WONOSOBO — Kemeriahan Festival Mudik 2026 kembali terasa melalui gelaran Festival Balon di Tempelsari, Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar, Jumat (27/3). Acara ini sukses menarik sekitar 6.000 pengunjung dari berbagai daerah, sekaligus menjadi magnet wisata yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat setempat.
Sebanyak 36 kavling balon disiapkan dalam festival ini, dengan 34 balon berhasil mengudara, sementara dua peserta tidak hadir. Meski sempat diwarnai tantangan cuaca, antusiasme peserta dan penonton tetap tinggi sejak pagi hari.
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah perangkat daerah dan unsur terkait, di antaranya Disparbud, Bagian Pemerintahan, Bagian Umum, BPBD, serta Forkopimcam yang turut memastikan jalannya acara berlangsung aman dan tertib.
Balon mulai diterbangkan sejak pukul 07.00 WIB di tengah kondisi cuaca yang sempat diguyur gerimis ringan. Namun, memasuki pukul 08.00 WIB, balon-balon mulai diturunkan lebih awal akibat cuaca mendung disertai angin kencang. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa balon mengalami kerusakan, dengan dua balon dilaporkan pecah saat proses penurunan.
Selain menjadi ajang pelestarian tradisi, festival ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Tercatat sebanyak 62 pelaku UMKM turut meramaikan acara, belum termasuk pedagang keliling dan penjual dadakan. Dari aktivitas tersebut, diperkirakan terjadi perputaran uang mencapai sekitar Rp31 juta.
Pengunjung yang hadir tidak hanya berasal dari Wonosobo dan sekitarnya, tetapi juga dari luar kota seperti Jawa Barat, Yogyakarta, hingga Lampung, menunjukkan daya tarik festival balon sebagai destinasi wisata unggulan.
Rohmat S. Romadlon, Adyatama Parekraf Ahli Pertama Disparbud Wonosobo, menyampaikan bahwa festival balon tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal dan memperkenalkan budaya daerah kepada wisatawan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan ini dengan aman dan tertib.
Untuk menambah semarak acara, panitia juga menyediakan doorprize menarik bagi tim balon, berupa hadiah unik yaitu hewan bebek, yang semakin menambah keceriaan suasana.
Festival Balon Tempelsari menjadi salah satu bukti nyata bahwa tradisi lokal dapat dikemas menjadi atraksi wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat serta memperkuat identitas budaya daerah.***