Pencarian Global

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Festival Paralayang di Bukit Kekep, Desa Lengkong Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo

Festival Paralayang di Bukit Kekep, Desa Lengkong Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo Festival Paralayang di Bukit Kekep, Desa Lengkong Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo Festival Paralayang di Bukit Kekep, Desa Lengkong Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo Festival Paralayang di Bukit Kekep, Desa Lengkong Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo
/ 4

Rohmat Syahru Romadlon

Dipublikasikan 31 July 2026

11 Dilihat

Desa Lengkong turut memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-101 dengan mengadakan festival Paralayang yang berjudul Wonosobo Paragliding Culture Festival 2026. Lapangan basecamp Gunung Kembang Via Lengkong dipenuhi oleh masyarakat dari berbagai daerah untuk menyaksikan festival ini. Wonosobo Paragliding Culture Festival 2026 ini diselenggarakan oleh Komunitas Paralayang Wonosobo yang berkolaborasi dengan Desa Lengkong, dan berhasil menyuguhkan atraksi olahraga dirgantara dengan latar panorama pegunungan khas Wonosobo. Tak hanya menjadi ajang bagi para atlet paralayang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, festival ini juga menjadi sarana promosi potensi wisata yang dimiliki Desa Lengkong.


Sejak pagi hari, kawasan Bukit Kekep telah dipadati oleh masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung proses penerbangan paralayang. Cuaca cerah yang ditunjukkan oleh betapa biru bersihnyanya langit tersebut mendukung jalannya kegiatan sehingga para peserta dapat melakukan lepas landas dengan lancar. Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya masyarakat yang memadati area pandang untuk mengabadikan momen ketika parasut dengan beragam warna menghiasi langit Bukit Kekep. Suasana semakin meriah dengan sorak sorai penonton yang memberikan dukungan kepada para atlet yang sedang mengudara.


Atraksi paralayang menjadi daya tarik utama dalam festival ini. Para atlet secara bergantian melakukan lepas landas dari puncak Bukit Kekep dan melayang menikmati kondisi angin yang mendukung. Dari udara, hamparan pegunungan, lahan pertanian, serta permukiman masyarakat Desa Lengkong tampak membentuk panorama yang memukau. Tidak hanya menghadirkan atraksi olahraga yang menantang, kegiatan ini juga memperlihatkan keindahan alam Wonosobo dari sudut pandang yang berbeda sehingga memberikan pengalaman yang menarik bagi peserta maupun penonton.


Pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas pendukung yang turut memeriahkan festival. Kehadiran pelaku UMKM lokal memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mencicipi beragam kuliner yang tersedia. Menariknya, festival ini juga menyediakan penerbangan tandem (tandem paragliding) yang terbuka untuk masyarakat umum. Melalui pengalaman ini, pengunjung dapat merasakan sensasi terbang bersama pilot profesional sambil menikmati panorama alam Wonosobo dari ketinggian dengan tarif berkisar antara Rp450.000 hingga Rp550.000 per penerbangan. Kehadiran wahana tandem menjadi salah satu daya tarik yang semakin memperkaya pengalaman pengunjung selama festival berlangsung. Interaksi antara masyarakat, wisatawan, serta pelaku usaha lokal menciptakan suasana yang hidup dan memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung. Festival ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi potensi lokal Desa Lengkong.


Bukit Kekep sendiri menjadi salah satu lokasi strategis di Desa Lengkong yang memiliki panorama alam yang indah dan berpotensi untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata. Letaknya yang berada tidak jauh dari jalur menuju Basecamp Gunung Kembang menjadikan kawasan ini memiliki peluang untuk menjadi bagian dari rangkaian perjalanan wisata di Desa Lengkong. Keindahan lanskap alam yang disuguhkan menjadikan Bukit Kekep tidak hanya menarik saat festival berlangsung, tetapi juga menjadi potensi tempat bagi para wisatawan yang ingin berkunjung pada hari-hari biasa sebagai lokasi menikmati pemandangan maupun berburu fotografi alam.


Melalui penyelenggaraan Festival Paralayang, Desa Lengkong semakin dikenal sebagai salah satu destinasi yang memiliki perpaduan antara wisata alam, olahraga dirgantara, dan potensi lokal yang menarik untuk dikembangkan. Diharapkan kegiatan ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat promosi pariwisata Kabupaten Wonosobo. Dengan dukungan berbagai pihak, Festival Paralayang di Bukit Kekep diharapkan mampu menjadi salah satu ikon wisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkenalkan pesona Desa Lengkong kepada khalayak yang lebih luas.


Penulis : Franzeska Aurellia Oenang (Tim KKN PPM UGM Srawung Garung 2026)