Pencarian Global

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Disparbud Wonosobo Turut Meriahkan Karnaval Kemerdekaan, Angkat Potensi Pariwisata dan Budaya Lokal

Disparbud Wonosobo Turut Meriahkan Karnaval Kemerdekaan, Angkat Potensi Pariwisata dan Budaya Lokal Disparbud Wonosobo Turut Meriahkan Karnaval Kemerdekaan, Angkat Potensi Pariwisata dan Budaya Lokal Disparbud Wonosobo Turut Meriahkan Karnaval Kemerdekaan, Angkat Potensi Pariwisata dan Budaya Lokal Disparbud Wonosobo Turut Meriahkan Karnaval Kemerdekaan, Angkat Potensi Pariwisata dan Budaya Lokal Disparbud Wonosobo Turut Meriahkan Karnaval Kemerdekaan, Angkat Potensi Pariwisata dan Budaya Lokal
/ 5

Dimas D. Pradikta

Dipublikasikan 19 August 2026

42 Dilihat

WONOSOBO – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo turut ambil bagian dalam kemeriahan Karnaval Kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Selasa, 18 Agustus 2026.

Mengusung semangat “Bergerak dengan Empati, Mengabdi dengan Sinergi, Lestari untuk Negeri”, karnaval yang diikuti sedikitnya 52 peserta dari berbagai unsur tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kreativitas, seni budaya, kearifan lokal, potensi daerah, hingga pesan kepedulian terhadap lingkungan.

Keikutsertaan Disparbud Wonosobo menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah pariwisata dan kebudayaan daerah dalam momentum peringatan kemerdekaan.

Melalui kreativitas yang ditampilkan, Disparbud turut mengenalkan kekayaan budaya, karakter masyarakat, serta potensi pariwisata Wonosobo kepada masyarakat yang menyaksikan langsung sepanjang rute karnaval.

Karnaval yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut menjadi ruang publik yang strategis untuk mempertemukan unsur pemerintah, komunitas, pelaku seni, dunia usaha, serta masyarakat.

Kehadiran berbagai atraksi dan kendaraan hias semakin memperkuat suasana perayaan sekaligus menjadi media promosi potensi daerah.

Selain menampilkan kreativitas dan potensi pariwisata serta kebudayaan, Disparbud Wonosobo juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan melalui pembagian sekitar 1.000 bibit tanaman kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Bibit yang dibagikan terdiri dari bibit terong, cabai keriting, dan cabai rawit.

Pembagian bibit tersebut menjadi salah satu bentuk nyata penerjemahan semangat “Lestari untuk Negeri” yang diusung dalam Karnaval Kemerdekaan.

Tidak hanya menyampaikan pesan melalui atraksi dan kreativitas, Disparbud turut mengajak masyarakat mengambil bagian secara langsung dalam menjaga lingkungan dan memanfaatkan ruang di sekitar rumah untuk kegiatan produktif dan penghijauan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa keterlibatan Disparbud dalam Karnaval Kemerdekaan merupakan bentuk partisipasi sekaligus upaya untuk terus menghadirkan pariwisata dan kebudayaan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

“Bagi kami, karnaval bukan hanya ruang untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan pariwisata dan kebudayaan Wonosobo. Ketika budaya, kreativitas, dan potensi daerah ditampilkan di ruang publik, secara tidak langsung kita juga sedang melakukan promosi dan membangun citra pariwisata Wonosobo,” ujar Fahmi.

Menurutnya, pariwisata tidak dapat berkembang hanya melalui promosi pariwisata secara konvensional. Event daerah dengan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu sarana penting untuk menciptakan pengalaman dan daya tarik yang dapat mendorong orang untuk datang, melihat, mengenal, dan kemudian berkunjung ke berbagai destinasi di Wonosobo.

“Pariwisata itu bukan hanya tentang destinasi, tetapi juga tentang budaya, kreativitas masyarakat, event, kuliner, ekonomi kreatif, keramahan, dan pengalaman yang diperoleh wisatawan. Karnaval seperti ini menjadi bagian dari ekosistem tersebut,” lanjutnya.

Fahmi menambahkan, semangat “Lestari untuk Negeri” juga memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan kepariwisataan Wonosobo yang berkelanjutan.

Menurutnya, lingkungan merupakan salah satu modal utama pariwisata Wonosobo, sehingga upaya menjaga kelestarian alam harus menjadi tanggung jawab bersama.

“Wonosobo memiliki kekuatan pariwisata yang sangat erat dengan alam. Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga bagian dari menjaga masa depan pariwisata kita. Pembagian bibit ini sederhana, tetapi kami ingin mengajak masyarakat bahwa setiap orang bisa mengambil bagian untuk merawat lingkungan, dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar,” jelasnya.

Ia berharap bibit yang dibagikan dapat dimanfaatkan dan dirawat oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat secara langsung. Selain mendukung penghijauan, tanaman cabai dan terong juga memiliki nilai produktif bagi kebutuhan rumah tangga masyarakat.

“Harapannya, bibit ini tidak berhenti pada saat dibagikan. Bisa ditanam, dirawat, dan tumbuh menjadi sesuatu yang bermanfaat. Semangat lestari harus kita bangun melalui tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama,” tambah Fahmi.

Menurut Fahmi, keberlanjutan lingkungan menjadi semakin penting dalam pengembangan destinasi wisata. Lingkungan yang bersih, hijau, sehat, dan terawat akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar destinasi.

Fahmi menambahkan, momentum kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun kepariwisataan Wonosobo.

Pemerintah, masyarakat, pelaku seni dan budaya, komunitas, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, serta pelaku usaha pariwisata memiliki peran yang saling berkaitan dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang semakin kuat.

“Semangatnya adalah sinergi. Pariwisata tidak mungkin dibangun oleh satu perangkat daerah saja. Ketika event daerah mampu menggerakkan masyarakat, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, seni budaya, kuliner, hingga sektor transportasi dan akomodasi, maka dampaknya akan semakin luas terhadap perekonomian daerah,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, kegiatan Karnaval Kemerdekaan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat promosi potensi daerah sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya keberlanjutan.

Dari sisi pariwisata, keberadaan event yang melibatkan masyarakat secara luas juga dapat menciptakan daya tarik tersendiri.

Kreativitas, seni budaya, kuliner, ekonomi kreatif, hingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari pengalaman yang membentuk karakter Wonosobo sebagai daerah tujuan wisata.

Melalui keikutsertaan dalam Karnaval Kemerdekaan HUT ke-81 RI, Disparbud Wonosobo menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan seni, budaya, kreativitas, event daerah, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari strategi pengembangan dan promosi pariwisata.

Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui kemeriahan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata. Bergerak dengan empati, mengabdi dengan sinergi, dan lestari untuk negeri, bersama memajukan pariwisata Wonosobo.***