• (0286) 321194 WhatApp 085228508887
  • disparbud.wonosobo31@gmail.com
  • Log In
  • FAQ
  • English
  • Indonesia

Dorong Pelaku Wisata dan Usaha Kuliner Naik Kelas, Disparbud Wonosobo Gelar Pelatihan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner

WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo gelar Pelatihan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner.

Kegiatan berlangsung di Ruang Tepas Karyasana Gerbang Mandala Wisata, selama 3 hari, dimulai pada Selasa 23 April hingga Kamis 25 April 2024.

Palatihan inovasi dan higienitas sajian kuliner yang diinisiasi oleh Disparbud Wonosobo ini merupakan hasil kerjasama dengan Kementerian Pariwisata dam Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, melalui Dak Non  Fisik Yanpar 2024, sebagaimana dijelaskan Kabid Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Disparbud Wonosobo Ratna Sulistyawati.

"Peserta kegiatan selama 3 hari ini berjumlah 40 orang, terdiri dari pelaku wisata dan pelaku UMKM (kuliner) di Kabupaten Wonosobo, selain materi peserta juga praktek langsung, memasak, menata sajian dan mempromosikan melalui media sosial," jelasnya.

Sementara Kepala Disparbud Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo S.Sos saat mencicipi hidangan yang dibuat oleh peserta mengungkapkan jika paska pelatihan ini pihaknya akan melakukan monitoring kepada peserta untuk melihat perkembangan dan kemajuannya.

"3 bulan ke depan, kita lihat kembali perkembangan dari adanya pelatihan ini, semoga berdampak lebih baik," ungkapnya.

Kepala Disparbud juga memuji dan memberikan motivasi kepada peserta agar olahan yang dibuat ke depan dapat tersaji menggunakan kemasan yang mudah dibawa sebagai oleh-oleh khas Wonosobo maupun dapat menyajikan hidangan khas yang akan dicari orang ketika berkunjung ke Wonosobo.

Dalam pelaksanaannya, menurut Agus, pihaknya menggandeng LSP JTCC (Jogja Toursm Training Center) Yogyakarta sebagai pemateri.

Agus menambahkan, dari kegiatan pelatihan ini diharapkan pariwisata dan ekonomi kreatif mampu menggerakkan perekonomian rakyat di Kabupaten Wonosobo.

Dia mengharapkan potensi dari dua sektor ini akan mampu mendongkrak dinamikan perekonomian di Wonosobo dari kota hingga pedesaan, dengan semakin terbukanya peluang lapangan kerja, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja informal dan diharapkan mampu menekan angka kemiskinan di Kabupaten Wonosobo.

Selain itu, kolaborasi pariwisata dan ekonomi kreatif ntuk menarik minat kunjungan wisatawan baik lokal, nasional maupun internasional sudah seharusnya pengelola destinasi wisata bahkan masyarakat Wonosobo untuk kreatif mempromosikan potensi Wonosobo serta menyajikan sajian atraksi budaya dan kuliner yang membuat wisatawan betah tinggal di Wonosobo sehingga memberikan efek lama tinggal wisatawan Wonosobo lebih lama.

Agus juga menjelaskan dalam sambutannya bahwa salah satu  pemanfaatan teknologi digital dalam membangun citra positif wisata dan produk ekonomi kreatif Wonosobo, diharapkan berdampak positif dan mampu meningkatkan jumlah pasar dan terealisasinya transaksi.***