Pencarian Global

Gelar Festival Mudik, Pemkab Wonosobo Pastikan 16 Titik Penerbangan Balon Udara Aman dan Mematuhi Regulasi
Informasi Setiap Saat
admin 14 Mar 2025
13

Gelar Festival Mudik, Pemkab Wonosobo Pastikan 16 Titik Penerbangan Balon Udara Aman dan Mematuhi Regulasi

Wonosobo - Tradisi mudik Lebaran di Wonosobo tahun 2025 bakal semakin meriah dengan kehadiran Festival Mudik yang menampilkan atraksi balon udara di 16 titik lokasi. Acara yang telah menjadi bagian dari budaya lokal ini siap menyambut pemudik dengan sajian khas yang penuh warna dan keindahan. Persiapan Matang, Keamanan Prioritas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, memastikan bahwa persiapan Festival Mudik 2025 telah dilakukan secara bertahap, sebagai upaya untuk terus melestarikan tradisi namun tetap mematuhi regulasi dan mengutamakan keselamatan dan keamanan Demi menjaga keselamatan, penerbangan balon udara tahun ini tetap menggunakan sistem tambat, sesuai regulasi yang berlaku.  "Kini penerbangan balon udara di Wonosobo tidak bisa dilakukan secara bebas. Balon udara hanya boleh diterbangkan dengan cara ditambatkan," jelas Agus Wibowo. Festival Mudik 2025: Lebih Atraktif dan Berkesan Festival ini menjadi momen spesial bagi pemudik yang rindu dengan suasana kampung halaman. Atraksi balon udara tradisional dengan motif unik dan warna-warni akan menjadi daya tarik utama.  Selain itu, berbagai hiburan khas Wonosobo juga akan hadir, mulai dari kesenian rakyat hingga pertunjukan budaya. Tak hanya itu, para pengunjung juga bisa menikmati beragam kuliner khas Wonosobo, seperti: tempe kemul, nasi megono, maupun mie ongklok. Masih dijelaskan Kadisparbud, tahun ini, pertunjukan balon udara tradisional akan digelar di 16 titik lokasi mulai dari tanggal 1 April 2025 hingga puncaknya pada 6 April 2025 di Alun-alun Wonosobo. Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkolaborasi dengan Komunitas Balon Wonosobo dan berbagai pihak mengemas pertunjukan balon udara tradisional yang menarik, khas, dan berkesan. Diharapkan dengan hadir di 16 titik lokasi ini akan menciptakan pemandangan indah di berbagai titik penyelenggara festival sehingga langit Wonosobo penuh warna di setiap harinya. Adapun 16 titik lokasi penyelenggara event penerbangan balon udara dalam rangka Festival Mudik tahun 2025 ini meliputi: 1. Festival Balon Candiyasan Kertek (1-2 April 2025) 2. Festival Balon Semayu Selomerto (1-2 April 2025) 3. Festival Balon Kembaran Kalikajar di Lapangan Kembaran Kalikajar (1-4 April 2025) 4. Festival Balon Jogoyitnan Wonosobo (1 April 2025) 5. Festival Balon Mirombo Wonosobo (2 April 2025) 6. Festival Balon Simbang Kalikajar (2-5 April 2025) 7. Festival Balon Limbangan Mudal Mojotengah (3 April 2025) 8. Festival Balon Mendolo Bumireso Wonosobo (3 April 2025) 9. Festival Balon Lamuk Kalikajar (3-5 April 2025) 10. Festival Balon Reco Kertek (3-4 April 2025) 11. Festival Balon Tanjungsari Land Sapuran (3-4 April 2025) 12. Festival Balon Jaraksari Wonosobo (4 April 2025) 13. Festival Balon Wringinanom Kertek (5 April 2025) 14. Festival Balon Kaliasem Gondang Watumalang (4-5 April 2025) 15. Festival Balon Tempel Kalikajar (5 April 2025) 16. Puncak Festival Mudik di Alun-Alun Wonosobo (6 April 2025) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, mengonfirmasi bahwa Festival Balon Karangluhur dan Festival Balon Bojasari Kertek batal dilaksanakan karena satu dan lain hal, sementara Festival Balon Wringinanom tetap berlangsung tetapi hanya satu hari yakni pada 5 April 2025. Daya Tarik Wisata yang Mendunia Festival ini tidak hanya dinantikan oleh warga Wonosobo, tetapi juga menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah, bahkan dari luar provinsi dan luar negeri. Agus menambahkan bahwa sejumlah komunitas pencinta balon udara dari Brasil telah mengonfirmasi keikutsertaan mereka dalam menerbangkan balon udara di Wonosobo pada Festival Mudik 2025 mendatang. Tradisi balon udara yang dikemas lebih modern dan aman ini menjadi atraksi yang unik dan khas, menjadikan Wonosobo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan saat Lebaran. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan langit Wonosobo yang penuh warna dan merasakan sensasi festival yang semakin spektakuler tahun ini!.***(Dimas D. Pradikta)

Informasi Setiap Saat
admin 12 Mar 2025
33

Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan di Wonosobo, Harmoni Budaya dan Religi

Wonosobo - Menjelang Bulan Suci Ramadhan, masyarakat Wonosobo menggelar berbagai tradisi yang sarat makna. Tidak hanya sebagai bentuk penyucian diri, kegiatan ini juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan mendoakan keluarga serta leluhur. Berikut beberapa tradisi khas yang masih lestari di Wonosobo: 1. Nyadran: Menghormati Leluhur Nyadran berasal dari istilah sraddha, yang berarti keyakinan atau kepercayaan. Tradisi ini memiliki akar sejarah panjang, tercatat dalam Kitab Negarakertagama, yang menyebut Raja Hayam Wuruk mengadakan upacara Sraddha untuk mendoakan leluhur. Dalam perkembangan Islam, tradisi ini tetap dilaksanakan sebagai ziarah kubur di makam leluhur atau punden desa, dengan kegiatan bersih kubur yang dilakukan secara gotong royong. Nyadran menjadi sarana refleksi diri sebelum memasuki Ramadhan. 2. Nyekar: Ziarah dan Doa untuk Keluarga Nyekar memiliki makna menaburkan bunga di atas pusara sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur atau keluarga yang telah tiada. Tradisi ini dilakukan baik secara individu maupun bersama keluarga, sebagai momen untuk mengenang dan mendoakan mereka yang telah berpulang. 3. Padusan: Mensucikan Diri Menyambut Ramadhan Padusan berasal dari bahasa Jawa adus (mandi) dengan sufiks "-an", yang bermakna mandi besar guna menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa. Tradisi ini biasanya dilakukan di sumber mata air alami, seperti tuk (mata air), belik (sumur kecil), sungai, atau sendang yang dianggap suci. Padusan menjadi simbol kesiapan fisik dan batin dalam menyambut bulan suci. 4. Punggahan: Pengingat Kedatangan Ramadhan Punggahan berasal dari kata munggah (naik) yang mendapat akhiran "-an". Tradisi ini berkembang di wilayah Wadaslintang, di mana masyarakat Muslim berkumpul untuk berdoa bersama di rumah warga atau masjid. Kegiatan ini menjadi pengingat akan datangnya Ramadhan dan mempererat kebersamaan dalam komunitas. 5. Kerja Bakti: Gotong Royong Menyambut Bulan Suci Menjelang Ramadhan, masyarakat Wonosobo juga melaksanakan kerja bakti dengan membersihkan dan menghias lingkungan tempat tinggal, masjid, dan musala. Kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dalam menyambut bulan penuh berkah. 6. Megengan: Tradisi Berbagi Makanan Megengan merupakan tradisi berbagi makanan kepada tetangga dan kerabat, yang biasa disebut ater-ater. Sedekah makanan ini dilakukan secara individu maupun kelompok, sebagai bentuk rasa syukur dan mempererat hubungan sosial menjelang Ramadhan. Dengan berbagai tradisi ini, masyarakat Wonosobo tidak hanya menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga merawat kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun. Semangat kebersamaan dan kebudayaan ini menjadikan Ramadhan lebih bermakna dan penuh kehangatan.

Berwisata ke Wonosobo, Wisatawan Kini Bisa Akses CCTV Milik Pemerintah untuk Hindari Kemacetan
Informasi Setiap Saat
admin 05 Mar 2025
107

Berwisata ke Wonosobo, Wisatawan Kini Bisa Akses CCTV Milik Pemerintah untuk Hindari Kemacetan

Wonosobo - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, merespon positif atas dibukannya akses CCTV milik Pemerintah Kabupaten Wonosobo sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas, tentunya hal ini akan sangat membantu wisatawan yang akan berwisata di Wonosobo. Sebagaimana dijelaskan Kepala Bidang Informatika Diskominfo Wonosobo, Sugeng Riyadi, masyarakat Wonosobo saat ini sudah bisa mengakses CCTV yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Wonosobo. "Bagi masyarakat yang ingin melihat kondisi di lokasi yang sudah terpasang CCTV, dapat membuka laman cctv.wonosobokab.go.id, kemudian langsung di klik lokasi yang ingin dilihat," jelasnya. Menurut Sugeng, saat ini baru ada 8 dari total 36 titik yang terkoneksi dan bisa diakses oleh masyarakat. Pihaknya saat ini masih terus berupaya untuk membuka seluruh akses kepada masyarakat. "Dengan dibukanya akses ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengetahui bagaimana kondisi lalu lintas saat itu. Karena lokasi yang dipasang CCTV ini bertempat di titik-titik keramaian. Beberapa titik yang bisa diakses yakni perempatan Plaza, Titik O, pertigaan Makam Pahlawan, area Kantor Sekretariat Wonosobo," tambahnya. Upaya ini menjawab kebutuhan masyarakat akan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat akan bepergian. Projek yang mulai dikembangkan sejak dua tahun lalu ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Lebih lanjut Sugeng menyampaikan saat ini pihaknya sedang menyiapkan 5 titik baru untuk dipasang CCTV. Ia juga sedang mengembangkan projek AI untuk mendukung fitur CCTV itu sendiri dan menghitung jumlah kendaraan yang lewat. Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, menilai bahwa inovasi ini akan sangat membantu wisatawan dalam merencanakan perjalanan mereka, terutama dalam menghindari kemacetan menuju kawasan wisata. Inovasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kenyamanan wisatawan di Wonosobo. Ia menegaskan bahwa akses CCTV ini merupakan bagian dari salah satu upaya mewujudkan pariwisata yang aman, nyaman, dan berdaya saing tinggi. “Keamanan dan kenyamanan adalah faktor utama dalam sektor pariwisata. Dengan adanya akses CCTV ini, wisatawan diharapkan dapat lebih tenang dan memilih waktu yang tepat untuk berwisata ke berbagai destinasi tanpa khawatir terjebak macet,” harapnya. Agus juga berharap, kedepan dapat ditambah akses CCTV jalur menuju kawasan wisata di Kabupaten Wonosobo. Diharapkan, dengan adanya inovasi ini, jumlah kunjungan wisata ke Wonosobo kedepan akan semakin meningkat dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama bagi pelaku usaha di sektor pariwisata, transportasi, dan kuliner.***(Dimas D. Pradikta)

Difasilitasi Diskominfo, Disparbud Wonosobo Ikuti Penyusunan DIP dan DIK Tahun 2025, Berlangsung di RSUD Setjonegoro
Informasi Setiap Saat
admin 27 Feb 2025
31

Difasilitasi Diskominfo, Disparbud Wonosobo Ikuti Penyusunan DIP dan DIK Tahun 2025, Berlangsung di RSUD Setjonegoro

Wonosobo - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo pada Kamis 27 Februari 2025, memfasilitasi seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP) dan Daftar Informasi Dikecualikan (DIK) tahun 2025. Kegiatan tersebut mnghadirkan pemateri dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Ermy Sri Ardhayanti, S.Sos. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi dan dokumentasi publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Langkah tersebut direspon positif oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, dengan menghadirkan PPID Pelaksana, yakni Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama, Dimas Diyan Pradikta, S.E. Dalam sesi diskusi dan penyampaian saran DIK oleh OPD pelaksana, Disparbud Wonosobo turut mengusulkan 2 usulan agar dimasukan sebagai Daftar Informasi Dikecualikan (DIK) Tahub 2025, yakni: data lokasi sumber daya arkeologi dan data sejarah dan budaya sensitif. Dengan merujuk dasar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan. Hal tersebut dilakukan untuk melindungi lokasi dari pengrusakan masif dan terstruktur, serta melindungi privasi dan karakter sejarah budaya tertentu, yang ada di wilayah Kabupaten Wonosobo. Hal tersebut, direspon positif oleh Komisioner Komisi Informasi Jawa Tengah, Ermy Sri Ardhayanti, S.Sos. Menurutnya hal tersebut sangat baik, bahkan selama ini diungkapkannya baru satu Kabupaten di Jawa Tengah, yakni Wonosobo, yang mengusulkan jika data arkeologi untuk dikecualikan. Ia menambahkan, agar penjelasan pengecualian informasi tersebut sesuai dengan pasal 17 UU no 14 tahun 2007 dan pasal 18 ayat (2). Tak hanya Disparbud, OPD lainnya juga turut serta menyampaikan usulan, dengan diskusi yang menarik antar pemateri dan peserta kegiatan. Kegiatan ditutup dengan penyampaian rencana kerja tindak lanjut Monev KIP Kabupaten Wonosobo tahun 2025 oleh Kepala Bidang IKP Diskominfo, Astien Umariyah, S.Sos. Dimana selanjutkan usulan DIK dari masing-masing OPD ini akan dilakukan Uji Konsekuensi, sebelum ditetapkan sebagai informasi yang dikecualikan.***

Terima Kunjungan Studi Referensi Komisi B DPRD Semarang, Disparbud Wonosobo Sampaikan Hal Ini
Informasi Setiap Saat
admin 27 Feb 2025
33

Terima Kunjungan Studi Referensi Komisi B DPRD Semarang, Disparbud Wonosobo Sampaikan Hal Ini

Wonosobo - Guna menambah referensi dan melengkapi informasi bidang tugas komisi B DPRD Kabupaten Semarang khususnya bidang perekonomian dan keuangan daerah. Pada Kamis 27 Februari 2025, melakukan kunjungan studi referensi ke DPRD Kabupaten Wonosobo. Diterima di Aula DPRD Kabupaten Wonosobo, Kunjungan dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang, didampingi Ketua Komisi B, dan seluruh anggota Komisi B DPRD Kabupaten Semarang. Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Moh Burhanuddin, turut hadir menerima kunjungan DPRD Kabupaten Semarang tersebut, memaparkan berbagai strategi pengelolaan sektor pariwisata daerah. Dalam pertemuan tersebut, Burhanuddin menjelaskan gambaran umum pariwisata Wonosobo, struktur kelembagaan Disparbud, serta strategi pencapaian pendapatan dan indikator kinerja daerah.  Ia juga memaparkan arah pembangunan pariwisata yang tertuang dalam RPJMD dan RPJP Kabupaten Wonosobo. Salah satu strategi utama yang diungkapkan adalah pendekatan berbasis data melalui survei wisatawan yang telah mendapat rekomendasi dari Badan Pusat Statistik (BPS).  Selain itu, Disparbud juga mengoptimalkan penyelenggaraan berbagai event, baik skala lokal, kabupaten, nasional, maupun internasional, sebagai upaya meningkatkan daya tarik wisata Wonosobo dan jumlah kunjungan wisata serta lama tinggal di Kabupaten Wonosobo. Lebih lanjut, strategi pengembangan pariwisata juga dilakukan dengan memperluas kerja sama kemitraan, serta memaksimalkan pemasaran melalui media sosial dan publikasi di majalah travel guide. Pertemuan ini berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi antara peserta. Bahkan, pihak DPRD Kabupaten Semarang mengungkapkan ketertarikannya untuk kembali berkunjung ke Wonosobo dengan membawa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis guna memperdalam studi referensi mereka. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata dan perekonomian yang berkelanjutan.***(Dimas D. Pradikta)

Selamat! Pasangan Afif-Husein Resmi Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo
Informasi Setiap Saat
admin 21 Feb 2025
82

Selamat! Pasangan Afif-Husein Resmi Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo

"Keluarga Besar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Mengucapkan Selamat Atas Dilantiknya Pasangan Afif Nurhidayat S.Ag dan Amir Husein sebagai Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo Periode 2025-2030" Jakarta - Pasangan Afif Nurhidayat dan Amir Husein resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo periode 2025-2030 oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara Republik Indonesia.  Sebelumnya, Dengan mengenakan baju dinas berwarna putih, Kepala dan Wakil Kepala daerah dikumpulkan di Monumen Nasional (Monas), Kamis 20 Februari 2025 pagi. Sebanyak, 33 Gubernur dan 33 Wakil Gubernur, 363 Bupati dan 362 Wakil Bupati, 85 Walikota dan 85 Wakil Walikota dengan dari 481 daerah dikirab menuju Ke Istana Negara dengan di iringan Drum Bund Gita Abdi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).  Pada kesempatan ini Presiden Prabowo memimpin pengambilan sumpah jabatan para kepala daerah. Dalam pelantikan serentak yang pertama kali dilakukan dalam sejarah, diikuti oleh 961 kepala daerah. Dalam arahannya, Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan selamat kepada kepala daerah yang dilantik dan selamat atas mandat yang diberikan oleh rakyat dari daerah masing-masing. “Ini saya kira adalah momen bersejarah, pertama kali di negara kita, kita lantik 33 gubernur, 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota dan 85 wakil kota dengan total 961 kepala daerah dari 481 daerah dilantik serentak di Istana Merdeka oleh kepala negara,” kata Prabowo. Prabowo mengatakan pelantikan secara serentak ini juga menggambarkan besarnya bangsa Indonesia, dan memiliki demokrasi yang dinamis dan berjalan baik. Prabowo juga menyampaikan kepala daerah yang dilantik berasal dari berbagai partai politik di Indonesia. Dia mengapresiasi kepala daerah yang telah mendapat kepercayaan dari rakyat. “Yang berdiri di depan saya berasal dari partai yang berbeda-beda. Saudara telah melaksanakan suatu kampanye yang tidak ringan, Saudara telah turun ke rakyat, telah meminta kepercayaan rakyat, dan alhamdulillah Saudara berhasil meraih kepercayaan rakyat masing-masing,” ucapnya. Prabowo mengingatkan atas nama negara dan bangsa Indonesia bahwa kepala daerah dipilih sebagai pelayan rakyat, abdi rakyat, dan harus membela kepentingan rakyat dan berjuang untuk perbaikan hidup rakyat. “Itu adalah tugas kita, itu adalah tugas kita walaupun kita mungkin berasal dari partai yang berbeda-beda, dari agama yang berbeda-beda, dari suku yang berbeda-beda, tapi kita telah lahir dalam keluarga besar Nusantara, keluarga besar Republik Indonesia, keluarga besar Merah Putih, keluarga besar Bhinneka Tunggal Ika. Kita berbeda-beda tapi kita satu,” tegas Prabowo. Untuk diketahui bahwa setelah dilantik, seluruh Kepala Daerah akan mengikuti Retret di Lembah Tidar, Akademi Militer (Akmil), Magelang. dimana Retret ini berlangsung selama 8 hari mulai tanggal 21 sampai 28 Februari 2025. Setelah resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Afif Nurhidayat dan Amir Husein menyampaikan komitmen penuh untuk bekerja keras demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Wonosobo. keduanya dengan penuh semangat berbagi visi dan program untuk Mewujudkan Wonosobo Sejahtera, Adil dan Makmur. "Kami merasa sangat terhormat dan bersyukur atas amanah yang diberikan oleh masyarakat Wonosobo. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus kami jalankan dengan penuh dedikasi dan kerja keras. Kami berkomitmen untuk mengutamakan kepentingan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan." ungkap Afif. Afif-Husein mengajak seluruh masyarakat Wonosobo untuk mendukung visi dan misi mereka dalam membawa perubahan positif bagi daerah ini.  "Kami percaya, dengan semangat gotong-royong, Wonosobo akan semakin sejahtera dan berkembang. Mari kita bangun Wonosobo bersama, dengan hati yang tulus, kerja keras, dan penuh semangat," ungkap Bupati Afif. Sementara itu, Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein juga menambahkan, mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Wonosobo yang telah memberikan kepercayaan kepada saya dan Bapak Bupati. Amanah ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan visi dan misi yang telah kami sampaikan. Ia siap mendampingi Bapak Bupati. “Sebagai Wakil Bupati, saya akan bekerja keras untuk memastikan bahwa program-program pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.  Pihaknya, bersama bupati akan berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, serta seluruh lapisan masyarakat untuk membangun Wonosobo yang lebih maju, adil, dan makmur.  “Kami percaya, dengan sinergi yang baik, kita akan mampu mengatasi tantangan yang ada dan mewujudkan cita-cita bersama." pungkas Husein.  Keduanya berharap agar sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dapat terus terjalin dengan baik demi tercapainya Kabupaten Wonosobo yang lebih baik di masa depan. Banyak ucapan selamat, doa dan harapan dari masyarakat Wonosobo kepemimpinan untuk Afif-Husein, membawa Wonosobo menuju kemajuan dan kesejahteraan yang lebih baik. Mari dukung bersama visi dan misi untuk membangun Wonosobo yang lebih maju dan sejahtera. Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, turut menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya pasangan Afif-Husein sebagai Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo periode 2025-2030. Ia berkomitmennya untuk terus memberikan kontribusi positif untuk kemajuan pariwisata Wonosobo.*** (Dimas D. Pradikta)

Disparbud Wonosobo Ikuti Musrenbang di Kecamatan Kaliwiro
Informasi Setiap Saat
admin 18 Feb 2025
50

Disparbud Wonosobo Ikuti Musrenbang di Kecamatan Kaliwiro

Wonosobo - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, turut serta mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan Kaliwiro Tahun 2025, untuk Penyusunan RKPD 2026 Kabupaten Wonosobo, pada Selasa 18 Februari 2025. Kegiatan berlangsung di aula Kecamatan Kaliwiro dengan mengangkat tema "Penguatan Tata Kelola Ekosistem Agrobisnis dan Pariwisata sebagai Landasan Menuju Wonosobo yang Sejahtera, Adil, dan Makmur". Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Kepala Desa dan Kepala Kelurahan di Kecamatan Kaliwiro, unsur perempuan, tokoh agama, disabilitas, pelajar, serta Anggota DPRD Kabupaten Wonosobo Dapil 6 yakni: Indri Widiastuti, S.H., M.Si., Chamdan, S.E., Edy Sutoto, S.E., Ma’arif M.Kom. Adapun perwakilan OPD di Lingkungan Pemkab Wonosobo yang turut hadir yakni: Bappeda, Disparbud, DPUPR , DLH, Disdikpora, Disperkimhub. Camat Kaliwiro, Hermawan Animoro, S.STP., M.Si, pada sambutannya turut menyampaikan tantangan yang dihadapi diwilayahnya, seperti adanya tanyangan bencana, Kemiskinan, pendidikan/angka tidak sekolah, serta inftastruktur. "Banyak wilayah Kecamatan Kaliwiro khususnya di wilayah barat, selain itu juga ada inftartruktur pendidikan yang perlu dilakukan pemeliharaan," ungkap Camat Kaliwiro. Masih dijelaskan, Hermawan Animoro, pada forum Musrenbang ini, diharapkan adanya aspirasi dari masyarakat dapat diserap dalam penyusunan rencana pembangunan di Kabupaten Wonosobo. Kegiatan selanjutnya yakni penjelasan dari Bappeda Wonosobo, adapun materi yang disampaikan dari Bappeda Wonosobo dapat diunduh pada w-sb.org/BahanMusrenbang2026. Memasuki acara, Sekcam Kaliwiro menyebutkan ada 67 usulan dari Desa dan Kelurahan di Kecamatan Kaliwiro yang telah diusulkan melalui aplikasi SIPD RI. Adapun benerapa usulan diantaranya meliputi peningkatan/perbaikan jalan, perbaikan pasar, sarpras SD dan PAUD, jalan usaha tani, drainase, RTLH, jembatan, pariwisata dari Desa Ngadisono dan Desa Purwosari, ekonomi kreatif, TPS3R, serta alat pertanian dan bibit pertanian. Selanjutnya dari usulan tersebut diurutkan berdasarkan skala prioritas yang akan di sepakati sebagai usulan Musrenbang Kecamatan Kaliwiro. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan penyampaian usulan atara peserta Misrenbang dan OPD di Lingkungan Pemkab Wonosobo maupun dengan Anggota DPRD Kabupaten Wonosobo. Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Khomsin, yang hadir dalam acara Musrenbang Kecamatan Kaliwiro, turut menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Musrenbang tersebut, pihaknya membuka ruang adanya usulan pembangunan sektor Pariwisata dan Kebudayaan di Kabupaten Wonosobo, dalam mensukseskan RPJPD Kabupaten Wonosobo.***