Pencarian Global

PPID Pelaksana Disparbud Wonosobo Melangkah ke Tahap Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik 2024
Informasi Setiap Saat
admin 19 Dec 2024
32

PPID Pelaksana Disparbud Wonosobo Melangkah ke Tahap Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik 2024

WONOSOBO – Sebuah prestasi membanggakan diraih oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo.  Pada tahun 2024, PPID Pelaksana Disparbud Wonosobo berhasil melangkah ke tahap Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik, sebuah langkah penting dalam rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik. Komitmen terhadap keterbukaan informasi publik ini merupakan bagian dari upaya nyata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.  Inovasi menjadi kunci dalam menghadirkan informasi yang semakin informatif, relevan, dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Tahap Uji Publik ini akan diselenggarakan pada: Hari/Tanggal: Senin, 30 Desember 2024 Tempat: Gedung Korpri Wonosobo Waktu: Pukul 09.00 WIB Acara ini juga akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Web TV Wonosobo, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan dan turut mendukung proses keterbukaan informasi yang menjadi salah satu pilar penting tata kelola pemerintahan yang baik. PPID Pelaksana Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan Uji Publik ini.  Dengan semangat “Sesarengan Mbangun Wonosobo”, kita bersama-sama dapat menunjukkan komitmen dalam menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan inovatif. Melalui langkah ini, Wonosobo diharapkan tidak hanya dapat memenuhi standar keterbukaan informasi publik, tetapi juga menjadi panutan dalam mengimplementasikan prinsip transparansi di tingkat daerah. Mari bersama-sama kita wujudkan Wonosobo yang lebih informatif, transparan, dan terbuka untuk semua.***(Dimas D. Pradikta)

Digelar Disporapar Jateng, Wonosobo Jadi Tuan Rumah Rakor Sinergitas Program Bidang Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata
Informasi Setiap Saat
admin 17 Dec 2024
47

Digelar Disporapar Jateng, Wonosobo Jadi Tuan Rumah Rakor Sinergitas Program Bidang Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata

WONOSOBO - Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, menyelenggarakan rapat koordinasi atau rakor sinergitas program bidang Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, dengan peserta 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Peserta rakor sinergitas ini adalah OPD terkait yang membidangi urusan Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, serta melibatkan para pelaku wisata, asosiasi kepemudaan dan kepariwisataan, yang berlangsung selama 2 hari, sejak Selasa 17 Desember hingga Rabu 18 Desember 2024. Beberapa poin penting mulai dari keterpaduan program dan kegiatan urusan kepemudaam, olahraga serta urusan pariwisata tahun 2025 dan penyusunan rencana strategis tahun 2025-2029 menjadi topik pembahasan pada hari pertama, yang berlangsung di Hotel Daffam Wonosobo. Narasumber dari lintas sektor juga turut dihadirkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari Bappeda Provinsi, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan adanya sesi tanya jawab dan saling bertukar informasi maupun pengalaman dari para peserta. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Agung Hariyadi, turut hadir dalam acara tersebut, didampingi Sekretaris Disporapar Prov Jateng Syurya Deta Syafrie, serta seluruh bidang di lingkungan Disporapar Prov Jateng. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, menyambut baik adanya program tersebut, selain sebagai ajang sharing dan komunikasi, kegiatan ini juga akan menumbuh kembangkan kolaborasi antar Kabupaten/Kota untuk memajukan sektor Pariwisata Jawa Tengah.***(Dimas D. Pradikta)

BPS Kabupaten Wonosobo Fasilitasi Disparbud Ajukan Rekomendasi Kegiatan Statistik
Informasi Setiap Saat
admin 13 Dec 2024
39

BPS Kabupaten Wonosobo Fasilitasi Disparbud Ajukan Rekomendasi Kegiatan Statistik

WONOSOBO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonosobo memfasilitasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo dalam pengajuan rekomendasi kegiatan statistik melalui aplikasi romantik.web.bps.go.id. Kegiatan ini berlangsung di aula BPS Kabupaten Wonosobo pada Jumat (13/12/2024) pagi. Disparbud Kabupaten Wonosobo mengajukan permohonan rekomendasi untuk kegiatan Survei Wisatawan Kabupaten Wonosobo Tahun 2025, yang telah resmi mendapatkan nomor rekomendasi V-24.3307.002. Kepala BPS Kabupaten Wonosobo, Dr. Mustaqim SST, SE, M.Si, menyatakan bahwa dengan adanya rekomendasi dan metadata, setiap kegiatan statistik yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan terverifikasi dan memiliki kelayakan untuk dipublikasikan. “Rekomendasi ini menjadi bukti bahwa kegiatan statistik yang dilakukan OPD sudah memenuhi standar yang ditetapkan. Data yang dihasilkan pun menjadi lebih terpercaya untuk dijadikan referensi dalam pengambilan kebijakan,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, S.Sos, menjelaskan bahwa kegiatan statistik ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Satu Data Indonesia. Data yang dikumpulkan nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan, khususnya di sektor pariwisata. “Kegiatan statistik ini penting untuk mendukung pencapaian visi jangka panjang Kabupaten Wonosobo sesuai RPJPD 2025-2045, yakni menjadikan Wonosobo sebagai Pusat Agrobisnis dan Pariwisata Terkemuka di Jawa Tengah yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” ujar Agus Wibowo. Survei Wisatawan 2025 ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi pariwisata di Kabupaten Wonosobo, sehingga pemerintah daerah dapat menyusun program kerja yang lebih efektif dan berdaya guna untuk masyarakat. Dengan sinergitas ini diharapkan Kabupaten Wonosobo mampu meningkatkan daya saing pariwisata sekaligus mendukung kebijakan berbasis data yang akurat dan terpercaya.***(Dimas D. Pradikta)

Java Balloon Attraction Masuk Top 10 Event Pariwisata Jawa Tengah 2024
Informasi Setiap Saat
admin 10 Dec 2024
37

Java Balloon Attraction Masuk Top 10 Event Pariwisata Jawa Tengah 2024

SEMARANG - Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan Penghargaan Top 10 Event Pariwisata Jawa Tengah 2024, Rabu (11/12/2024) di Radjawali Semarang Cultural Center Semarang.  Acara yang dikemas dengan megah ini, sekaligus  Launching Callendar of Event Jawa Tengah 2025 sekaligus pemberian apresiasi kepada penyelenggara event yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di Jawa Tengah. Masuknya Wonosobo dalam jajaran Top 10 Event melalui Java Balloon Attraction, karena Event ini dinilai ikonik danmenarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Dimana, tradisi yang sudah lama berkembang di masyarakatberhasil disajikan dengan kemasan yang modern dan menarik. Seusai menerima penghargaan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, yang sekaligus penyelenggara event Java Balloon Attraction, Agus Wibowo menyampaikan, Java Balloon Attraction tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media untuk melestarikan budaya dan memperkenalkan potensi pariwisata Wonosobo kepada dunia. “Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komunitas Balon Wonosobo dan para pihak yang telah bekerjasama dengan baik selama ini untuk mengemas event Java Balloon Attraction sehingga mampu menjadi event yang diminati banyak kalangan dan mendatangkan wisatawan ke Wonosobo baik wisatawan Nusantara maupun wisatawan mancanegara,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Jawa Tengah Agung Hariyadi menambahkan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah yang terus berupaya meningkatkan kualitas event pariwisata. "Event seperti ini menjadi pilar penting dalam meningkatkan pergerakan wisatawan dan memperkuat citra pariwisata Jawa Tengah," tambahnya.    Selain Java Balloon Attraction, sembilan event lainnya dari berbagai daerah di Jawa Tengah juga mendapat penghargaan serupa.  Harapannya dapat memacu daerah lain untuk lebih kreatif dalam menciptakan event yang mampu menarik minat wisatawan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal.   “Dengan adanya penghargaan ini, Jawa Tengah kian optimis menjadi destinasi unggulan di Indonesia yang kaya akan keunikan budaya dan wisata,” pungkasnya.***(Dimas D. Pradikta)

Informasi Setiap Saat
admin 05 Dec 2024
48

Disparbud Wonosobo Lakukan Persiapan Event Festival Mudik 2025: Tradisi, Teknologi, dan Kolaborasi untuk Pariwisata

WONOSOBO - Rabu, 4 Desember 2024, telah dilaksanakan rapat koordinasi terkait persiapan Festival Mudik 2025 yang dihadiri oleh 16 perwakilan masyarakat penanggung jawab desa yang akan menyelenggarakan festival balon udara.  Rapat ini dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, yang memberikan sambutan dan penjelasan mengenai tujuan kegiatan rapat tersebut, yakni menyusun rencana pelaksanaan festival yang akan digelar pada tahun 2025 mendatang. Salah satu agenda utama dalam rapat ini adalah konfirmasi lokasi kegiatan festival yang direncanakan untuk memastikan efektivitas dan lokasi yang strategis.  Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Agam mengenai ketentuan teknis pelaksanaan festival, termasuk proses perizinan yang harus diajukan kepada pihak pemerintah dan pihak terkait lainnya.  Beberapa hal penting yang dibahas antara lain adalah proses survei lokasi yang telah disetujui, pengiriman titik koordinat, serta pengajuan surat permohonan untuk otoritas bandara wilayah III Surabaya guna memastikan kelancaran penerbangan balon udara. Selain itu, panitia juga diingatkan untuk mengajukan izin keramaian kepada pihak kepolisian setempat, serta mematuhi prosedur standar yang ada dalam kegiatan semacam ini.  Dalam festival ini terdapat dua mekanisme utama, yaitu lomba balon udara di beberapa lokasi dan acara "Mabur Bareng" yang akan dilakukan secara bersamaan di satu hari.  Untuk menjaga kelancaran acara, panitia diminta untuk memastikan keamanan dan kondusifitas selama kegiatan berlangsung, serta menyediakan hadiah atau doorprize bagi para peserta sebagai bentuk apresiasi. Festival Mudik 2025 akan diadakan di empat lokasi yang telah ditentukan, yaitu Reco, Karang Luhur, Candiyasan, dan Bojasari. Biaya pendaftaran untuk acara "Mabur Bareng" akan digratiskan, sedangkan biaya pendaftaran untuk lomba balon udara adalah sebesar Rp 100.000.  Dalam rapat ini juga dibahas mengenai aspek logistik seperti pengaturan tiket masuk, parkir, dan penginapan yang perlu dicantumkan dengan jelas dalam publikasi acara, termasuk informasi tentang lokasi yang dapat diakses melalui Google Maps dan kontak person yang dapat dihubungi. Setelah kegiatan berlangsung, panitia penyelenggara wajib menyusun laporan pasca kegiatan yang mencakup sejumlah informasi penting, antara lain jumlah peserta, estimasi jumlah pengunjung, omset UMKM yang terlibat, penginapan yang terjual, tamu VIP yang hadir, serta dokumentasi foto kegiatan. Pembagian jadwal kegiatan festival yang akan dilaksanakan di masing-masing wilayah juga menjadi topik pembahasan penting dalam rapat ini.  Festival akan dilaksanakan pada beberapa tanggal berbeda di setiap lokasi, mulai dari 1 hingga 6 April 2025.  Penentuan tanggal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan faktor kenyamanan dan kondusifitas acara di masing-masing wilayah. Logo yang akan digunakan dalam acara ini mencakup logo Pemda, Wonderful Indonesia, The Soul of Java, Festival Mudik, serta logo masing-masing wilayah.  Acara ini nantinya akan bertajuk "Balloon Culture Festival" dan menampilkan sejumlah balon udara yang akan terbang di alun-alun Wonosobo. Selain balon yang berasal dari 16 wilayah peserta, akan ada juga seleksi untuk 12 balon udara dari komunitas yang akan turut serta dalam festival ini. Terkait masalah teknis penerbangan balon, disepakati bahwa untuk menghindari kesalahan atau pelanggaran peraturan, penerbangan balon di luar ketentuan harus diminimalisir.  Penerbangan balon di alun-alun Wonosobo akan melibatkan total 40 balon, yang terdiri dari 16 balon dari masing-masing wilayah peserta, 12 balon dari pemenang lomba, serta 12 balon seleksi dari komunitas. Sebagai langkah pencegahan, panitia juga diingatkan agar memastikan balon tidak dibakar dengan sengaja untuk menghindari potensi pemberitaan negatif di media sosial.  Sebagai penutup, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo berharap agar Festival Mudik 2025 dapat berlangsung lancar, sukses, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta pariwisata di Kabupaten Wonosobo.***(Dimas D. Pradikta)  

Upaya Lestarikan Tembakau Swating, Wabup Albar Bersama Distanbun Jateng Launching UPH Tembakau di Desa Tieng Wonosobo
Informasi Setiap Saat
admin 04 Dec 2024
45

Upaya Lestarikan Tembakau Swating, Wabup Albar Bersama Distanbun Jateng Launching UPH Tembakau di Desa Tieng Wonosobo

WONOSOBO - Pertama di Kabupaten Wonosobo, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) resmi meluncurkan Unit Pengolahan Hasil (UPH) dan korporasi petani tembakau di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Hal tersebut diungkapkan Kepala Distabun Jateng, Supriyanto, saat meresmikan UPH dan korporasi petani tembakau di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Rabu 4 Desember 2024. Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar, juga turut hadir membersamai peresmian tersebut, didampingi Kadis Pertanian, Pariwisata, Disdagkop, Bappeda, Camat Kejajar, Kades Tieng, serta undangan lainnya. Sebagaimana dijelaskan, UPH dan korporasi petani tembakau yang diberi nama CV Dieng Arga Maju ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, khususnya di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo. Kepala Distabun Jateng, Supriyanto, menjelaskan bahwa pembangunan UPH tembakau ini didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Berbagai alat seperti rigen untuk proses pemanggangan dan pengeringan tembakau telah disediakan untuk mendukung kualitas hasil panen petani. “Kami melihat potensi besar di Desa Tieng, terutama semangat masyarakatnya, baik pemerintah desa maupun kelompok tani. Oleh karena itu, kami mendirikan UPH tembakau ini untuk mendukung mereka,” ujar Supriyanto saat peresmian pada Rabu 4 Desember 2024. Selain fasilitas UPH, Distabun Jateng juga memperkenalkan konsep korporasi petani tembakau, yang mempersatukan para petani dalam satu kelompok untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih kuat. Kedepan, Distabun Jateng telah menjalin bekerja sama dengan PT Lampion Agrikultura Indonesia untuk memberikan edukasi kepada petani mengenai praktik pertanian terbaik (Good Handling Practices/GHP) hingga strategi pemasaran. “Para petani akan terus kami dampingi. Mulai dari proses penanganan hasil panen hingga pemasaran produk, semua akan kami dukung agar produk tembakau Desa Tieng bisa bersaing di pasar nasional,” tambah Supriyanto. Langkah ini juga mencakup dukungan dalam pengurusan cukai rokok untuk tembakau Desa Tieng agar produknya bisa dipasarkan lebih luas. Sementara, Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar, yang turut hadir dalam acara ini menyatakan optimisme terhadap sektor pertanian tembakau di Desa Tieng. Menurutnya, kehadiran UPH ini dapat membantu petani mengurangi ketergantungan pada komoditas lain, seperti kentang, yang harganya cenderung fluktuatif. “UPH tembakau ini menjadi peluang bagi petani untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas produksi tembakau. Tembakau swating dari Desa Tieng sudah terkenal sejak lama, dan sekarang saatnya bangkit,” ujarnya. Wabup Albar yang juga warga asli Desa Tieng ini juga turut mengungkapkan jika dulunya penamaan tembakau swating ini merupakan penamaan dari orang Belanda kala itu saat menikati dan merasakan tembakau dari Desa Tieng. "Swating ini, dulu yang memberi nama orang Belanda, tembakau khas Tieng ini harus terus dilestarikan, dengan adanya UPH dan korporasi petani tembakau ini merupakan upaya untuk melestarikan tembakau swating yang tentu harapannya untuk mensejahterakan masyarakat Tieng dan Wonosobo pada umumnya," jelasnya. "Ini merupakan kado terindah, karena Desa Tieng ini merupakan desa kelahiran saya, saya ucapkan terimakasih, telah melestarikan tembakau swating yang mau punah di Wonosobo, program ini harus terus di pantau, terus dimotivasi, didukung, supaya ada gerak dari kelompok tani agar terus semangat," pungkasnya.***(Dimas D. Pradikta)

Informasi Setiap Saat
admin 04 Dec 2024
31

Disporaparbud Purwakarta Belajar Pengelolaan Pariwisata ke Wonosobo

WONOSOBO – Dalam upaya memperkuat tata kelola pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, melakukan kunjungan studi referensi ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Jumat 29 November 2024. Kunjungan ini dipimpin oleh Sekretaris Disporaparbud Purwakarta, Yogi Kus Suprayogi, dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, S.Sos. Turut mendampingi dalam penyambutan tersebut Kabid Pemasaran, Sri Fatonah W. Ismangil, serta Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama. Studi referensi ini difokuskan pada tiga hal utama, yakni: 1. Manajemen Pengelolaan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari Sektor Pariwisata – membahas upaya optimalisasi penerimaan daerah melalui retribusi wisata. 2. Manajemen Event Pariwisata – strategi pelaksanaan kegiatan pariwisata untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. 3. Strategi Pemasaran Destinasi Wisata – khususnya terkait branding, promosi digital, dan kolaborasi antar pelaku wisata. Dalam diskusi hangat tersebut, Yogi Kus Suprayogi menyampaikan kekagumannya terhadap pengelolaan pariwisata di Wonosobo, yang telah berhasil menjadikan Dieng dan Bukit Sikunir sebagai destinasi unggulan berskala nasional. “Kami berharap, wawasan yang kami dapatkan di sini dapat kami adaptasi untuk mendorong sektor pariwisata di Purwakarta menjadi lebih inovatif dan kompetitif,” ujar Yogi. Kepala Disparbud Wonosobo, Agus Wibowo, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan pentingnya saling belajar antar daerah untuk memajukan sektor pariwisata secara kolektif. “Kolaborasi seperti ini adalah langkah strategis untuk berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan destinasi wisata. Kami percaya, pengalaman dari Wonosobo dapat memberikan inspirasi bagi Purwakarta, begitu pula sebaliknya,” ungkap Agus. Kunjungan studi ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi awal dari sinergi antar kedua daerah dalam memajukan pariwisata berbasis kearifan lokal.  Dengan fokus pada inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat, keduanya optimis dapat meningkatkan daya saing sektor pariwisata masing-masing. Kegiatan seperti ini mempertegas pentingnya konektivitas antar daerah dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi yang luas, serta menjaga kelestarian budaya dan lingkungan.***

Rangkaian Peringatan HUT ke-53 KORPRI, Kadisparbud Ikuti Ziarah di TMP Wiropati Wonosobo
Informasi Setiap Saat
admin 28 Nov 2024
28

Rangkaian Peringatan HUT ke-53 KORPRI, Kadisparbud Ikuti Ziarah di TMP Wiropati Wonosobo

WONOSOBO – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Hari Ulang Tahun ke-79 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), serta Hari Ulang Tahun ke-25 Dharma Wanita Persatuan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wiropati, Kamis 28 November 2024 pagi. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, S.Sos., bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota PGRI, serta Dharma Wanita Persatuan. Ziarah dimulai dengan upacara penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa dan negara. Dalam suasana yang khidmat, peserta upacara memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang dimakamkan di TMP Wiropati. Setelah upacara selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di makam-makam pahlawan sebagai bentuk penghargaan dan doa. Meski sempat diguyur hujan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh rasa hormat. Para peserta tetap bersemangat menjalani setiap rangkaian acara, menunjukkan tekad kuat untuk terus menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Agus Wibowo, S.Sos., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ziarah ini merupakan wujud nyata penghormatan kepada para pahlawan sekaligus pengingat bahwa perjuangan mereka harus dilanjutkan oleh generasi masa kini.  "Semangat perjuangan para pahlawan menjadi inspirasi bagi kita untuk terus bekerja keras membangun Wonosobo yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera," ujar Agus. Ziarah ini menjadi salah satu rangkaian peringatan yang diharapkan mampu mempererat rasa kebersamaan dan meningkatkan semangat pengabdian di kalangan ASN, tenaga pendidik, dan anggota Dharma Wanita Persatuan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengenang jasa para pahlawan serta menjadikan semangat perjuangan mereka sebagai motivasi dalam membangun daerah.***

Terima Kunjungan Studi Referensi dari Disporyata Depok, Ini Topik Penting yang Dibahas
Informasi Setiap Saat
admin 20 Nov 2024
11

Terima Kunjungan Studi Referensi dari Disporyata Depok, Ini Topik Penting yang Dibahas

WONOSOBO – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo pada Rabu 20 November 2024, menerima kunjungan studi referensi dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok.  Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan sektor pariwisata yang efektif dan berkelanjutan. Rombongan Disporyata Kota Depok yang berjumlah 12 orang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Disporyata Depok, Andi Kuswandi.  Kehadiran rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Disparbud Kabupaten Wonosobo, Moh Burhanuddin, didampingi Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Hapipi, serta Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disparbud Wonosobo.  Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Disparbud Kabupaten Wonosobo dengan suasana diskusi yang dinamis dan konstruktif. Pokok Bahasan Diskusi Terdapat dua topik utama yang menjadi fokus pembahasan dalam kunjungan ini: 1. Manajemen dan Pengembangan Desa Wisata Kabupaten Wonosobo dikenal memiliki berbagai desa wisata yang menjadi daya tarik wisatawan, seperti Desa Wisata Sembungan dan Desa Wisata Jangkrikan.  Disparbud Wonosobo memaparkan strategi pengelolaan desa wisata, mulai dari pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan produk wisata, hingga promosi destinasi yang efektif. 2. Pengelolaan Retribusi Sektor Pariwisata Pembahasan mencakup regulasi retribusi, tata cara pemungutan, serta strategi pemanfaatannya untuk mendukung pembangunan daerah.  Disparbud Wonosobo menekankan pentingnya sistem pengelolaan retribusi yang transparan dan akuntabel guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Harapan dari Kolaborasi Sekretaris Disparbud Kabupaten Wonosobo, Bapak Moh Burhanuddin, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama antara kedua daerah.  “Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Melalui diskusi dan pertukaran informasi seperti ini, kami berharap dapat saling mendukung dalam pengembangan sektor pariwisata, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya. Sementara itu, Sekretaris Disporyata Kota Depok, Bapak Andi Kuswandi, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari Disparbud Wonosobo.  “Kami sangat terinspirasi oleh pengelolaan pariwisata di Kabupaten Wonosobo. Harapan kami, pengalaman yang diperoleh dari kunjungan ini dapat diterapkan di Kota Depok untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pariwisata,” ujarnya. Komitmen untuk Pariwisata Berkelanjutan Kegiatan studi referensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menjalin kolaborasi yang lebih erat antara Kabupaten Wonosobo dan Kota Depok. Dengan saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik, kedua daerah diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pariwisatanya masing-masing demi mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo terus berkomitmen untuk mendukung pengelolaan pariwisata yang berbasis kearifan lokal dan berdaya saing, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***