• (0286) 321194
  • disparbud.wonosobo@yahoo.com

"Talkshow Festival Sindoro - Sumbing di Pesona FM"

"Talkshow Festival Sindoro - Sumbing di Pesona FM"

Penyampaian informasi terkait FESTIVAL SINDORO SUMBING melalui media radio dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayan Wonosobo didampingi Direktur Festival Sindoro Sumbing Heri Pujiyanto mewakili seniman dan Panitia Java Balloon Attraction dari Komunitas Balon Udara Wonosobo Agam Setyo Budi di Radio Pesona FM kemarin, 29 Mei 2019.
Festival Sindoro Sumbing akan digelar mulai 15 Juni 2019 melalui perhelatan menarik dan unik yakni Java Balloon Attraction di Lapangan Desa Pagerejo Kertek
Dalam Java Balloon Attraction tersebut, pengunjung akan disuguhi warna warni balon udara tradisional dengan motif-motif yang unik dan menarik serta cara penerbangan dengan ditambatkan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 40 Th 2018. Balon-balon tersebut akan dilombakan dan diapresiasi sebagai bentuk penghargaan pada nilai tradisi maupun kreativitas masyarakat yang berkembang di Wonosobo selama ini. 
Selain Java Balloon Attraction, menjadi bagian dari Festival Sibdoro Sumbing 2019 juga akan digelar Sendratari Sindoro Sumbing dengan judul Mapageh Sang Watu Kulumpang yang merupakan pertunjukan kolaborasi Wonosobo-Temanggung di mana dalam ceritanya termaktub kesamaan budaya Wonosobo dan Temanggung sejak eta Mataram Kuno dan ada ikrar penguasa kedua wilayah terhadap kepedulian lingkungan maupun upaya-upaya membangun bagi masyarakatnya.
Sendratari kolaboratif dua kabupaten ini akan digelar pada tanggal 20 Juli 2019 di Lapangan Kledung Temanggung yang merupakan wilayah perbatasan Wonosobo-Temanggung.
Selain itu, FSS juga akan dimeriahkan oleh berbagai kegiatan lain yang sangat menarik yakni Upacara Bedhol Kedhaton, Parade Tapa Bisu, Birat Sengkala, Pisowanan Agung dan Kenduri 1000 Tenong, Rituan Cukur Rambut Gembel, dan Pentas Kolosal Topeng Lengger.
One Andang menegaskan bahwa event ini merupakan platform Indonesiana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI namun sudah menjadi tradisi dan kegiatan rutin di wilayah Wonosobo dan Temanggung. Harapannya, kegiatan-kegiatan seni budaya ini menjadi lebih menarik dan bernilai jual tinggi sehingga bisa mendatangkan kemanfaatan yang lebih bagi masyarakat di wilayah Wonosobo khususnya termasuk bisa mendatangkan wisatawan yang lebih banyak ke wilayah ini.
Heri Puji selaku seniman sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai ladang ekspresi dan kreativitas bagi seniman Wonosobo khususnya, sehingga ke depan diharapkan dunia seni dan budaya di Wonosobo semakin maju dan berkualitas.
Sedangkan dari Komunitas Balon Udara Agam Setyo Budi mengatakan, melalui kegiatan FSS ini, diharapkan masyarakat Wonosobo semakin kreatif yakni tetap mempertahankan tradisi namun dengan selalu mematuhi aturan yang telah ditetapkan seperti pada cara menerbangkan balon udara dengan ditambatkan sehingga tidak mengganggu keselamatan dunia penerbangan. Karena Wonosobo ternyata berada di wilayah lalu lintas penerbangan terpadat keempat di Indonesia.
Hal ini sesuai data dari AirNav Indonesia pada kegiatan sosialisasi beberapa waktu yang lalu.

KOMENTAR

Daftar Komentar