Pencarian Global

Paguyuban Mas Mbak Wonosobo (Pammbos) Raih Penghargaan Best Social Media 2024
Informasi Serta Merta
admin 22 Sep 2024
16

Paguyuban Mas Mbak Wonosobo (Pammbos) Raih Penghargaan Best Social Media 2024

SEMARANG - Paguyuban Mas Mbak Wonosobo (Pammbos) berhasil meraih Best Social Media tahun 2024 dari Paguyuban Mas Mbak Jawa Tengah. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Ketua Paguyuban Mas Mbak Jawa Tengah Kholis dan diterima oleh Ketua Paguyuban Mas Mbak Wonosobo Dastyan pada acara Grand Final Pemilihan Mas Mbak Jawa Tengah 2024 di Balairung UTC Hotel Semarang (Sabtu malam 21/09/24). Best Social Media ini merupakan penghargaan bagi aktivitas pemanfaatan media sosial sebagai sarana informasi, publikasi, dan promosi khususnya terkait kegiatan organisasi, event, promosi pariwisata, Ekraf dan budaya baik secara mandiri maupun kolaboratif bersama stakeholder paguyuban selama ini. Tentunya ini merupakan apresiasi yang luar biasa bagi Pammbos dan Disparbud Wonosobo selaku pembina sekaligus partner kerjanya. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk mengelola media sosial lebih baik dan lebih berkualitas lagi kedepannya.***

Meriah! Dieng Trail Run 2024 Diikuti 670 Pelari Dalam dan Luar Negeri
Informasi Serta Merta
admin 22 Sep 2024
26

Meriah! Dieng Trail Run 2024 Diikuti 670 Pelari Dalam dan Luar Negeri

WONOSOBO – Dieng Trail Run 2024 yang berlangsung pada 21-22 September 2024 sukses menyedot perhatian besar dari masyarakat lokal hingga mancanegara. Event tahunan ini berhasil menarik 670 peserta, termasuk 24 pelari internasional yang berasal dari berbagai negara seperti Amerika, Australia, Inggris, Perancis, Irlandia, Jepang, dan Malaysia. Dari keseluruhan peserta, 170 perempuan dan 500 laki-laki turut meramaikan perlombaan yang dibagi menjadi beberapa kategori jarak, yaitu: 100k sebanyak 10 peserta, 60k sebanyak 42 peserta, 25k aebanyak 238 peserta, dan 12k sebanyak 380 peserta. Tahun ini menandai tahun ketiga pelaksanaan Dieng Trail Run, setelah kesuksesan besar pada 2022 dan 2023. Antusiasme yang terus meningkat menunjukkan bahwa event ini semakin dikenal, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional. Apalagi tahun ini ada kategori baru yakni nomor 10 K yang rutenya sangat menantang dan cukup berat bagi para pelari. Ada 10 peserta yang mengikuti kategori ini yang diberangkatkan Sabtu 21/9 siang dan finish Minggu 22/9 sore. Start dan finish Kegiatan Dieng Trail Run 2024 bertempat di Taman Syailendra Dieng Wonosobo dan dihadiri oleh Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Agustin Paranginangin, Perwakilan dari Kemenparekraf RI dan dari Disparbud Wonosobo. (Minggu, 22/9/24) Para peserta diajak untuk menikmati medan yang menantang sekaligus indah, dengan rute yang melintasi berbagai ikon wisata Dieng seperti Gunung Prau, Gunung Sindoro, Gunung Bismo, Telaga Menjer, dan Telaga Merdada. Rute terjauh, yaitu 100 km, memberikan tantangan fisik yang luar biasa, di mana pelari harus menaklukkan Gunung Kembang dan Gunung Sindoro. Tidak hanya menguji fisik para peserta, Dieng Trail Run 2024 juga mengusung misi peduli lingkungan melalui konsep One Health. Selama acara, para peserta diajak berpartisipasi dalam kegiatan plogging (berlari sambil memungut sampah), menggunakan shuttle bus untuk mengurangi polusi, serta menanam bibit pohon di area konservasi Dieng. Salah satu perubahan yang menarik tahun ini adalah keputusan panitia untuk tidak menyediakan jersey dalam paket lomba. Langkah ini diambil sebagai bagian dari kampanye Fast Fashion Waste, yang bertujuan untuk mengurangi limbah tekstil. Selain pengalaman alam dan tantangan fisik, para pelari juga mendapatkan poin ITRA dan UTMB Index, yang bisa menjadi langkah awal untuk berkompetisi dalam ajang Asia Trail Master Championship. Event ini berlangsung meriah dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Perhutani Kedu Utara, dan berbagai komunitas lokal seperti homestay Dieng. Dengan segala keseruannya, Dieng Trail Run 2024 tak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga perayaan alam dan upaya menjaga kelestarian lingkungan, serta mempererat hubungan antarnegara melalui olahraga.***

Wonosobo Raih Juara 2 Mbak Jawa Tengah 2024
Informasi Serta Merta
admin 22 Sep 2024
28

Wonosobo Raih Juara 2 Mbak Jawa Tengah 2024

SEMARANG - Perwakilan Mbak Duta Wisata Wonosobo Lintang Gaisha (Elgis) berhasil meraih Juara 2 atau Wakil I Mbak Jawa Tengah 2024 pada ajang Pemilihan Mas Mbak Jawa Tengah 2024 di Semarang 19-22 September 2024. Gelar ini diperoleh saat Grand Final Pemilihan Mas Mbak Jawa Tengah, Sabtu 21 September 2024 malam di Balairung UTC Hotel Semarang. Prestasi ini menjadi motivasi yang luar biasa bagi muda mudi khususnya Duta Wisata Wonosobo untuk semakin mengembangkan potensi dan karyanya serta berkontribusi untuk daerah dan negara khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Lintang Gaisha siswi kelas XII SMA N I Wonosobo perwakilan dari Kabupaten Wonosobo mampu menunjukkan kemampuannya dalam mengeksplore pengetahuan serta visi misinya dalam mempromosikan pariwisata, ekonomi kreatif dan budaya daerah melalui tourism project, bakat seni budaya, public speaking, kemampuan berbusana, pengembangan diri serta penguasaan teknologi informasi. Sementara untuk juara I Mbak Jawa Tengah diraih oleh Perwakilan dari Kota Surakarta. Adapun untuk Predikat Mas Jawa Tengah diraih oleh perwakilan dari Kota Semarang dan juara 2 atau Wakil I Mas Jawa Tengah 2024 diraih oleh Mas Banjarnegara. Selain Mbak Elgis, Kabupaten Wonosobo juga mengirimkan Mas Wonosobo 2024 yakni Jheswa Bagus P siswa SMA N I Kertek namun belum beruntung mendapatkan kejuaraan. Walaupun demikian Mas Jheswa sudah mampu menunjukkan performa terbaiknya di antara peserta kabupaten/kota se Jawa Tengah yang juga memiliki talenta luar biasa. Mas Jheswa dan Mbak Elgis juga berhasil menampilkan tari Lengger Punjen secara memukau di ajang Apresiasi ShowCase yakni ajang penampilan bakat yang mengusung berbagai atraksi seni budaya dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Grand Final Pemilihan Mas Mbak Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Pemprov Jateng melalui Disporapar Jawa Tengah yang dibuka secara langsung oleh Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dan dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi, para Bupati Walikota se-Jateng, Kepala Disporapar Prov Jateng dan jajarannya, para Kepala Dinas yang membidangi pariwisata se-Jateng, dan para ketua paguyuban Mas Mbak kabupaten/kota se-Jateng tersebut berjalan dengan meriah terlebih dihadiri juga oleh para supporter dari masing-masing peserta yang sangat heboh dengan berbagai atribut yang dibawa. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo atas nama Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam keterangannya merasa sangat bangga dan berterima kasih kepada Mas Mbak Wonosobo yang berlaga sekaligus kepada seluruh tim yang mendukung baik dari pihak Paguyuban Mas Mbak Wonosobo, para mentor, pihak sekolah, juga dari pihak keluarga dan seluruh masyarakat Wonosobo. Dirinya berharap kedepan prestasi ini bisa dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi.***

Pelatihan Pamedhar Sabda, Pembudayaan Berpidato Bahasa Jawa di Kalangan Pejabat Wonosobo
Informasi Serta Merta
admin 20 Sep 2024
15

Pelatihan Pamedhar Sabda, Pembudayaan Berpidato Bahasa Jawa di Kalangan Pejabat Wonosobo

WONOSOBO - Dalam upaya melestarikan dan meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, bekerja sama dengan Pengurus Daerah Permadani Wonosobo, mengadakan Pelatihan Pamedhar Sabda.  Pelatihan Pamedhar Sabda ini bertujuan untuk mengasah keterampilan berpidato dalam bahasa Jawa, yang ditujukan bagi Pejabat Eselon 2 dan para camat se-Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Korpri Wonosobo pada Jumat 20 September 2024, dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo.  Dalam sambutannya, One Andang Wardoyo menyampaikan bahwa kemampuan berbahasa Jawa merupakan aspek penting dalam menjaga identitas budaya di tengah modernisasi, serta memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan kebijakan kepada masyarakat dengan cara yang lebih mengena dan kultural. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para pejabat dan camat dalam berkomunikasi dengan masyarakat menggunakan bahasa daerah, terutama dalam forum-forum resmi. *** Selain itu, acara ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Wonosobo untuk terus melestarikan budaya lokal dan meningkatkan apresiasi terhadap bahasa Jawa di kalangan aparatur pemerintahan. Para peserta mendapat materi tentang teknik pidato formal dalam bahasa Jawa, termasuk penggunaan ragam bahasa sesuai dengan situasi dan etika berpidato.  Pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk praktik langsung dan mendapatkan evaluasi dari narasumber berpengalaman. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pejabat pemerintah daerah mampu lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Jawa dalam berbagai kesempatan, sehingga dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam melestarikan budaya daerah. Dijelaskan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo, pelatihan Pamedhar Sabda tersebut direncanakan akan dilaksanakan selama 12 kali pertemuan, dengan peserta keseluruhan berjumlah 40 orang yang terdiri dari Sekda, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Para Pimpinan OPD dan Camat se-Kabupaten Wonosobo.***

Mulyani Terima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024, Kuatkan Identitas Wonosobo di Kancah Nasional dan Internasional
Informasi Serta Merta
admin 18 Sep 2024
16

Mulyani Terima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024, Kuatkan Identitas Wonosobo di Kancah Nasional dan Internasional

JAKARTA – Mulyani, sosok seniman dan budayawan ternama dari Wonosobo, meraih penghargaan bergengsi Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2024 dalam kategori Pelopor dan Pembaru.  Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam sebuah acara yang diselenggarakan di The Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta, 17 September 2024. Dalam penerimaan penghargaan tersebut, Mulyani didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, dan Kabid Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Disparbud Wonosobo, Ratna Sulistyawati.  Prestasi ini merupakan salah satu bukti nyata komitmen Mulyani dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan tradisional Wonosobo, terutama dalam memperkenalkan alat musik Bundengan dan tarian Topeng Lengger ke panggung internasional. Agus Wibowo, selaku Kepala Dinas Pariwisata Wonosobo, turut mengucapkan selamat atas pencapaian luar biasa ini.  “Semoga penghargaan ini semakin memotivasi para seniman dan budayawan di Kabupaten Wonosobo untuk terus berkarya dan memperkaya khazanah budaya Indonesia,” ujar Agus.  Ia menambahkan bahwa prestasi ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Wonosobo dan semakin menguatkan identitas kabupaten ini di kancah budaya nasional dan internasional. Mulyani memang bukan sosok asing dalam dunia seni budaya. Selama lebih dari tiga dekade, ia telah berdedikasi dalam dunia seni melalui Sanggar Tari Ngesti Laras, sebuah wadah yang ia dirikan untuk melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisional Wonosobo. Karya-karyanya telah dipentaskan di berbagai negara, termasuk Australia, Jerman, dan Thailand, serta membawanya menjadi salah satu penerima Icon Pancasila 2020 dari BPIP. Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024 ini menjadi pengakuan atas dedikasi Mulyani dalam menjaga tradisi dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia internasional. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat membuka jalan bagi seniman lain di Wonosobo untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama bangsa melalui karya seni mereka.***

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo Dukung Gerakan Bangga Beli Produk Hortikultura Lokal
Informasi Serta Merta
admin 12 Sep 2024
23

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo Dukung Gerakan Bangga Beli Produk Hortikultura Lokal

WONOSOBO – Sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah dan mengendalikan inflasi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo ikut serta dalam mendukung Gerakan Bangga Beli Produk Hortikultura. Inisiatif ini diluncurkan berdasarkan Surat Edaran Bupati Wonosobo Nomor 236 Tahun 2024. Gerakan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat, khususnya para pegawai pemerintah dan sektor swasta, agar membeli produk hortikultura dari petani lokal. Dengan demikian, diharapkan langkah ini dapat menjaga stabilitas harga, menekan angka kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Wonosobo pada Senin, 2 September 2024, menyebutkan bahwa Kabupaten Wonosobo masih menghadapi masalah fluktuasi harga produk hortikultura. Oleh karena itu, gerakan ini diharapkan bisa berperan penting dalam mengurangi deflasi dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui stabilisasi harga produk pertanian. Untuk mendukung gerakan tersebut, Pemkab Wonosobo telah menetapkan beberapa langkah berikut: 1. Ajakan kepada ASN dan Pegawai Swasta: Seluruh ASN di lingkup perangkat daerah, instansi vertikal, pegawai BUMN, BUMD, serta perusahaan swasta di Wonosobo dihimbau untuk aktif berpartisipasi dalam membeli produk hortikultura langsung dari petani. Ini diharapkan dapat memberikan dukungan nyata bagi petani lokal dan memperkuat perekonomian desa. 2. Jadwal Pembelian Produk Hortikultura: Pembelian produk hortikultura akan dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis, dimulai pada Kamis, 12 September 2024. Masyarakat dapat membeli paket hortikultura dengan harga yang terjangkau, yaitu Rp 10.000,- per paket. Program ini dirancang agar produk pertanian tetap terjangkau dan membantu meningkatkan pendapatan petani. Melalui gerakan ini, Kabupaten Wonosobo berharap tercipta efek ganda, di mana perekonomian daerah dapat tumbuh secara berkelanjutan, sementara petani hortikultura mendapatkan kesempatan untuk lebih sejahtera. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi kunci sukses gerakan ini dalam memperkuat sektor pertanian dan ekonomi lokal.***