Pencarian Global

FK Pokdarwis dan Desa Wisata Wonosobo Lakukan Audiensi ke Komisi B DPRD, Ini yang Dibahas
Informasi Setiap Saat
admin 14 Feb 2025
54

FK Pokdarwis dan Desa Wisata Wonosobo Lakukan Audiensi ke Komisi B DPRD, Ini yang Dibahas

Wonosobo - Forum Komunikasi (FK) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan FK Desa Wisata Kabupaten Wonosobo melakukan audiensi ke Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo, Rabu 12 Februari 2024. Dalam Dengar Pendapat tersebut, mereka meminta agar ada dukungan anggaran yang lebih memadai dari pemerintah untuk mengembangkan wisata di Kabupaten Wonosobo.  Pembina FK Pokdarwis, Anhaf Kustanto, menuturkan selama ini para relawan wisata sudah berupaya untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pariwisata. Mereka bertugas membangun kesadaran warga agar menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan sekaligus menjaga potensi wisata. Namun, banyaknya program yang mereka jalankan tidak diimbangi dengan dukungan anggaran yang memadai. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo selama ini juga sudah berupaya memberikan dukungan dan pembinaan, namun support anggaran belum sesuai yang diharapkan karena keterbatasan anggaran yang dikelola.  Kabid Pemasaran Disparbud Wonosobo Fatonah Ismangil dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan bahwa selama ini Disparbud sudah berupaya memberikan dukungan operasional baik berupa anggaran bantuan operasional dan bantuan promosi event bagi FK Pokdarwis juga FK Desa Wisata maupun dukungan fasilitas dalam setiap kegiatan dalam daerah seperti rapat internal FK Pokdarwis, Festival Desa Wisata serta Jambore Pokdarwis Tingkat Kabupaten dan kegiatan luar daerah misalnya ada pertemuan Pokdarwis dan Desa Wisata tingkat provinsi, Jambore Pokdarwis tingkat Provinsi, dan Gelar Desa Wisata Tingkat Provinsi, bahkan kegiatan dalam rangka Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI namun masih sangat terbatas dan perlu peningkatan di masa mendatang. Itulah sebabnya, FK Pokdarwis dan FK Desa Wisata berharap ada dukungan konkret dari DPRD agar program yang sudah berjalan tidak terhambat. Ketua Komisi B DPRD Wonosobo, Aziz Nuri Haryono, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan wisata daerah. Ia menegaskan DPRD siap mencari solusi, termasuk mengupayakan subsidi agar relawan tidak terbebani secara finansial. “Kegiatan mereka luar biasa banyak, tapi kalau bicara wisata, pasti butuh anggaran. Kami tidak ingin semangat mereka pudar hanya karena kurangnya finansial untuk operasional kegiatan apalagi kalau harus mengeluarkan uang pribadi,” ujar Aziz. Pihaknya juga berencana mendorong sinergi antara Pokdarwis dengan pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurut Aziz, hal ini sejalan dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2025 tentang Ketahanan Pangan, yang mengamanatkan 20 persen anggaran APBN dan Dana Alokasi Desa untuk penyertaan modal BUMDes. “Kalau BUMDes ikut ambil peran, wisata bisa berkembang lebih cepat. Kalau wisata berkembang, ekonomi desa juga ikut naik,” tandasnya.***(Dimas D. Pradikta)

Gelaran Event Daerah, Strategi Tingkatkan Jumlah Wisatawan dan Rata-rata Lama Tinggal di Wonosobo
Informasi Setiap Saat
admin 07 Feb 2025
40

Gelaran Event Daerah, Strategi Tingkatkan Jumlah Wisatawan dan Rata-rata Lama Tinggal di Wonosobo

WONOSOBO – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, dalam Podcast bersama Pesona FM pada Jumat (7/2/2025), menegaskan bahwa gelaran event daerah merupakan strategi efektif dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta memperpanjang rata-rata lama tinggal mereka di Wonosobo. Menurut Agus Wibowo, event-event yang menarik, unik, khas, dan berkualitas mampu menjadi daya tarik bagi calon wisatawan untuk berkunjung dalam jumlah besar.  Selain itu, dampak ekonomi dari event-event tersebut sangat signifikan, karena mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi berbagai sektor, seperti perhotelan, kuliner, transportasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Event bukan hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga strategi pemasaran wisata yang sangat efektif. Dengan adanya event, wisatawan memiliki alasan untuk datang dan menghabiskan lebih banyak waktu di Wonosobo," ujar Agus Wibowo. Dalam kesempatan tersebut, Agus Wibowo juga mengungkapkan Kalender Event Kabupaten Wonosobo tahun 2025, yang mencakup berbagai agenda menarik sepanjang tahun.  Dari sekian banyak event yang direncanakan, terdapat 10 event unggulan yang diproyeksikan mampu mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar ke Wonosobo. Event-event unggulan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Wonosobo sebagai destinasi wisata, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga nasional.  Beberapa event yang menarik perhatian wisatawan sebelumnya antara lain Dieng Culture Festival, Wonosobo Night Fashion Carnival, serta berbagai festival budaya dan olahraga yang dikemas dengan konsep kreatif dan inovatif. Melalui berbagai event tersebut, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat, sejalan dengan upaya memperpanjang durasi tinggal mereka di Wonosobo.  Dengan demikian, sektor pariwisata semakin berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas event dan memastikan penyelenggaraannya berjalan optimal.  Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjadikan Wonosobo sebagai destinasi wisata unggulan berbasis event.***(Dimas D. Pradikta)

Disparbud Wonosobo Apresiasi 'Pudakkaliwa' Hasil Inovasi KKN UMP 2025, Kreativitas Lokal Bangkit di Desa Pucungwetan
Informasi Setiap Saat
admin 06 Feb 2025
73

Disparbud Wonosobo Apresiasi 'Pudakkaliwa' Hasil Inovasi KKN UMP 2025, Kreativitas Lokal Bangkit di Desa Pucungwetan

Wonosobo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) UMP, dengan dukungan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, memperkenalkan inovasi produk ekonomi kreatif (ekraf) berbasis potensi lokal Desa Pucungwetan, Kecamatan Sukoharjo. Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Salak menjadi Produk Ekraf serta Strategi Penjualan Digital” digelar di GOR Desa Pucungwetan dan dihadiri oleh Kepala Desa Pucungwetan Wagini beserta perangkat desa, Karang Taruna, ibu-ibu PKK, serta kelompok Dasa Wisma, Minggu 2 Februari 2025. Desa Pucungwetan yang dikenal sebagai sentra pertanian salak pondoh kini memiliki produk kreatif berbasis limbah salak dan triplek.  Mahasiswa UMP memperkenalkan “Pudakkaliwa,” sebuah produk kuliner dan suvenir unik. Nama “Pudakkaliwa” diambil dari gabungan nama dusun di desa tersebut: Pucung, Pandak Kidul, Pandak Lor, Kalimangli, dan Wanasari. Produk Pudakkaliwa meliputi kuliner suvenir pie berbahan salak yang tidak layak jual serta kriya suvenir dari kulit salak dan limbah triplek.  Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya dilatih membuat produk ekraf tetapi juga dikenalkan dengan strategi pemasaran digital melalui media sosial dan platform e-commerce. Kepala Desa Wagini menyampaikan harapannya atas keberlanjutan produk pie salak yang dikembangkan.  “Semoga pie salak ini bisa menjadi produk unggulan desa dan semakin memperkenalkan Pucungwetan sebagai sentra salak pondoh,” ujarnya.  Harapan ini sejalan dengan semangat inovasi yang diusung para mahasiswa KKN. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo turut memberikan apresiasi atas kolaborasi ini. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Agus Wibowo, mengungkapkan dukungannya terhadap program tersebut.  “Kami sangat mendukung inisiatif kreatif seperti Pudakkaliwa. Ini bukan hanya soal inovasi produk, tetapi juga penguatan identitas budaya lokal yang bisa menarik wisatawan,” ujarnya. Alhadi Nelsa, Dosen Pembimbing Lapangan dari Prodi DKV UMP, menekankan pentingnya pendekatan berbasis identitas lokal dalam pengembangan produk. “Kegiatan ini bukan hanya tentang inovasi produk, tetapi juga membangun identitas visual yang kuat. Dengan strategi kemasan, logo, dan storytelling yang tepat, Pudakkaliwa diharapkan mampu bersaing di pasar digital,” jelas Alhadi. Program ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dalam mengolah potensi lokal secara kreatif dan memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar. Dengan semangat inovasi berbasis potensi lokal, Desa Pucungwetan siap melangkah menuju desa kreatif berdaya saing tinggi. Salak Lokal, Kreasi Global.***  

Bupati Afif Launching Wonosobo Calendar of Events 2025, WOTIC dan majalah Travel Guide
Informasi Setiap Saat
admin 23 Jan 2025
128

Bupati Afif Launching Wonosobo Calendar of Events 2025, WOTIC dan majalah Travel Guide

Wonosobo - Sebagai bagian dari visi besar RPJPD Kabupaten Wonosobo 2025-2045, Wonosobo terus berupaya menjadi Pusat Agrobisnis dan Pariwisata Terkemuka di Jawa Tengah yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.  Tantangan ini memacu para pelaku agrobisnis dan pariwisata untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha mereka, sekaligus membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, dalam acara peluncuran Wonosobo Calendar of Events 2025, Wonosobo Tourism Information Center (WOTIC), dan majalah Travel Guide Wonosobo di Pendopo Selatan pada Senin 20 Januari 2025. “Saya menyambut positif peluncuran Kalender Event, Website WOTIC, dan Majalah Travel Guide sebagai bentuk optimalisasi media promosi. Ini mendukung pembangunan sektor pariwisata dengan memperkenalkan berbagai destinasi, acara, dan kegiatan menarik kepada masyarakat luas,” ujar Afif. Langkah Strategis Promosi Wisata Peluncuran Kalender Event 2025 bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurut Afif, langkah ini adalah strategi untuk mempromosikan Wonosobo sebagai destinasi wisata unggulan, baik bagi wisatawan domestik maupun internasional. “Saya berpesan agar promosi dilakukan secara proaktif melalui kolaborasi lintas media. Mari bersama-sama memaksimalkan semua saluran untuk meningkatkan daya tarik wisatawan,” tambahnya. Afif juga menekankan bahwa langkah-langkah integratif ini tidak hanya bertujuan mengenalkan potensi wisata, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat. Kalender Event 2025: 73 Agenda Spektakuler Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo, Agus Wibowo, memaparkan bahwa Kalender Event 2025 mencakup 73 kegiatan besar, dengan 10 di antaranya menjadi event unggulan: 1. Festival Mudik 2. Wonosobo Night Fashion Carnival 3. Wonosobo Creativepreneur dan Semarak Kata Kreatif 4. Dieng Caldera Race 5. Rakanan Giyanti dan Wisuda Lengger 6. Perayaan 2 Abad Hari Jadi Wonosobo 7. Java Balloon Attraction 8. Sindoro Sumbing Duathlon dan Triathlon 9. Dieng Trail Run 10. Merti Bumi Igirmanak Selain itu, terdapat 63 acara lainnya yang tersebar sepanjang tahun, menawarkan pengalaman wisata yang beragam. WOTIC: Pusat Informasi Wisata Modern Wonosobo Tourism Information Center (WOTIC) menjadi inovasi baru untuk memudahkan wisatawan. WOTIC menyediakan informasi lengkap tentang tempat wisata, kuliner khas, kalender acara, penginapan, hingga layanan eksklusif. Dengan akses cepat dan praktis, WOTIC diharapkan meningkatkan kenyamanan wisatawan. Travel Guide Wonosobo: Panduan Wisata Terpercaya Majalah Travel Guide Wonosobo diluncurkan sebagai referensi terpercaya bagi wisatawan. Majalah ini memuat informasi lengkap tentang daya tarik wisata, termasuk desa wisata, budaya, kuliner khas, akomodasi, toko oleh-oleh, hingga ikon tradisi budaya khas Wonosobo. “Majalah ini akan didistribusikan ke hotel, stasiun kereta api, bandara, dan lokasi strategis lainnya untuk menjangkau lebih banyak wisatawan,” jelas Agus Wibowo. Penayangan Video Profil yang Memukau Acara peluncuran semakin semarak dengan penayangan video profil dari setiap program yang diluncurkan. Video ini menggambarkan keindahan dan potensi Wonosobo sebagai destinasi wisata unggulan. Dengan langkah-langkah ini, Wonosobo optimis akan terus maju menjadi pusat agrobisnis dan pariwisata yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional tetapi juga internasional. Mari dukung bersama perkembangan pariwisata Wonosobo untuk masa depan yang lebih gemilang.***(Dimas D. Pradikta)

Kadisparbud Wonosobo Terima Penghargaan dari HPI Wonosobo
Informasi Setiap Saat
admin 15 Jan 2025
62

Kadisparbud Wonosobo Terima Penghargaan dari HPI Wonosobo

WONOSOBO - Kepala Disparbud Wonosobo, Agus Wibowo, mendapatkan Penghargaan dari DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Wonosobo selaku Pembina Pramuwisata Indonesia Wonosobo, Rabu 15 Januari 2025. Penghargaan berupa plakat dan piagam diserahkan secara langsung oleh Ketua HPI Wonosobo Eko Pujianto atau akrab dikenal Eko Harmoni di Aula Saritoya dan diterima oleh Kabid Pemasaran Disparbud Wonosobo Fatonah Ismangil mewakili Kadisparbud Agus Wibowo yang berhalangan hadir karena ada agenda lain yang waktunya bersamaan. Saat berita ini diturunkan plakat dan piagam penghargaan dari HPI tersebur telah diserahkan oleh Kabid Pemasaran kepada Kadisparbud Wonosobo, Agus Wibowo di kantor Disparbud Wonosobo. Dalam sambutannya, Fatonah Ismangil menyampaikan bahwa peran HPI sangatlah besar dalam memajukan pariwisata di Wonosobo.  Kehadiran Pemandu Wisata di Wonosobo turut menyumbang peningkatan kunjungan wisatawan di Wonosobo dari tahun ke tahun baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Menurutnya, jumlah kunjungan wisata dari mulai tahun 2020-2024 selalu meningkat, dan berdasarkan survey rata-rata belanja wisatawan di Wonosobo tahun 2024, dari tamu yang tidak menginap rata-rata belanjanya sebesar Rp 928.143,-, dan 22% uangnya dikeluarkan untuk jasa pemandu wisata. Sedangkan belanja wisatawan yang menginap rata-rata sebesar Rp 1,85 juta, 6% nya digunakan untuk membayar jasa pemandu wisata. Disparbud Wonosobo selama ini sudah berupaya meningkatkan kolaborasi dan pembinaan kepada berbagai usaha pariwisata serta melakukan upaya peningkatan kapasitas SDM Pariwisata dan Ekraf, termasuk kepada para pemandu wisata melalui pelatihan-pelatihan baik yang dilakukan mandiri maupun kolaborasi dengan LSP. Pelatihan yang melibatkan para pemandu wisata antara lain Pelatihan Pemandu Wisata Tingkat Dasar, Pemandu Wisata  Budaya, Pemandu Wisata Ekowisata, Pemandu Outbound, Pemandu Wisata Gunung, Kepemanduan Balawista. Fatonah menambahkan, selain kegiatan pelatihan, pihaknya juga turut melibatkan HPI dalam berbagai kegiatan promosi kepariwisataan seperti event festival balon, WNFC, hari jadi, dan berbagai event yang terselenggara di pedesaan. "Sekarang juga sudah ada WOTIC (Website Wonosobo Tourism Information Center) yang di dalamnya memuat data pemandu wisata yang bisa dihubungi secara langsung," jelas Fatonah. Hal tersebut diungkapkannya, agar bisa dimanfaatkan oleh HPI sebagai peluang mengembangkan profesi dalam melayani wisatawan selama berwisata di Wonosobo. Selain Kepala Disparbud Wonosobo, dalam kesempatan tersebut penghargaan dari HPI Wonosobo juga diberikan kepada Ketua HPI periode sebelumnya yang juga tokoh senior pemandu wisata Wonosobo Salim Bawazir dan Agus Abira. Selaku Ketua HPI, Eko Pujianto menginginkan Organisasi HPI Wonosobo semakin terbuka dengan tren yang berkembang, menguasai materi kepariwisataan, mengenal berbagai potensi wisata Wonosobo dan memegang etika serta kemampuan public speaking yang memadai agar citra pariwisata Wonosobo semakin baik lagi ke depan.***(Dimas D. Pradikta)

Kepala BKD Berikan Pembinaan Kepegawaian dan Sosialisasi Kedisiplinan, Tingkatkan Kinerja Disparbud Wonosobo
Informasi Setiap Saat
admin 07 Jan 2025
50

Kepala BKD Berikan Pembinaan Kepegawaian dan Sosialisasi Kedisiplinan, Tingkatkan Kinerja Disparbud Wonosobo

Wonosobo – Dalam upaya meningkatkan kinerja dan kedisiplinan di lingkungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, diselenggarakan pembinaan kepegawaian dan sosialisasi kedisiplinan pegawai yang melibatkan seluruh unit kerja di bawah naungan Disparbud.  Kegiatan ini dilakukan kepada seluruh karyawan dan karyawati Disparbud yang berada di 8 lokasi, yaitu Kantor Disparbud Wonosobo, Mandala Wisata Creative Center, Kantor UPTD Taman Rekreasi Kalianget, Bukit Telaga Menjer, Gelanggang Renang Mangli, Lembah Dieng/Garung, Dieng Plateau, dan Wadaslintang. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo, Drs. Triantoro, M.Si., yang memberikan arahan tentang pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebagai pembuka, pembinaan diawali dengan apel bersama seluruh karyawan dan karyawati Disparbud Wonosobo yang dilaksanakan di halaman Kantor Disparbud, Selasa 7 Januari 2025. Apel dipimpin oleh Kepala Disparbud Wonosobo, Agus Wibowo, yang bertindak sebagai Pembina Apel. Dalam sambutannya, Agus Wibowo menekankan pentingnya sinergi dan komitmen seluruh pegawai untuk mendukung pencapaian visi misi Kabupaten Wonosobo, khususnya dalam memajukan sektor pariwisata dan kebudayaan. "Pembinaan seperti ini sangat penting untuk memperkuat etos kerja serta membangun kesadaran akan peran masing-masing dalam mewujudkan Wonosobo yang maju, mandiri, dan sejahtera," ujar Agus Wibowo. Selain membahas kedisiplinan, pembinaan juga mencakup evaluasi kinerja serta penyampaian strategi pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan seluruh karyawan/karyawati Disparbud Wonosobo dapat semakin meningkatkan profesionalitas, dedikasi, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Wonosobo.***(Dimas D. Pradikta)

Disparbud Wonosobo Gelar Public Hearing Bahas Revisi Perda No. 8 Tahun 2017
Informasi Setiap Saat
admin 31 Dec 2024
46

Disparbud Wonosobo Gelar Public Hearing Bahas Revisi Perda No. 8 Tahun 2017

WONOSOBO - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo mengadakan Public Hearing untuk membahas revisi Peraturan Daerah (Perda) No. 8 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Kepariwisataan Kabupaten Wonosobo 2017-2032.  Acara ini digelar sebagai langkah strategis dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata Wonosobo untuk masa depan yang lebih cerah, berlangsung di Aula Disparbud Wonosobo, Selasa 31 Desember 2024. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparbud Wonosobo, Hapipi. Public Hearing ini dihadiri oleh para pelaku usaha pariwisata, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta pemangku kepentingan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Dalam forum ini, para peserta bersama-sama mendiskusikan poin-poin penting yang akan direvisi dalam Perda No. 8 Tahun 2017.  Pembahasan mencakup arah pengembangan destinasi wisata, strategi promosi, dan peningkatan infrastruktur pendukung pariwisata. Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan masukan yang konstruktif untuk penyusunan dokumen revisi yang lebih relevan dengan kondisi saat ini dan masa depan. Kabid Destinasi Pariwisata, Hapipi, menyampaikan bahwa revisi Perda ini bertujuan untuk menjawab tantangan dan peluang sektor pariwisata di Wonosobo.  “Kami berharap dukungan dari semua pihak untuk menciptakan kebijakan yang dapat mendorong pengembangan pariwisata secara berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya. Para pelaku usaha pariwisata yang hadir mengapresiasi inisiatif Disparbud Wonosobo dalam melibatkan berbagai pihak dalam proses revisi ini. Mereka juga berharap agar perubahan Perda ini dapat memberikan arah yang jelas dan solusi atas tantangan yang dihadapi sektor pariwisata selama ini. Dengan dilaksanakannya Public Hearing ini, Disparbud Wonosobo menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata yang lebih terarah dan berdaya saing tinggi. Mari bersama-sama mendukung perubahan positif ini untuk Wonosobo yang lebih maju dan cerah!.***(Dimas D. Pradikta)

Disparbud Wonosobo Raih Predikat Informatif dan Juara 1 Monitoring Keterbukaan Informasi Publik 2024
Informasi Setiap Saat
admin 31 Dec 2024
51

Disparbud Wonosobo Raih Predikat Informatif dan Juara 1 Monitoring Keterbukaan Informasi Publik 2024

WONOSOBO - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo kembali menunjukkan komitmennya dalam keterbukaan informasi publik dengan meraih juara 1 pada ajang Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024.  Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo bekerja sama dengan Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah.  Predikat prestisius ini diraih setelah melewati serangkaian tahapan penilaian yang ketat, termasuk uji publik yang diadakan di Gedung KORPRI Wonosobo pada 30 Desember 2024. Penghargaan diserahkan langsung oleh Komisioner Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Ermi Ardhyanti, bersama Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar.  Kepala Disparbud Wonosobo, Agus Wibowo, didampingi Sekretaris Disparbud, Moh Burhanuddin, menerima penghargaan tersebut dengan penuh rasa syukur dan bangga. Selain Disparbud Wonosobo yang meraih juara 1 dalam kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD), berikut daftar lengkap peraih penghargaan: Kategori OPD: 1. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Juara 1) 2. Dinas Kesehatan (Juara 2) 3. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Juara 3) Kategori Kecamatan: 1. Kecamatan Kalikajar (Juara 1) 2. Kecamatan Garung (Juara 2) 3. Kecamatan Kejajar (Juara 3) Dalam keterangannya, Kepala Disparbud Wonosobo, Agus Wibowo, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim Disparbud yang berkomitmen memberikan pelayanan informasi yang transparan dan akuntabel kepada masyarakat. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan keterbukaan informasi, sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat dan mendukung tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Disparbud, tetapi juga bagi Kabupaten Wonosobo secara keseluruhan. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk terus berinovasi dalam pelayanan informasi publik.  Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung tercapainya penghargaan ini. Mari terus dukung keterbukaan informasi untuk Wonosobo yang lebih maju dan transparan!.***(Dimas D. Pradikta)