• (0286) 321194 WhatApp 085228508887
  • disparbud.wonosobo31@gmail.com
  • Log In
  • FAQ
  • English
  • Indonesia

Sanggar Ngesti Laras Wonosobo Wakili Indonesia Dalam Acara Borsang Umbrella Festival Thailand 2023

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat melepas langsung Sanggar Ngesti Laras yang diberikan kehormatan untuk mewakili Kabupaten Wonosobo dan Indonesia ke ajang “Borsang Umbrella Festival Thailand 2023” sebagai ajang promosi, perdamaian dunia dikemas dalam bingkai seni festival dunia dan pertukaran seni budaya dikancah internasional, Senin, (16/01/2023), di Ruang Pringgitan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo saat diwawancarai awak media mengungkapkan, Sanggar Ngesti Laras berkolaborasi apik dengan Festival Payung Solo nantinya akan menampilkan kesenian bundengan dan tari topeng lengger khas Wonosobo. Hal tersebut menjadi golden opportunity bagi Wonosobo untuk lebih memperkenalkan seni maestro lengger dan bundengan ke kancah internasional.
“Kesempatan emas ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempromosikan Wonosobo sebagai daerah pariwisata yang unggul,” jelas Agus.
Agus berharap, kesenian bundengan dan tari topeng lengger khas Wonosobo dapat mendunia di level internasional.
“Saya harap, kesenian Wonosobo dapat menampilkan sedemikian rupa dengan versi terbaik, membanggakan masyarakat Wonosobo sekaligus menjadi motivasi bagi generasi mudanya, bagaimana menampilkan seni tari lengger agar kesannya tidak tradisional sehingga mampu mengangkat citra daerah itu sendiri,” harap Agus.
Sementara itu, Pegiat Seni Musik Tradisional Bundengan dari Wonosobo Mulyani mengatakan, berbagai persiapan sudah dilakukan dengan matang termasuk segi pembawaan kemistri mengingat akan berpasangan dengan anak muda.
“Saya harus menyesuaikan karakter saya dengan penari pasangan, kesenian bundengan yang akan kami tampilkan menceritakan regenerasi antara ibu kepada anaknya untuk mencintai kesenian bundengan, saya menyampaikan apresiasi kepada pengrajin bundengan yang telah bersusah payah melakukan berbagai modifikasi sehingga bundengan dengan mudah dibawa ke Thailand, pada intinya kami akan minum air sebanyak mungkin di sana” jelasnya.
Selain itu, tambahnya, pada sesi pameran produk fashion, Wonosobo juga berkesempatan memamerkan produk batik Wonosobo dan ecoprint unggulannya.
Sementara itu, Maestro Penari Lengger Wonosobo Della yang akan berangkat ke Thailand mengatakan, rasa bangganya dapat mewakili Wonosobo dan Indonesia untuk mengenalkan bundengan dan lengger kepada mata dunia. Bakat menjadi seorang penari lengger telah dimulainya sejak SMP hingga menjadi penari punden yang terkenal.
“Persiapan individu banyak saya gunakan latihan di rumah, saya siap dan bangga membawa budaya asli Wonosobo ke kancah internasional,” pungkasnya.
Festival Payung 2023 di Thailand berlangsung selama lima hari. Dalam hal ini, Wonosobo siap memberangkatkan dua penari terbaiknya ke acara tersebut.

KOMENTAR

Daftar Komentar