• (0286) 321194 WhatApp 085228508887
  • disparbud.wonosobo31@gmail.com

Pengetatan Kembali Penerapan Protokol Kesehatan Bagi Penyelenggara Usaha Pariwisata

Bahwa dalam rangka pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Kabupaten Wonosobo yang sampai saat ini masih menunjukan kenaikan, maka perlu dilakukan usaha bersama untuk Pengetatan Kembali Penerapan Protokol Kesehatan Bagi Penyelenggara Usaha Pariwisata di Kabupaten Wonosobo, utamanya mengantisipasi libur panjang pada tanggal 28 Oktober sampai dengan 1 November 2020.

Pengetatan ini meliputi beberapa kewajiban bagi para pengelola usaha pariwisata meliputi :

  1. Melakukan penilaian mandiri resiko COVID-19 dalam 14 hari perjalanan terakhir wisatawan, sesuai dokumen Self Assessment Resiko COVID-19 sebagaimana diatur Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19);
  2. Memastikan petugas dan setiap wisatawan yang berkunjung dalam keadaan sehat dan tidak mengijinkan masuk lokasi jika dalam kondisi atau menunjukan gejala batuk, pilek, demam (suhu diatas 37,3C), dan sesak napas;
  3. Melakukan pengawasan secara ketat terhadap wisatawan yang masuk kategori golongan rentan COVID-19, yaitu yang memiliki komorbiditas/penyakit penyerta/kondisi rentan seperti diabetes, hipertensi, gangguan paru, gangguan jantung, gangguan ginjal, kondisi immunocompromised/penyakit autoimun, kehamilan, lanjut usia, anak-anak, dan kondisi rentan lainnya;
  4.  Memastikan petugas dan wisatawan selalu memakai masker dengan benar, sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun dan/atau dapat menggunakan handsanitizer, menjaga jarak aman minimal 1,5 meter;
  5. Memastikan tidak terjadi kerumunan pengunjung yang dimulai dari area parkir (titik kumpul awal wisatawan), ticketing/pelayanan pengunjung, lokasi wisata, toilet, mushola/tempat ibadah, spot selfi, area pintuk masuk/keluar pengunjung, dan lokasi-lokasi lainnya yang berpotensi;
  6. Menempatkan petugas dan melengkapi kembali fasilitas serta sarana yang diperlukan agar protokol kesehatan dapat diterapkan dan dilaksanakan dengan baik dan benar;
  7. Memperbanyak himbauan penerapan protokol kesehatan secara efektif di tempat-tempat strategis baik secara penyampaian langsung, gambar/poster, audio, dan bentuk-bentuk lainnya;
  8. Tidak mengijinkan masuk bagi petugas dan wisatawan yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar di lokasi usaha pariwisata;
  9. Melibatkan pihak-pihak lain yang diperlukan untuk optimalisasi penerapan protokol kesehatan dilokasi usaha pariwisata seperti pemberdayaan linmas/karang taruna/pemuda sekitar lokasi, dan satuan tugas serta tenaga kesehatan terdekat dalam upaya penanganan jika ditemukan indikasi kasus COVID-19.

Begitu pula bagi para wisatawan dimohon untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Selalu jaga jarak, pakai masker, hindari kerumunan dan selalu cuci tangan dengan sabun.

Berwisata nyaman dan aman sesuai protokol kesehatan

KOMENTAR

Daftar Komentar