Pencarian Global

Festival Balon Udara di Tanjungsari Land Meriahkan Festival Mudik 2025, Berhasil Datangkan Ribuan Pengunjung
Informasi Setiap Saat
admin 03 Apr 2025
28

Festival Balon Udara di Tanjungsari Land Meriahkan Festival Mudik 2025, Berhasil Datangkan Ribuan Pengunjung

Wonosobo - Festival Balon Tanjungsari Land sukses digelar pada Kamis 3 April 2025, event ini merupakan rangkaian dari Festival Mudik 2025 Kabupaten Wonosobo, yang dimulai sejak 1 April hingga puncak acaranya pada 6 April 2025 di Alun-Alun Wonosobo.  Festival Balon Tanjungsari Land ini berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Festival ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (DISDIKPORA) Wonosobo, Musofa, yang juga membacakan sambutan dari Bupati Wonosobo.  Dalam sambutannya, Bupati Wonosobo menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan Festival Balon di Tanjungsari Land.  Bupati  juga menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Wonosobo.  Ia berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang dan menarik lebih banyak wisatawan datang ke Wonosobo Selain itu, Bupati juga mengimbau kepada seluruh peserta dan masyarakat untuk tetap menjaga keselamatan dalam pelaksanaan festival balon. Ia menegaskan pentingnya menambatkan balon udara sesuai dengan peraturan yang berlaku guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.  "Festival ini harus tetap berjalan dengan aman dan tertib. Saya mengajak seluruh peserta untuk memastikan balonnya tetap tertambat dengan baik agar tidak membahayakan lingkungan sekitar," ujar Bupati dalam sambutannya. Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Wonosobo, Nugroho Seto, serta perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) yakni Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Ulil Asfiah. Sebanyak 31 peserta turut serta dalam Festival Balon Udara ini. Berbeda dengan festival balon konvensional, seluruh balon yang diterbangkan dikendalikan dengan aman, sehingga tidak ada insiden balon yang lepas atau terbakar.  Situasi di lokasi festival juga terpantau aman dan kondusif, dengan arus lalu lintas yang cukup padat namun tetap lancar berkat pengaturan dari petugas keamanan. Jalur utama Pringapus-Kembaran dan Kembaran-Lamuk tetap dapat dilalui tanpa kendala berarti. Festival Balon di Tanjungsari Land tidak hanya menjadi daya tarik bagi warga Wonosobo, tetapi juga mendatangkan pengunjung dari luar kota, seperti Magelang, Yogyakarta, dan Purworejo. Diperkirakan, sekitar 2.000 orang memadati area festival untuk menyaksikan kemeriahan acara. Selain menyaksikan balon udara, pengunjung juga dapat menikmati berbagai fasilitas yang tersedia di Tanjungsari Land, yang berlokasi di Sedayu, Kecamatan Sapuran, Wonosobo. Mereka bisa berjalan-jalan di sekitar kebun teh yang asri, berenang di kolam yang disediakan, serta menikmati berbagai wahana rekreasi lainnya. Kombinasi antara atraksi festival dan keindahan alam sekitar menjadikan Festival Balon ini sebagai destinasi wisata yang menarik bagi keluarga selama musim mudik. Bagi Anda yang belum sempat hadir di Festival Balon, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Tanjungsari Land! Nikmati keindahan alam, suasana sejuk khas pegunungan, serta berbagai fasilitas menarik yang siap membuat liburan Anda semakin berkesan.  Tanjungsari Land adalah destinasi yang sempurna untuk berlibur bersama keluarga dan teman-teman. Ayo datang dan rasakan pengalaman seru di Tanjungsari Land.**

SKYFEST Balon Udara Limbangan Mudal 2025, Berlangsung Meriah dan Penuh Warna
Informasi Setiap Saat
admin 03 Apr 2025
43

SKYFEST Balon Udara Limbangan Mudal 2025, Berlangsung Meriah dan Penuh Warna

Wonosobo - SKYFEST Balon Udara Limbangan Mudal yang digelar di Lapangan Lurah Sudarto Limbangan Mudal pada Kamis, 3 April 2025, sukses menarik ribuan pengunjung. Event ini menjadi salah satu acara unggulan dalam rangkaian Festival Mudik 2025, yang berlangsung mulai 1 April hingga puncak acara yang akan berlangsung di Alun-alun Wonosobo pada 6 April 2025. Acara Festival Balon Mudal secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Wonosobo, Fahmi Hidayat, yang sekaligus membacakan sambutan Bupati Wonosobo. Festival ini tidak hanya menjadi daya tarik bagi warga lokal, tetapi juga mendatangkan pengunjung dari berbagai daerah seperti Tegal, Semarang, Cirebon, hingga Lampung.  Dengan jumlah pengunjung yang diperkirakan mencapai 2.000 orang, suasana festival berlangsung ramai namun tetap tertib dan aman. Sebanyak 34 balon udara diterbangkan dalam festival ini, menampilkan berbagai motif dan warna yang mencerminkan kekayaan budaya serta kreativitas para peserta.  Tidak ada insiden balon yang lepas atau terbakar, memastikan acara berjalan lancar dan aman. Selain itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap normal tanpa kendala kemacetan. Salah satu daya tarik utama dalam festival ini adalah adanya atraksi musik pengiring dari para peserta, yang semakin menambah semarak suasana. Kolaborasi antara pertunjukan balon udara dan hiburan musik menciptakan pengalaman yang mengesankan bagi para pengunjung. Personel Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, turur hadir mendampingi peserta balon udara Mudal, diantaranya Kabid Pemasaran Sri Fatonah W. Ismangil, Eka Sri Susilowati, dan Andika Dwi P.  Festival ini juga dihadiri oleh perwakilan dari AirNav Indonesia, Kapolsek Mojotengah, serta Lurah Mudal, yang turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan acara. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan kelancaran acara. Kabid Pemasaran Disparbud Wonosobo, Sri Fatonah W. Ismangil, menyampaikan bahwa penerbangan balon udara dalam festival ini telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.  "Kami memastikan bahwa setiap balon yang diterbangkan sudah memenuhi standar keamanan dan regulasi yang ditetapkan. Salah satunya yakni balon ditambatkan, sehingga tidak membahayakan lingkungan sekitar. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan peserta serta kelangsungan tradisi ini secara berkelanjutan," ujarnya. Dengan keberhasilan Festival Balon Limbangan Mudal 2025, diharapkan tradisi ini terus berkembang dan menjadi daya tarik tahunan yang semakin besar. Acara ini tidak hanya mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Wonosobo.***(Dimas D. Pradikta)  

Festival Balon Udara Desa Reco Meriahkan Rangkaian Festival Mudik 2025
Informasi Setiap Saat
admin 03 Apr 2025
35

Festival Balon Udara Desa Reco Meriahkan Rangkaian Festival Mudik 2025

Wonosobo – Festival Balon Udara Desa Reco resmi dibuka oleh Kepala Desa Reco, Eko Budiyono, dalam sebuah seremoni yang berlangsung meriah, Kamis 3 April 2025. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Mudik 2025 yang diselenggarakan pada 1–6 April 2025. Dalam pembukaan acara, sambutan Bupati Wonosobo dibacakan oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Wonosobo, Agus Susanto.  Acara ini turut dihadiri oleh Camat Kertek, perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Bagian Umum Setda Wonosobo, tentunya dengan kemeriahan ribuan penonton yang menyaksinan kegiatan tersebut. Festival balon udara Desa Reco ini semakin semarak dengan hadirnya 100 stand pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menampilkan berbagai produk unggulan lokal.  Selain itu, sekitar 50 pedagang kecil lainnya turut berpartisipasi, menawarkan aneka makanan, minuman, serta kerajinan khas daerah. Festival Balon Udara Desa Reco menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, terutama bagi para pemudik yang tengah menikmati liburan di kampung halaman.  Berbagai balon udara dengan corak warna-warni khas Wonosobo menghiasi langit Desa Reco, menciptakan pemandangan yang indah dan ikonik. Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo, Eniyati, ditemui dilokasi mengungkapkan bahwa festival ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan kunjungan wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.  "Festival Balon Udara tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ajang promosi budaya dan produk lokal. Kami berharap acara ini terus berkembang dan semakin dikenal luas," ujarnya. Dengan adanya festival ini, diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.  Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus berkomitmen untuk mendukung kegiatan yang mengangkat potensi daerah dan memperkuat kebersamaan masyarakat dalam tradisi tahunan yang penuh makna ini.***(Dimas D. Pradikta)      

Festival Balon Udara Mendolo Bumireso 2025, Berlangsung Meriah dan Dipadati Ribuan Pengunjung
Informasi Setiap Saat
admin 03 Apr 2025
34

Festival Balon Udara Mendolo Bumireso 2025, Berlangsung Meriah dan Dipadati Ribuan Pengunjung

Wonosobo – Festival Mudik Wonosobo 2025 semakin semarak dengan salah satu rangkaian acaranya, yakni Festival Balon Udara yang digelar di Mendolo, Bumireso, pada Kamis 3 April 2025. Acara ini sukses menarik perhatian ribuan pengunjung, baik yang sengaja datang maupun yang spontan mampir karena lokasinya yang strategis di dekat jalan utama Wonosobo-Kertek. Banyak pengguna jalan yang menghentikan perjalanan mereka untuk mampir dan menikmati keindahan balon udara yang diterbangkan.  Selain itu, antusiasme masyarakat yang memang sudah menantikan festival ini juga tidak kalah tinggi. Namun demikian, meskipun jumlah pengunjung membludak, festival tetap berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Tidak terjadi insiden atau gangguan berarti selama acara berlangsung. Panitia bersama aparat keamanan telah mengatur jalannya kegiatan dengan baik, memastikan bahwa arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap lancar dan pengunjung bisa menikmati festival dengan nyaman. Sebanyak 31 balon udara dengan beragam warna dan motif menghiasi langit Mendolo, menciptakan pemandangan yang memukau bagi para pengunjung. Tak hanya itu, pertunjukan seni dari peserta, termasuk tarian dan musik khas, turut menambah daya tarik festival ini.  Banyak pengunjung yang memanfaatkan momen tersebut untuk berburu foto dan video, mengabadikan pengalaman unik mereka. Pengunjung pun datang dari berbagai daerah, termasuk dari kota-kota jauh seperti Kutai dan Subang. Dalam upaya menjaga keamanan dan mematuhi regulasi, semua balon yang diterbangkan dipastikan dalam kondisi aman dan ditambatkan, sehingga tidak ada risiko balon terlepas dan membahayakan lingkungan sekitar.  Sistem penambatan ini dilakukan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara dan pihak berwenang, demi memastikan festival tetap menjadi acara yang aman dan ramah lingkungan. Festival ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo, Endang Lisdyaningsih, yang membuka acara dan membacakan sambutan Bupati Wonosobo.  Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan selama event berlangsung.  "Kami mengimbau seluruh pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Event seperti ini harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan agar keindahan dan kenyamanan acara dapat terus dinikmati oleh semua pihak," ujar Endang.  Panitia juga telah menyediakan tempat sampah di berbagai titik lokasi acara untuk memastikan lingkungan tetap bersih. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Bagian Kesra Setda Wonosobo serta perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, yakni Wiwik Suyanti, Sunyoto dan Koentaryono. Dengan suksesnya Festival Balon Udara di Mendolo ini, diharapkan Festival Mudik Wonosobo 2025 dapat semakin memperkuat daya tarik wisata daerah dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi masyarakat serta wisatawan yang berkunjung.  Festival ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, dengan banyaknya pedagang dan pelaku usaha kecil yang ikut meramaikan acara. Semoga ke depannya, festival ini dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon wisata unggulan di Wonosobo. Jangan lupa, saksikan puncak acara Festival Mudik 2025 yang akan berlangsung di Alun-alun Wonosobo pada 6 April 2025.***(Dimas D. Pradikta)    

Menjaga Tradisi, Lamuk Sky Festival Meriahkan Rangkaian Festival Mudik 2025
Informasi Setiap Saat
admin 03 Apr 2025
16

Menjaga Tradisi, Lamuk Sky Festival Meriahkan Rangkaian Festival Mudik 2025

Wonosobo - Lamuk Sky Festival tradisi menerbangkan Balon Udara di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, digelar pada Kamis 3 April 2025, kegiatan ini berlangsung dengan meriah dan aman.  Lamuk Sky Festival ini merupakan rangkaian acara Festival Mudik 2025 di Kabupaten Wonosobo dengan puncak acaranya yang akan digelar di Alun-alun Wonosobo pada 6 April 2025. Festival Balon Udara Desa Lamuk turut dihadiri oleh Direktur RSUD Setjonegoro Wonosobo, dr. R. Danang Sananto Sasongko, serta perwakilan dari BPBD Wonosobo.  Sementara dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo turut hadir Kepala Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Ratna Sulistyawati, serta Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Anggita Sulistyarini. Festival yang menjadi daya tarik tahunan ini tidak hanya menarik minat masyarakat lokal, tetapi juga pengunjung dari luar daerah, seperti Brebes dan Palembang. Dengan jumlah pengunjung yang diperkirakan mencapai 1.000 orang, acara ini sukses memberikan hiburan sekaligus pengalaman budaya yang unik. Tahun ini, sebanyak 20 peserta turut serta dalam festival balon udara Desa Lamuk, balon udara ini menjadi ikon utama dalam gelaran festival yang dilaksanakan tersebut. Penyelenggaraan festival kali ini berjalan lebih tertib dan aman. Tidak ada laporan balon yang lepas atau mengalami kebakaran, menandakan kesiapan panitia dalam memastikan keselamatan selama acara berlangsung. Selain atraksi balon udara, salah satu daya tarik utama di Festival Balon Desa Lamuk adalah fasilitas camping ground yang disediakan bagi para pendaki dan wisatawan. Terdapat 30 area camping dengan tarif berkisar antara Rp100.000,- hingga Rp200.000, tergantung pada fasilitas yang tersedia. Hal ini menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam khas Wonosobo. Dari segi lalu lintas, kepadatan sempat terjadi akibat tingginya animo pengunjung. Namun, berkat pengaturan lalu lintas oleh petugas keamanan, jalur utama Pringapus-Kembaran dan Kembaran-Lamuk tetap lancar dan terkendali. Kepala Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, Ratna Sulistyawati, menegaskan pentingnya melestarikan tradisi sebagai bagian dari pengembangan pariwisata daerah.  "Festival Balon Udara ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya yang telah menjadi identitas masyarakat. Dengan terus mengembangkan dan mengemas acara ini secara menarik, kita berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Wonosobo dan menggerakkan ekonomi lokal," ujarnya. Festival Balon Udara Desa Lamuk 2025 kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu event unggulan di Wonosobo yang mampu menarik wisatawan dan menggerakkan perekonomian lokal.  Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan festival ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang semakin diminati.***(Dimas D. Pradikta)

Hari Pertama Festival Mudik 2025, Ratusan Balon Udara Hiasi Langit Wonosobo
Informasi Setiap Saat
admin 01 Apr 2025
43

Hari Pertama Festival Mudik 2025, Ratusan Balon Udara Hiasi Langit Wonosobo

Wonosobo - Hari pertama pembukaan festival mudik 2025 berlangsung pada Selasa 1 April 2025, ratusan balon udara menghiasi langit Wonosobo. Kegiatan pada hari pertana ini dilaksanakan di 4 titik, berlangsung di Desa Kembaran, Desa Semayu, Desa Candiyasan dan Desa Jogoyitnan. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, mengungkapkan jika hari pertama festival mudik 2025 ini sedikitnya 119 balon udara terbang di langit wonosobo. "Alhamdulillah, ada 119 balon terbang hari ini, Kembaran ada 23 balon, Candiyasan ada 25 balon, Semayu ada 50 balon, dan Jogoyitnan ada 21 balon udara," jelasnya. Agus menambahkan, festival mudik 2025 ini dilaksanakan di 16 titik lokasi, yang dimulai 1 April hingga puncak acara nanti berlangsung di Alun-alun Wonosobo pada 6 April 2025. "Festival mudik kali ini, kita kedatangan peserta dari Brazil dan Kolombia, mereka turut menerbangkan balon mereka di Wonosobo, untuk persiapan dan penyesuaian kondisi mereka akan menerbangkan balon udara berkeliling di titik lokasi festival mudik, sebelum pada puncak acara di alun-alun Wonosobo," tambahnya. Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag., dalam sambutan yang dibacakan pimpinan OPD dan Staf Ahli Bupati saat pembukaan festival mudik 2025 menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan festival yang telah menjadi ikon budaya dan kebanggaan masyarakat Wonosobo. "Festival Balon ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga telah berkembang menjadi industri pariwisata terkemuka di Jawa Tengah dan Indonesia. Bahkan, kini telah mendunia dengan kehadiran peserta dari berbagai negara, termasuk Brazil dan Kolombia yang turut serta membawa balon khas mereka," ujar Bupati. Menurutnya, dampak positif dari festival ini tidak hanya dirasakan oleh para penggiat balon tradisional, tetapi juga mendorong sektor ekonomi dan pariwisata. Mulai dari pedagang kuliner, pengelola penginapan, penyedia transportasi, hingga toko oleh-oleh dan destinasi wisata di Wonosobo turut merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Afif Nurhidayat juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dalam penyelenggaraan festival ini.  Ia mengimbau agar balon tetap ditambatkan dengan minimal tiga tali yang kuat, serta tidak dilepas secara liar demi menjaga keselamatan dan keberlangsungan festival. "Kita harus bersama-sama menjaga citra baik festival ini. Jangan sampai ada oknum yang melakukan pelanggaran sehingga menodai kebanggaan kita bersama. Selain itu, mari kita jaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan," tegasnya. Dengan semangat kebersamaan, Festival Mudik 2025 diharapkan dapat terus berkembang sebagai ajang pelestarian budaya, promosi wisata, serta penggerak perekonomian masyarakat Wonosobo.***(Dimas D. Pradikta)        

Disparbud Wonosobo Terima Kunjungan Siswa-siswi SMAN 1 Wadaslintang, Diskusi WOTIC dan Pengembangan Wisata
Informasi Setiap Saat
admin 21 Mar 2025
17

Disparbud Wonosobo Terima Kunjungan Siswa-siswi SMAN 1 Wadaslintang, Diskusi WOTIC dan Pengembangan Wisata

Wonosobo – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo menerima kunjungan siswa-siswi kelas X SMAN 1 Wadaslintang dalam rangka diskusi terkait pengelolaan Wonosobo Tourism Information Center (WOTIC) dan pengembangan wisata berbasis smart tourism di Wonosobo, Kamis 20 Maret 2025.  Kunjungan ini disambut dan diterima oleh Sri Fatonah Werdiyati Ismangil, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo. Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, para siswa mengajukan berbagai pertanyaan serta memberikan masukan konstruktif terkait fungsi dan layanan yang disediakan oleh WOTIC.  Mereka menyoroti pentingnya kelengkapan data wisata, aksesibilitas informasi bagi wisatawan, serta strategi promosi digital untuk memperluas jangkauan wisata Wonosobo. Menanggapi berbagai usulan tersebut, Sri Fatonah Werdiyati Ismangil mengapresiasi antusiasme dan kepedulian siswa terhadap pengembangan pariwisata daerah.  Ia mengajak para pelajar untuk turut berkontribusi dalam menyebarluaskan informasi mengenai potensi wisata, budaya, serta subsektor ekonomi kreatif yang berkembang di Wonosobo, termasuk dari wilayah Wadaslintang.  Dengan demikian, destinasi-destinasi wisata yang masih kurang terekspos dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas dan wisatawan. Lebih lanjut, Fatonah juga mengajak generasi muda untuk aktif dalam mensosialisasikan WOTIC sebagai pusat informasi pariwisata yang tidak hanya berguna bagi wisatawan lokal, tetapi juga bagi calon pengunjung dari luar daerah hingga mancanegara.  Menurutnya, partisipasi anak muda dalam promosi pariwisata dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Wonosobo, khususnya dalam penerapan smart tourism yang berbasis teknologi dan inovasi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan sektor pariwisata dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap potensi wisata daerah mereka.  Disparbud Wonosobo berharap, kolaborasi dengan para pelajar seperti ini dapat terus berlanjut guna mendorong perkembangan pariwisata yang lebih inovatif dan berkelanjutan di masa mendatang.***(Dimas D. Pradikta)

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo Ikuti Forum Konsultasi Publik RPJMD 2025-2029
Informasi Setiap Saat
admin 19 Mar 2025
17

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo Ikuti Forum Konsultasi Publik RPJMD 2025-2029

Wonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 di Kantor BAPPEDA Kabupaten Wonosobo, 18 Maret 2025. Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan lima tahun ke depan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Acara diawali dengan sambutan dari Kepala BAPPEDA Wonosobo, Supriyadi, yang menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.  Selanjutnya, Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah memaparkan arah pembangunan daerah dalam kurun lima tahun ke depan, sejalan dengan kebijakan pembangunan provinsi dan nasional. Sekretaris Daerah (Sekda) Wonosobo, One Andang Wardoyo, turut memberikan sambutan dengan membahas proses perencanaan pembangunan serta berbagai isu dan tantangan yang akan dihadapi dalam pelaksanaannya.  Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat. Sementara Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, turut menyampaikan visi dan misi pembangunan Kabupaten Wonosobo dalam RPJMD 2025-2029.  Ia menekankan pentingnya pembangunan yang berbasis pada potensi lokal, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan sektor-sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo turut serta dalam forum ini, yang diwakili oleh Sekretaris Disparbud, Moh Burhanuddin.  Kehadiran Disparbud menegaskan komitmen sektor pariwisata dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan daya tarik wisata dan memperkuat ekonomi berbasis budaya. Sebagai bentuk kesepakatan bersama, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara hasil Forum Konsultasi RPJMD oleh Bupati Wonosobo, Kepala BAPPEDA, Inspektorat, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan difabel, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), serta Dinas Pertanian. Forum ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat dalam perumusan RPJMD yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Wonosobo.  Dengan adanya partisipasi aktif dari berbagai pihak, diharapkan pembangunan Kabupaten Wonosobo dalam lima tahun mendatang dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***(Dimas D. Pradikta)

Jelang Libur Idul Fitri 1446 H, Pemkab Wonosobo Lakukan Monitoring Kesiapan Pelaku Usaha Pariwisata
Informasi Setiap Saat
admin 18 Mar 2025
14

Jelang Libur Idul Fitri 1446 H, Pemkab Wonosobo Lakukan Monitoring Kesiapan Pelaku Usaha Pariwisata

Wonosobo – Menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melakukan monitoring dan pembinaan terhadap pelaku usaha pariwisata. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan destinasi wisata dalam menyambut lonjakan wisatawan yang diperkirakan meningkat selama libur panjang. Monitoring dilaksanakan pada Kamis 13 Maret 2025, dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Tim monitoring terdiri dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub).  Tim ini secara langsung mengunjungi berbagai destinasi wisata unggulan di Wonosobo, termasuk Kawasan Telaga Menjer, Tambi, Blembem, dan Kawasan Dieng. Fokus Monitoring: Kesiapan Infrastruktur dan Keamanan Wisatawan Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disparbud Wonosobo, Khomsin, menjelaskan bahwa monitoring ini bertujuan untuk memastikan kesiapan para pelaku usaha dalam menghadapi tingginya kunjungan wisatawan.  "Beberapa aspek utama yang kami pantau meliputi perbaikan fasilitas wisata, penambahan lahan parkir," ungkapnya. Selain itu, tim juga meminta pelaku usaha wisata untuk menjalin koordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat guna mengantisipasi kejadian darurat, seperti kecelakaan atau insiden medis lainnya. Perbaikan dan Penambahan Fasilitas di Destinasi Wisata Dalam kegiatan ini, tim menemukan berbagai upaya peningkatan fasilitas yang telah dilakukan oleh pengelola destinasi wisata. Misalnya, di Dermaga Telaga Menjer, para pelaku usaha wisata perahu tengah melakukan perbaikan dermaga serta perahu wisata.  Sementara itu, di Kebun Teh Panama, pengelola baru saja menyelesaikan renovasi jembatan kayu yang menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. Di Patean Tambi, tim menemukan adanya pengembangan fasilitas glamping yang saat ini masih dalam tahap pembangunan pondasi area. Selain itu, berbagai destinasi wisata lainnya juga telah melakukan perbaikan jalan, penambahan tempat sampah, serta pemasangan papan petunjuk mitigasi bencana guna meningkatkan keselamatan wisatawan. Antisipasi Lonjakan Wisatawan dan Harapan ke Depan Dengan persiapan yang semakin matang, diharapkan wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo selama libur Idul Fitri dapat menikmati pengalaman wisata yang lebih nyaman, aman, dan berkesan.  Pemkab Wonosobo juga mengimbau kepada para pelaku usaha wisata untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan wisata. Monitoring ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam mendukung sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Wonosobo siap menjadi destinasi wisata unggulan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara selama musim liburan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.***(Dimas D. Pradikta)