Pencarian Global

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Java Balloon Attraction 2026, Perpaduan Tradisi, Wisata, dan Kebanggaan Wonosobo

Java Balloon Attraction 2026, Perpaduan Tradisi, Wisata, dan Kebanggaan Wonosobo Java Balloon Attraction 2026, Perpaduan Tradisi, Wisata, dan Kebanggaan Wonosobo Java Balloon Attraction 2026, Perpaduan Tradisi, Wisata, dan Kebanggaan Wonosobo Java Balloon Attraction 2026, Perpaduan Tradisi, Wisata, dan Kebanggaan Wonosobo
/ 4

Dimas D. Pradikta

Dipublikasikan 06 July 2026

45 Dilihat


Wonosobo - Suasana pagi di Taman Rekreasi Kalianget, Wonosobo, dipenuhi antusiasme ribuan pengunjung yang menyaksikan puluhan balon udara tradisional menghiasi langit dalam gelaran Java Balloon Attraction 2026, Minggu 5 Juli 2026.


Sebanyak 40 balon udara tampil memukau, menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo sekaligus mempertegas identitas daerah sebagai rumah tradisi balon udara yang telah mendunia.


Mengusung tema "The Sky of Heritage", penyelenggaraan Java Balloon Attraction tahun ini tidak sekadar menghadirkan atraksi visual yang memanjakan mata. Festival ini menjadi ruang untuk merayakan warisan budaya, memperkuat kebersamaan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Wonosobo.


Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, M. Kristijadi, saat membacakan sambutan Bupati Wonosobo menyampaikan bahwa Java Balloon Attraction merupakan bukti nyata bagaimana tradisi lokal mampu berkembang menjadi kekuatan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.


"Java Balloon Attraction menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan kekuatan yang mampu menggerakkan pariwisata, ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat jati diri daerah," ungkapnya.


Pemerintah Kabupaten Wonosobo, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengembangkan pariwisata berbasis budaya melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, media, hingga masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Penyelenggaraan tahun ini memiliki makna yang semakin istimewa. Setelah Java Balloon Attraction memperoleh Hak Kekayaan Intelektual Komunal pada 2025, tahun ini Balon Tradisional Wonosobo resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2026 oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.


"Pengakuan ini adalah kebanggaan sekaligus amanah. Tugas kita adalah memastikan tradisi ini terus lestari, berkembang, dan diwariskan tanpa kehilangan nilai dan karakter aslinya," lanjutnya.


Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fatonah Ismangil, menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap Java Balloon Attraction terlihat sejak proses pendaftaran peserta.


Sebanyak 116 komunitas balon udara mendaftarkan diri, kemudian melalui proses kurasi dipilih 36 balon utama yang membentuk berbagai formasi artistik di udara, termasuk visual ikonik Gunung Sindoro dan Telaga Menjer.

Bersama balon partisipan lainnya, total terdapat 40 balon udara yang diterbangkan secara tertambat pada festival tahun ini.


Ia juga menegaskan bahwa seluruh balon diterbangkan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018, sehingga aspek keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kegiatan.


Selain menikmati keindahan balon udara, pengunjung juga disuguhi berbagai pertunjukan seni budaya, mulai dari Tari Lengger, hiburan musik, hingga lomba kreativitas suporter antar komunitas balon.


Ragam atraksi tersebut menjadikan Java Balloon Attraction sebagai festival budaya yang menawarkan pengalaman lengkap bagi wisatawan.


Daya tarik festival ini bahkan berhasil memikat wisatawan mancanegara. Fuzi, wisatawan asal Jepang, mengaku baru pertama kali menyaksikan tradisi balon udara seperti yang ada di Wonosobo.


"Saya belum pernah melihat tradisi seperti ini sebelumnya. Desain balonnya juga sangat indah. Ini luar biasa," ujarnya.


Kesan serupa disampaikan Kristiani Rosana, wisatawan asal Semarang yang datang bersama keluarganya. Menurutnya, festival ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam menjaga warisan budaya.


"Ini pertama kalinya saya melihat langsung. Sangat bagus karena bisa melestarikan budaya. Semoga sering diadakan seperti ini," katanya.


Melalui Java Balloon Attraction 2026, Wonosobo kembali menunjukkan bahwa tradisi lokal mampu tumbuh menjadi destinasi wisata unggulan yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.


Dengan status Balon Tradisional Wonosobo sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, festival ini diharapkan semakin memperkuat posisi Wonosobo sebagai daerah yang berhasil menjaga tradisi sekaligus mengembangkannya menjadi kebanggaan nasional dan penggerak ekonomi masyarakat.***