admin
Dipublikasikan 10 July 2026
WONOSOBO - Kamis 9 Juli 2026, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo menerima kunjungan perwakilan RedDoorz Indonesia dalam rangka koordinasi dan pembahasan tindak lanjut implementasi Nota Kesepahaman (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama yang telah terjalin antara kedua belah pihak.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan mitra industri dalam mendukung pengembangan pariwisata Kabupaten Wonosobo.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas percepatan pelaksanaan sejumlah program kerja sama yang telah disepakati.
Fokus utama diarahkan pada kolaborasi penyelenggaraan berbagai event pariwisata, promosi destinasi, serta pengembangan paket wisata yang terintegrasi dengan jaringan akomodasi RedDoorz.
Selain itu, disepakati pula rencana pelaksanaan pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi pelaku usaha pariwisata dan pengelola akomodasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menekankan pentingnya percepatan implementasi kerja sama agar dampaknya dapat segera dirasakan oleh pelaku usaha maupun masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi dengan RedDoorz diharapkan mampu menciptakan kalender kegiatan yang lebih merata sepanjang tahun sehingga mampu menjaga stabilitas kunjungan wisatawan.
"Harapan kami tidak ada lagi low season di Wonosobo. Kunjungan wisatawan harus terus terjaga sepanjang tahun, tidak hanya ramai pada periode tertentu. Kami ingin suasana pariwisata tetap bergairah seperti pada bulan Januari hingga Juni, kemudian kembali meningkat pada September hingga Desember. Dengan kolaborasi promosi, event, dan peningkatan kualitas layanan bersama RedDoorz, kami optimistis target tersebut dapat diwujudkan," ujar Fahmi.
Melalui koordinasi ini, Disparbud Kabupaten Wonosobo bersama RedDoorz Indonesia berkomitmen mempercepat realisasi program-program kerja sama yang telah disepakati.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing destinasi, meningkatkan okupansi akomodasi, memperluas promosi wisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.***
