Pencarian Global

Informasi Serta Merta
admin 18 Aug 2024
12

Disparbud Wonosobo Raih Juara 2 Apresiasi Konten Media Sosial Pariwisata Jawa Tengah 'Pesiar Jateng' 2024

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo meraih juara 2 apresiasi Konten Media Sosial Pariwisata Jawa Tengah (Pesiar Jateng) 2024 yang diselenggarakan dalam rangka Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia dan Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Tengah. Prestasi ini menjadi langkah maju dalam mempromosikan keindahan dan kekayaan wisata Jawa Tengah khususnya Wonosobo. Penyerahan apresiasi tersebut diberikan langsung oleh Pj Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M dan diterima oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo S.Sos, di Lapangan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Minggu (18/8/2024). Berbarengan dengan kegiatan Pesta Rakyat dalam Rangka Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Tengah. Berbagai kegiatan disuguhkan didalam Hari Jadi Jawa Tengah antara lain seperti Jateng Fun Run, Jateng Fun Zumba, lomba band pelajar, pameran produk UMKM, Jateng bersholawat, dan live musik dari band lokal maupun nasional. "Semoga perolehan ini menjadi motivasi dan semangat untuk tim media sosial Disparbud Wonosobo dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas konten promosi kepariwsaatan dan ekonomi kreatif khusunya di Kabupaten Wonosobo," ungkap Agus Wibowo.

Tingkatkan Kompetensi Pelaku Wisata, Disparbud Wonosobo Gelar Pelatihan Pemandu Ekowisata 26-29 Agustus 2024
Informasi Serta Merta
admin 07 Aug 2024
22

Tingkatkan Kompetensi Pelaku Wisata, Disparbud Wonosobo Gelar Pelatihan Pemandu Ekowisata 26-29 Agustus 2024

WONOSOBO - Pemrintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo bakal mengadakan pelatihan Pemandu Ekowisata bagi masyarakat Wonosobo khususnya driver transportasi wisata seperti microbus, shuttle dan Jeep wisata yang akan digelar pada 26 hingga 29 Agustus 2024. Dijelaskan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo Sri Fatonah W. Ismangil, kegiatan pelatihan Pemandu Ekowisata ini sebagai upaya menunjang dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya pada kepemanduan Ekowisata agar paham dan semakin baik dalam memperlakukan dan mendampingi wisatawan dengan konsep-konsep perjalanan wisata yang ramah dan menyenangkan berbasis lingkungan serta mengutamakan keselamatan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo akan melaksanakan pelatihan selama 4 hari dengan anggaran DAK Non FisikTahun 2024 guna peningkatan peran serta masyarakat dalam mengembangkan kemitraan pariwisata. Peserta nantinya akan dibekali materi dari narasumber yang kompeten dalam bidangnya dan juga dilaksanakan praktik lapangan. "Untuk tempat pelatihan akan berlangsung di RM Harmoni, pelatihan Pemandu Ekowisata ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi para Pemandu Ekowisata agar dapat memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Kepemanduan Ekowisata,” jelas Fatonah. Fatonah menambahkan, bagi calon peserta yang tertarik mendaftar ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan, berikut selengkapnya: 1. KTP Wonosobo 2. Memiliki pengalaman kepemanduan TRANSPORTASI wisata 3. Belum pernah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Disparbud Wonosobo 4. Sanggup mengikuti pelatihan dan rangkaian kegiatan selama pelatihan hingga paripurna Waktu pendaftaran dimulai sejak tanggal 7-14 Agustus 2024 Peserta yang lolos akan diumumkan melalui instagram @disparbudwonosobo pada tanggal 20 Agustus 2024 Yuk Sob yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang pemandu ekowisata, langsung daftar melalui link yang tertera pada postingan atau menghubungi contact person +62 812-4483-9924 (chat W.A Only).  Pendaftaran dan Pelatihan Gratis. Kuota terbatas hanya untuk 40 orang yang lolos seleksi. Untuk link pendaftaran : https://bit.ly/PelatihanPemanduTransportasi_2024 Atau Scan barcode pada gambar Pelatihan akan dilaksanakan pada tanggal 26-29 Agustus 2024.  

Dinas Pariwisata dan Horison Resort Dieng Wonosobo Teken Kerjasama, Dongkrak Kunjungan Wisatawan
Informasi Serta Merta
admin 06 Aug 2024
36

Dinas Pariwisata dan Horison Resort Dieng Wonosobo Teken Kerjasama, Dongkrak Kunjungan Wisatawan

WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo menjalin kerjasama dengan Horison Resort Dieng, kerjasama tersebut tentang Publikasi Informasi Publik Potensi Wisata dan Budaya Wonosobo.  Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo Agus Wibowo dan General Manager Horison Resort Dieng Donny Abriano Pangemanan. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dilaksanakan di Ruang Tepas Kantor Disparbud Wonosobo, Senin 5 Agustus 2024. Dijelaskan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo, maksud dan tujuan dalam kerjasama ini untuk dapat meningkatkan daya tarik Wonosobo guna mendatangkan lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.  Kerjasama ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan sektor swasta dan pemerintah dalam upaya memajukan pariwisata daerah dan bertujuan untuk mengatur kerjasama para pihak dalam pembagian penggunaan foto hasil karya bersama untuk keperluan promosi pariwisata dan kebudayaan.***  

Java Balloon Attraction 2024 Succes Digelar, Puluhan Ribu Orang Asyik Berswafoto untuk Mengabadikan Momen
Informasi Serta Merta
admin 05 Aug 2024
33

Java Balloon Attraction 2024 Succes Digelar, Puluhan Ribu Orang Asyik Berswafoto untuk Mengabadikan Momen

WONOSOBO - Gelaran event Java Balloon Attraction yang digelar pada Sabtu 3 Agustus dan Minggu 4 Agustus 2024 di Taman Rekreasi Kalianget berjalan sucess, sebanyak 72 balon udaya berhasil terbang menghiasi langit Wonosobo, puluhan ribu orang turut berswafoto dengan latar balon udara untuk mengabadikan momen langka tersebut. Setiap harinya ada 36 balon udara yang berasal dari komunitas balon yang berbeda menerbangkan balon udara dengan diameter 3-4 meter di terbangkan dengan tinggi kurang lebih 7 meter membentuk 4 formasi tiga dimensi, yang menampilkan formasi Gunung Sindoro, Negeri Di Atas Awan, Telaga Menjer, dan Lembah Dieng. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat juga turut mengapresiasi gelaran event ini, sebagai upaya Pemkab Wonosobo untuk mengembalikan perekonomian masyarakat paska pandemi covid-19. Event Java Balloon Attraction juga didukung bazaar UMKM, kuliner dan produk ekraf lainnya, dengan tujuan memberikan dampak ekonomi para pelaku wisata dan ekonomi kreatif di Wonosobo.  "Mari bersama-sama merayakan kreativitas dan semangat gotong royong masyarakat Wonosobo," tulis Afif pada unggahan instagram @bupati.wonosobo. Java Balloon Attraction kali ini tak hanya menjadi daya tarik bagi masyarakat Wonosobo, namun juga menarik wisatawan dari luar daerah maupun luar kota, bahkan wisatawan mancanegara. Event ini juga sebagai pendongkrak tradisi di Jawa Tengah khususnya Wonosobo. Pada hari pertama, penampilan musik Aftershine dan custom carnival Wonosobo juga turut meriahkam event Java Balloon Attraction 2024, ada 7 Custom Carnival Wonosobo turut menghebohkan pengunjung saat memasuki lapangan saat balon mulai mengudara, terlihat banyak pengunjung berswafoto dengan model Custom Carnival saat mengelilingi lapangan, ada Journey to the MYTH (Mitos, Tradisi, Cerita Rakyat, Situs), Journey to the SNOW (Bun Upas, Kabut, Dieng), Journey to the SKY (Balon Udara, Paralayang, Lampion), Journey to the LAKE (Telaga, Mata Air, Air Terjun, Bendungan), Journey to the ART (Kesenian Rakyat, Topeng, Bundengan, Batik, Cagar Budaya), Journey to the SWEETS (Carica, Mie Ongklok, Purwaceng, Tempe Kemul) dan Journey to the SUNRISE (Sikunir, Gunung Prau, Bukit Awan Sikapuk, Gardu Pandang Tieng). Usai balon udara mendarat, penampilan group kesenian dan musik lokal Kabupaten Wonosobo turut memeriahkan suasana panggung utama event Java Balloon Attraction hingga siang harinya, penampilan Aftershine menambah pengunjung semakin terhibur menikmati lagu-lagu yang dibawakan. Sebagai tambahak informasi, Aftershine adalah grup musik asal Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sebelumnya dikenal dengan nama Tengah Malam. Band ini memiliki genre musik pop Jawa dan koplo, yang sangat digemari di Indonesia, terutama di kalangan pencinta musik dangdut modern. Dibentuk dengan semangat untuk menghadirkan musik segar, Aftershine menawarkan karya-karya yang mudah diterima oleh masyarakat luas. Dengan memadukan unsur-unsur tradisional Jawa dengan sentuhan modern, mereka berhasil menciptakan lagu-lagu yang unik dan menarik. Sedangkan pada hari kedua, penampilan kelompok kesenian Kabupaten Wonosobo turut menambah kemeriahak suasana di Taman Rekreasi Kalianget, ada 2 Kelompok seni pada 2 pagung yang berbeda tampil menghibur masyarakat. Kelompok Seni Panji Santosa tampil di panggung atas atau di area parkir Taman Rekreasi Kalianget, dan Kelompok Seni Gongso Setyo Laras tampil di Panggung Utama Bawah atau di area balon udara. Pada event tersebut juga panitia memberikan edukasi balon udara kepada pengunjung, selain itu tersedia juga stand souvenir balon Wonosobo.*** 

Jadwal Rangkaian Hari Jadi ke-199 Kabupaten Wonosobo Tahun 2024
Informasi Setiap Saat
admin 03 Jul 2024
85

Jadwal Rangkaian Hari Jadi ke-199 Kabupaten Wonosobo Tahun 2024

WONOSOBO - Masyarakat Kabupaten Wonosobo sudah dapat mengakses gelaran Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke 199 tahun 2024 ini. Rangkaian kegiatan diawali pada 4 Juli yakni Gelar Budaya dan Penyerahan Panji-Panji tingkat Kecamatan, dilanjutkan Ziarah ke makam Pendiri Wonosobo dan mantan Bupati Wonosobo pada 17 Juli 2024.  Beberapa kegiatan menarik lainnya dilaksanakan hingga puncak Hari Jadi pada 24 Juli yaitu Prosesi Hari Jadi, Penyerahan Panji-Panji, Pisowanan Agung dan Prosesi Ruwat Rambut Gimbal bertempat di alun-alun Wonosobo.  Selain acara inti, Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke 199 tahun 2024 ini juga dimeriakan oleh kegiatan pendukung lainnya, seperti Konser Musik Hari Jadi (Happy Asmara), Wonosobo Bersholawatdi Alun-alun Wonosobo dan Java Ballon Attraction di Stadion Kalianget. Berikut Jadwal Rangkaian Hari Jadi ke-199 Kabupaten Wonosobo Tahun 2024 Acara Inti Kamis 4 Juli 2024 - Serah Terima Panji di Pendopo Bupati Wonosobo Kamis 4 Juli 2024 s/d 16 Juli 2024 - Kirab Panji dan Gelar Budaya di 15 Kecamatan Rabu 17 dan 22 Juli 2024 - Ziarah Makam Pendiri Wonosobo (17 Juli di Wonosobo, 22 Juli di Payaman) Kamis 18 Juli 2024 - Pengambilan Air 7 Sumber Selasa 23 Juli 2024, Pukul 07.30 Wib - Bedhol Kedhaton di Desa Plobangan Selasa 23 Juli 2024, Pukul 19.15 Wib - Tapa Bisu Start Depan Klenteng Jl Honggoderpo Selasa 23 Juli 2024, Pukul 20.15 wib - Hastungkoro di Pendopo Bupati Selasa 23 Juli 2024, Pukul 21.30 s/d 24.00 wib - Birat Sengkolo di Pendopo & Paseban Timur Rabu 24 Juli 2024, Pukul 08.00 s/d 10.30 Wib - Pisowanan Agung Pendopo di Alun-alun Rabu 24 Juli 2024, Pukul 11 Wib s/d 12.00 Wib - Prosesi Ruwat Rambut Gimbal Rabu 24 Juli 2024, Pukul 10.30 s/d 16.00 Wib - Pentas Seni Kerakyatan di Alun-alun Rabu 24 Juli 2024, Pukul 19.00 wib - Pagelaran Wayang Kulit oleh Pepadi di Paseban Timur, Alun-alun Wonosobo Acara Pendukung Kamis 13 s/d 23 Juni 2024 - Sindoro Sumbing Mini Triathlon & Duathlon #5 Desa Pagerejo Kecamatan Kretek Senin 1 s/d 3 Juli 2024 - Dieng Championship 1 (Kejuaraan Pencak Silat) Gor Sanera Park, Ketinggring Kalianget Kamis 4 s/d 7 Juli 2024 - Roar Show Bus KPK, Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Pendopo, Arpusda Sabtu 6 Juli 2024, Pukul 19.30 Wib - Wonosobo Night Fashion Carnival 2024 dan Grand Final emilihan Mbak dan Mas Wonosobo di Alun-alun Minggu 7 Juli 2024, Pukul 07.00 Wib - Gebyar 1 Muharom di Alun-alun Minggu 7 Juli 2024 - Kontes Kambing PE/Ras Kaligesing di Komplek Terminal Mendolo Rabu 10 s/d 14 Juli 2024 - Wonosobo Festival UKM Expo 2024 di Adipura Kencana Sabtu 13 Juli 2024, Pukul 07.00 wib s/d selesai - Puncak Peringatan Harganas dan HAN serta Pelayanan KB di Alun-alun dan Pendopo Sabtu 13-14 Juli 2024 - Gelar Kreasi Crafting Wonosobo Bersama Kentang Crebo di Adipura Kencana Sabtu 20 Juli 2024 - Kontes Domba Wonosobo di Lapangan Desa Menjer, Kecamatan Garung Sabtu 27 Juli 2024, Pukul 19.30 Wib - Konser Musik Hari Jadi (Happy Asmara) di Alun-alun Wonosobo Minggu 28 Juli 2024, Pukul 19.30 Wib - Wonosobo Bersholawat di Alun-alun Wonosobo Bersama Gus Ali (Majelis Mafia Sholawat) Jumat 2 s/d 4 Agustus 2024 - Woosobo Wedding Expo di Sasana Adipura Sabtu 3-4 Agustus 2024, Pukul 06.00 Wib - Java Ballon Attraction di Stadion Kalianget Yuk, ikut serta dan jadilah bagian dari sejarah! Hal ini dapat memperkaya wawasan kita tentang Kabupaten Wonosobo tercinta. Bersama kita bangun Wonosobo yang semakin berdaya saing, maju dan sejahtera.***

Logo Hari Jadi ke-199 Kabupaten Wonosobo dalam Format PNG dan Corel
Informasi Setiap Saat
admin 02 Jul 2024
258

Logo Hari Jadi ke-199 Kabupaten Wonosobo dalam Format PNG dan Corel

WONOSOBO - Berikut kita sajikan link download logo hari jadi ke-199 Kabupaten Wonosobo, tahun 2024, dalam format PNG dan Corel. Sebagaimana diketahui, Hari Jadi Kabupaten Wonosobo tiap tahunnya diperingati pada tanggak 24 Juli, dimana berbagai rangkaian kegiatan turun digelar untuk menyemarakkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo tersebut. Berikut link download Hari Jadi ke-199 Kabupaten Wonosobo - [KLIK DISINI] Logo Hari Jadi Kabupaten Wonosobo PNG - [KLIK DISINI] Logo Hari Jadi Kabupaten Wonosobo PNG - [KLIK DISINI] Logo Hari Jadi Kabupaten Wonosobo Corel Sejarah Singkat Kabupaten Wonosobo Sebagaimana dikutip dari website resmi Kabupaten Wonosobo https://website.wonosobokab.go.id/, sejarah berdirinya Kabupaten Wonosobo tidak dapat dilepaskan dari kisah tiga pengembara, yang masuk ke wilayah ini pada awal abad 17 lalu.  Ketiga orang itu, Kyai Kolodete, Kyai Karim, dan Kyai Walik, kemudian berpisah dan menempati tiga wilayah berbeda. Kyai Kolodete membuka permukiman di Dataran Tinggi Dieng, Kyai Karim di sekitar Kalibeber, dan Kyai Walik memilih wilayah yang kini menjadi Kota Wonosobo. Dari ketiga orang itu pula, muncuk anak keturunan yang di kelak kemudian hari menjadi para penguasa di seputar Wonosobo. Seperti salah seorang cucu Kyai Karim, yang sering juga disebut Ki Singowedono. Setelah mendapat hadiah dari Keraton Mataram, berupa sebuah wilayah di Selomerto, Ki Singowedono kemudian bergelar Tumenggung Jogonegoro. Jejak Tumenggung Jogonegoro dapat ditemukan di makamnya, di Desa Pakuncen, Selomerto. Dari Selomerto itu pula, sejarah asal kata Wonosobo diyakini bermula. Banyak pihak meyakini, kata Wonosobo berasal dari sebuah dusun di Desa Polobangan, Selomerto. Dusun bernama Wanasaba tersebut didirikan oleh  Kyai Wanasaba. Dusun kecil tersebut hingga kini masih ada, dan banyak dikunjungi para peziarah, yang ingin berdoa di makam Kyai Wanasaba, Kyai Goplem, Kyai Putih, dan Kyai Wan Haji. Sejarah Kabupaten Wonosobo juga berkaitan erat dengan masa perang Diponegoro. Di rentang tahun 1825-1830, wilayah Wonosobo menjadi salah satu basis pertahanan pasukan pendukung Pangeran Diponegoro. Bersama Imam Misbach, atau dikenal pula dengan nama Tumenggung Kertosinuwun, Tumenggung Mangkunegaran, dan Gajah Permodo, Kyai Muhammad Ngarpah berjuang melawan pendudukan Belanda di wilayah Wonosobo. Dalam sebuah pertempuran, Kyai Muhammad Ngarpah berhasil meraih kemenangan pertama, sehingga kemudian diberikan gelar Tumenggung Setjonegoro. Tumenggung Setjonegoro, yang mengawali kekuasaannya berada di Ledok, Selomerto kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke kawasan Kota Wonosobo sekarang, setelah menjadi Bupati pertama Wonosobo. Pemindahan pusat pemerintahan tersebut, setelah dikaji oleh Tim Peneliti dari Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada (UGM) bersama Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), para sesepuh dan beberapa tokoh, termasuk pimpinan dewan perwakilan rakyat, dalam sebuah seminar, pada 28 April 1994, kemudian diyakini terjadi pada tanggal 24 Juli 1825. Tanggal 24 Juli itu pula, yang kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Jadi Kabupaten Wonosobo. Adapun penguasa/kepala pemerintahan Kabupaten Wonosobo dari tahun 1825 sampai dengan sekarang adalah sebagai berikut : Tumenggung R. Setjonegoro ( 1825 - 1832 ) Tumenggung R. MangoenKoesoemo ( 1832 - 1857 ) Tumenggung R. Kertonegoro ( 1857 - 1863 ) Tumenggung R. Tjokrohadisorjo ( 1863 - 1889 ) Tumenggung R. Soeryohadikoesoemo ( 1889 - 1898 ) Tumenggung R. Soerjohadinagoro ( 1898 - 1919 ) Adipati RAA Sosrodiprodjo ( 1920 - 1944 ) Bupati R. Singgih Hadipoero ( 1944 - 1946 ) Bupati R. Soemindro ( 1946 - 1950 ) Bupati R. Kadri ( 1950 - 1954 ) Bupati R. Oemar Soerjokoesoemo ( 1955 ) Bupati R. Sangidi Hadisoetirto ( 1955 - 1957 ) Kapala Daerah Rapingoen Wiombohadi Soedjono ( 1957 - 1959 ) Bupati R. Wibowo Helly ( 1960 - 1967 ) Bupati KDH Drs. R. Darodjat A.N.S ( 1967 -1974 ) Pj. Bupati KDH R. Marjaban ( 1974 - 1975 ) Bupati KDH Drs. Soekanto ( 1975 - 1985 ) Bupati KDH Drs. Poedjihardjo ( 1985 - 1990 ) Bupati KDH Drs. H. Soemadi ( 1990 - 1995 ) Bupati KDH Drs. Margono ( 1995 - 2000 ) Bupati Drs. Trimawan Nugrohadi ( 2001 - 2005 ) Bupati H.A. Kholiq Arif (2005 – 2015) Bupati Eko Purnomo, SE., MM (2015 – 2020) Bupati Afif Nurhidayat, S.Ag. (2021 – Sekarang) ***

Jelang Prosesi Penyerahan Panji Pusaka Hari Jadi ke-199 Tahun Kabupaten Wonosobo, Disparbud Gelar Gladi Bersih
Informasi Serta Merta
admin 02 Jul 2024
29

Jelang Prosesi Penyerahan Panji Pusaka Hari Jadi ke-199 Tahun Kabupaten Wonosobo, Disparbud Gelar Gladi Bersih

WONOSOBO - Jelang prosesi penyerahan Panji Pusaka Hari Jadi ke-199 Tahun Kabupaten Wonosobo, yang akan dilaksanakan pada Kamis 4 Juli 2024, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo menggelar gladi bersih yang diikuti oleh seluruh petugas penerima Panji Pusaka. Gladi bersih tersebut dilakasanakan pada Selasa 2 Juli 2024 pagi, sebagaimana diketahui Pasrah Tampi Panji merupakan awal rangkaian Hari Jadi Kabupaten Wonosobo, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Halaman Pendopo Bupati Wonosobo. Pasrah Tampi Panji yaitu penyerahan Panji dan Pusaka dari Forkopimda kepada Forkopimca yang selanjutnya akan dikirab di semua wilayah desa dan kelurahan di 15 kecamatan se Kabupaten Wonosobo. Tiap panji mempunyai makna seperti : 1. Bendera Merah Putih (Sang Saka Dwi Warna) bermakna nasionalisme. 2. Lambang Daerah (Panji Gegununging Praja) bermakna identitas daerah. 3. Payung (Songsong) Catragung bermakna pengayoman dari pimpinan kepada masyarakat. 4. Tombak Katentreman bermakna penegakan supremasi hukum. Prosesi  Pasrah Tampi Panji sebagai salah satu ciri khas dari Peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo, yang perlu dilestarikan dan dikembangkan sebagai landasan identitas jati diri, yaitu sinergitas dalam membangun Kabupaten Wonosobo. Pesan pada prosesi ini  sebagai salah satu penanda keterlibatan masyarakat di semua Desa untuk ikut serta dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo. Sehingga seluruh rangkaian Hari jadi diharapkan dapat menggerakan perekonomian masyarakat hingga pedesaan. Tema Hari Jadi Tahun 2024 “Guyub Rukun Mustikaning Laku” menjadikan momentum untuk saling bekerjasama dan menghargai dalam konteks geguyuban dan kerukunan antar elemen masayrakat. Pelaksanaan Hari Jadi Tahun 2024 mempertimbangkan berbagai faktor dari budaya, tradisi, keamanan dan bertujuan memepercepat pemulihan ekonomi pasca Covid 19. Bupati memerintahkan kepada Forkopimca, setelah menerima panji-panji untuk dikirab satu putaran mengelilinghi Alun-Alun Wonosobo, dan selanjutnya dibawa ke masing-masing wilayah kecamatan untuk dikirab dari satu desa ke desa lain. Puncak acara dari prosesi Kirab Panji di semua wilayah adalah pelaksanaan Gelar  Budaya yang akan dilaksanakan di tiap kecamatan dari tanggal 8-16 Juli 2024.***

Angkat Tema A Magical Journey, Wonosobo Night Fashion Carnival Siap Digelar 6 Juli 2024 Mendatang
Informasi Serta Merta
admin 13 Jun 2024
356

Angkat Tema A Magical Journey, Wonosobo Night Fashion Carnival Siap Digelar 6 Juli 2024 Mendatang

WONOSOBO - Satu bulan menjelang gelaran event Wonosobo Night Fashion Carnival pada 6 Juli 2024 mendatang, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo semakin gencar mempersiapkan acara tersebut. "Wonosobo Night Fashion Carnival siap digelar 6 Juli 2024 mendatang, WNFC kali ini mengangkat tema A Magical Journey," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo. Agus menambahkan, pihaknya sebelumnya juga sudah melakukan pelatihan kepada masyarakat Wonosobo yang menggeluti dunia fashion. Bahkan mereka akhirnya terbentuk dalam satu komunitas yang beranggota 60 orang. Mereka telah mempersiapkan diri untuk meramaikan ajang yang akan berlangsung pada 6 Juli mendatang. "Kita juga telah menggelar sosialisasi dan launching icon costume Wonosobo Night Fashion Carnival 2024 di Pendopo Kabupaten Wonosobo pada 6 Juni 2024 lalu, kemudian dilanjutkan promosi Icon Costume WNFC di area Alun-alun Wonosobo, Taman Kartini dan Taman Ainun Habibie," jelas Agus. Kepala Disparbud Wonosobo, Agus Wibowo menyampaikan tahun ini ada beberapa perbedaan dari WNFC tahun sebelumnya. Mulai dari rute yang akan dilewati oleh peserta akan lebih panjang sehingga Ia berharap akan menyedot semakin banyak penonton. "Rencananya peserta akan berangkat dari Pendopo Bupati menuju ke selatan melewati Jalan A Yani, kemudian sampai di Pasar Induk belok ke Jalan Pasar II sekaligus melewati Night Market ke barat masuk Jalan Resimen ke utara melalui Jl. P. Diponegoro dan masuk kembali ke Pendopo Bupati melewati gerbang barat," tambahnya. Selain itu acara tahunan WNFC ini juga nantinya akan semakin meriah karena pada acara tersebut juga ada malam grand final pemilihan Mas Mbak Duta Wisata Wonosobo. Selain itu Agus mengaku pihaknya terus menggencarkan promosi agar dapat mendatangkan peserta dari luar Wonosobo. Ia juga mengajak kepada OPD, BUMD, BUMN, serta pelaku usaha, pelaku wisata dan pelaku ekraf di Wonosobo untuk bersiap dan bergabung dengan salah satu event besar ini. Dengan segala persiapan yang sudah dilakukan, Agus berharap gelaran ini dapat menambah angka wisatawan yang datang ke Wonosobo. Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Kabupaten Wonosobo Sri Fatonah Ismangil menjelaskan, untuk kategori WNFC tahun 2024 terdiri dari dua kategori, yakni: Kategori Lokal "A Magical Journey" 1. Journey to the MYTH (Mitos, Tradisi, Cerita Rakyat, Situs) 2. Journey to the SNOW (Bun Upas, Kabut, Dieng) 3. Journey to the SKY (Balon Udara, Paralayang, Lampion) 4. Journey to the LAKE (Telaga, Mata Air, Air Terjun, Bendungan) 5. Journey to the ART (Kesenian Rakyat, Topeng, Bundengan, Batik, Cagar Budaya) 6. Journey to the SWEETS (Carica, Mie Ongklok, Purwaceng, Tempe Kemul) 7. Journey to the SUNRISE (Sikunir, Gunung Prau, Bukit Awan Sikapuk, Gardu Pandang Tieng) Kategori Festival "A Magical Journey" 1. Pariwisata, Budaya dan Ekonomi Kreatif Indonesia 2. Cagar Budaya, Situs, Kesenian, Kuliner, Kerajinan, Wastra Nusantara. Fatonah menambahkan, konstum yang mengikuti WNFC belum pernah memenangkan lomba serupa sebelumnya. Adapun kriteria penilaian meliputi, kesesuaian tema, originalitas dan kebauran kostum, kreatifitas sajian tampilan (performance), detail kostum, dan make up. Untuk juara kategori lokal maupun kategori festival nantinya akan mendapatkan trophy, piaga penghargaan dan uang tunai. Pendaftaran WNFC tahun 2024 ini gratis, dan telah dibuka sejak tanggal 30 Mei sampai dengan 30 Juni 2024, dengan link pendaftaran https://bit.ly/FormulirWNFC2024_ Kontak person panitia WNFC 2024: Bella 085293918877 atau Danty 089648512816, konsultasi dan informasi dilayani pada jam kerja.***