmat S. Romadlon.Sementara itu, tim DPMPTSP Kabupaten Wonosobo terdiri atas Dian Rusdiyana selaku Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya, Diah Nissa Prihatini selaku Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Pertama, Lies Diana Mutiara Dewi selaku Penelaah Teknis Kebijakan, serta Eko Supriyatno selaku Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Pertama.Pembinaan dan pengawasan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 5 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha, Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan, dan Sanksi Administratif pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata. Melalui regulasi tersebut, pelaku usaha didorong untuk memenuhi standar kegiatan usaha sekaligus memastikan kesesuaian antara perizinan yang dimiliki dengan aktivitas usaha yang dijalankan.Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparbud Wonosobo, Hapipi, menyampaikan bahwa pembinaan dan pengawasan merupakan bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan usaha pariwisata.Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga harus diimbangi dengan kualitas pengelolaan destinasi dan usaha pariwisata."Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan para pelaku usaha pariwisata memahami dan menerapkan standar usaha sesuai ketentuan yang berlaku. Pembinaan tidak semata-mata berkaitan dengan kelengkapan perizinan, tetapi juga mencakup kualitas fasilitas, kebersihan, keselamatan wisatawan, pengelolaan lingkungan, hingga perlindungan tenaga kerja. Harapannya, usaha pariwisata di Wonosobo semakin profesional, berkualitas, dan mampu memberikan rasa aman serta nyaman bagi wisatawan," ungkap Hapipi.Dalam pelaksanaan di lapangan, tim melakukan pemeriksaan dan pendampingan terhadap aspek administrasi perizinan maupun standar teknis penyelenggaraan usaha.Pada Homestay Pakuwojo View Dieng, tim memberikan pembinaan terkait pemenuhan standar fasilitas akomodasi, kebersihan dan kenyamanan kamar, penyediaan tempat sampah tertutup, informasi arah kiblat, serta pemasangan nomor telepon darurat pada setiap kamar.Pengelola juga didorong menyediakan fasilitas pembayaran digital melalui QRIS untuk memberikan kemudahan transaksi bagi wisatawan.Sementara itu, di Resort Pintu Langit, pembinaan diarahkan pada penerapan standar kebersihan dan sanitasi lingkungan, pemeliharaan fasilitas kamar, serta peningkatan kenyamanan wisatawan. Dari aspek administrasi perizinan, pengelola mendapatkan arahan mengenai penyesuaian dan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), termasuk KBLI Daya Tarik Wisata dan Restoran apabila aktivitas tersebut diselenggarakan.Adapun di Napoleon Villa, pembinaan mencakup penyesuaian KBLI dengan aktivitas usaha yang dijalankan, termasuk kemungkinan penambahan KBLI Restoran. Tim juga merekomendasikan bagi pengelola untuk mencetak tata tertib dan Standar Operasional Prosedur (SOP), penyediaan informasi nomor darurat.Hasil pembinaan dan pengawasan terhadap ketiga pelaku usaha tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut melalui pendampingan sesuai dengan aspek pemenuhan standar usaha masing-masing.Sinergi antara Disparbud dan DPMPTSP ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman pelaku usaha terhadap regulasi perizinan berusaha berbasis risiko, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan dan tata kelola usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo.Dengan pembinaan yang berkelanjutan, usaha pariwisata diharapkan tidak hanya semakin tertib secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, aman, nyaman, dan berkelanjutan.Disparbud Wonosobo, Bersama Membangun Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif.***