• (0286) 321194 WhatApp 085228508887
  • disparbud.wonosobo31@gmail.com
  • Log In
  • FAQ
  • English
  • Indonesia

Lama Tinggal Wisatawan masih 1,8 Hari, Kadisparbud Wonosobo Dorong Pelaku Usaha Pariwisata Tingkatkan Kolaborasi dan Kualitas Layanan

WONOSOBO - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo S.Sos memberikan materi dan motivasi kepada pelaku usaha pariwisata dalam kegiatan Bimtek dan Sosialisasi Implementasi Perizinan Berusaha dan Pengawasan Perizinan Berusaha tahun 2024, yang digelar oleh DPMPTSP Kabupaten Wonosobo, Selasa 30 April 2024 di Hotel Horison Dieng Wonosobo.

Kegiatan yang digelar selama 2 hari (29-30 April 2024) tersebut diikuti 88 peserta pada hari pertama dan 99 peserta pada hari kedua. Peserta Bimtek adalah para pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo yang terdiri antara lain dari pengusaha jasa boga/kuliner, restoran, catering, homestay, pondok wisata, transportasi wisata, pemandu wisata, event organizer, dan pengelola daya tarik wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo S.Sos saat menyampaikan materi di hadapan peserta Bimtek mengungkapkan, dengan adanya kegiatan ini jasa usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo akan memiliki standarisasi, dan semakin memiliki nilai lebih.

"Ada standarisasi, pembinaan dan pengawasan usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo," jelasnya.

Kadisparbud Wonosobo juga turut menyampaikan terkait lama tinggal wisatawan di Kabupaten Wonosobo, yang saat ini baru di angka 1,8 hari.

"Kita menargetkan lama tinggal wisatawan hingga 3 hari di tahun 2026 dan saat ini baru 1,8 hari. Mudah-mudahan dengan adanya standarisasi dan bimbingan teknis ini, akan berdampak positif kedepannya yakni meningkatkan kolaborasi di antara para pelaku usaha pariwisata di samping upaya peningkatan kualitas layanan dan pemenuhan standar layanan publik, sehingga kunjungan wisatawan meningkat dan target lama tinggal wisatawan 3 hari bisa tercapai," tambahnya.

Di sisi lain Agus Wibowo menyampaikan bahwa tujuan pembinaan dan pengawasan usaha pariwisata adalah

1. Memastikan kepatuhan terhadap norma, standar, prosedur, kriteria, kepada para pelaku usaha pariwisata
2. Monitoring dan evaluasi terhadap para pelaku usaha pariwisata dalam menjalankan usahanya
3. Pengumpulan data dan informasi melalui laporan berkala dari perkembngan usaha pariwisata.

Tentunya, dengan para pengusaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo ini terdaftar di di sistem OSS, Pemerintah Daerah Kabupaten (Dinas Teknis Kabupaten) dapat melakukan koordinasi pelaksanaan pengawasan dan pembinaan usaha pariwisata berbasis resiko menengah rendah dan rendah.

Agus menegaskan bahwa harus ada komitmen, sebagai tugas pengusaha dan pokdarwis, untuk menjaga agar ke depan wisatawan mau kembali berkunjung dan ada repeat order untuk layanan para pelaku usaha pariwisata di Wonosobo.***